📑 Daftar Isi

Tiga partner Accel yaitu Prayank Swaroop, Shekhar Kirani, dan Bharath Shankar Subramanian

Accel Tutup Dana India $550 Juta untuk AI dan Manufaktur

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Accel menutup dana India baru senilai $550 juta sebagai bagian dari penggalangan $3,5 miliar global
  • Dana baru oversubscribed dan ditutup dalam hitungan minggu, kurang dari dua tahun setelah dana sebelumnya
  • Accel masih memiliki lebih dari 55% dana India sebelumnya ($650 juta) yang belum digunakan
  • Fokus investasi: AI, consumer internet, fintech, dan advanced manufacturing
  • Dana baru akan mulai disalurkan pada 2027, sementara itu tetap menggunakan dana sebelumnya
  • Accel melihat peluang India di lapisan aplikasi AI, bukan bersaing dengan OpenAI atau Anthropic
  • Contoh investasi: RapidClaims, startup otomasi koding medis dengan akurasi 95%
  • Kompetitor: Peak XV Partners ($1,3 miliar), General Catalyst ($5 miliar), Lightspeed ($300-350 juta)

Telset.id – Accel resmi menutup pendanaan baru senilai $550 juta untuk pasar India, kurang dari dua tahun setelah mengumpulkan dana khusus India sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penggalangan dana global senilai $3,5 miliar yang terkoordinasi. Dana India yang baru ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dan ditutup dalam hitungan minggu, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini kepada TechCrunch.

Menariknya, Accel masih memiliki lebih dari 55% dari dana India sebelumnya senilai $650 juta yang tersedia untuk investasi. Hal ini menggarisbawahi bahwa penggalangan dana terbaru terjadi meskipun masih ada banyak modal yang tersisa di kendaraan sebelumnya. Keputusan ini diambil saat Accel bertaruh bahwa gelombang startup India berikutnya tidak hanya akan didorong oleh AI, tetapi juga oleh internet konsumen, fintech, dan manufaktur maju.

Firma tersebut percaya bahwa kecerdasan buatan menjadi teknologi horizontal yang mendasari setiap sektor tersebut, bukan sekadar kategori investasi yang berdiri sendiri. Keyakinan ini menjadi dasar strategi Accel dalam menghadapi lanskap startup India yang terus berkembang.

Strategi Investasi dan Fokus Sektor

Shekhar Kirani, partner di Accel, mengungkapkan kepada TechCrunch bahwa ada sejumlah besar uang yang tersedia di pasar untuk investasi tahap awal di kategori yang selalu mereka geluti, termasuk AI, konsumen, fintech, serta manufaktur maju dan teknologi dalam. “Kami akan terus berinvestasi, mencari pemenang lokal terbaik, di mana kami dapat menjadikan mereka sukses secara global,” ujarnya.

Accel diperkirakan akan mulai menyalurkan modal dari dana baru tersebut pada tahun 2027. Sampai saat itu, firma akan terus berinvestasi dari dana India sebelumnya. Kirani menambahkan hal ini sambil menolak mengungkapkan jumlah yang tersisa. Komitmen baru Accel ini muncul di tengah perdebatan investor global tentang apakah India dapat menghasilkan startup AI yang kompetitif secara global, setelah negara tersebut sebagian besar melewatkan gelombang pertama perusahaan model dasar.

Accel melihat peluang India secara spesifik dalam membangun aplikasi AI, infrastruktur, dan perangkat lunak yang ditujukan untuk kasus penggunaan perusahaan dan konsumen. “Penggerak awal telah berada di sisi LLM [large language model]… tetapi ada peluang signifikan di lapisan aplikasi,” kata Prayank Swaroop, partner di Accel.

Accel memperkirakan startup India akan membangun aplikasi bertenaga AI dan perangkat lunak perusahaan di atas model yang ada, daripada bersaing langsung dengan OpenAI atau Anthropic. Swaroop menjelaskan bahwa startup India semakin menggabungkan AI dengan bakat teknik dan keahlian layanan yang ada di negara tersebut untuk memecahkan masalah perusahaan, terutama di sektor di mana pengawasan manusia tetap penting.

Accel partners Prayank Swaroop, Shekhar Kirani, and Bharath Shankar Subramanian

Kirani mencontohkan RapidClaims, sebuah startup binaan Accel yang mengotomatiskan koding medis untuk penyedia layanan kesehatan AS. Startup ini menggabungkan AI dengan keahlian domain untuk memberikan akurasi koding sekitar 95%, menargetkan pasar yang selama ini mengandalkan tenaga kerja manusia outsourcing di India dan Filipina.

Barath Shankar Subramanian, partner di Accel, mengatakan optimisme firma juga didorong oleh adopsi AI yang cepat di kalangan konsumen dan bisnis India. Hal ini menciptakan pasar domestik yang berkembang untuk produk asli AI di samping perusahaan perangkat lunak yang berfokus secara global. Tren ini sudah terlihat di perusahaan AI terkemuka. OpenAI dan Anthropic sama-sama mengidentifikasi India sebagai pasar terbesar mereka di luar AS, sementara platform koding AI Cursor baru-baru ini mengatakan India menjadi salah satu pasar pengembang dengan pertumbuhan tercepat dan pasar terbesar untuk pengguna power.

Penggalangan dana Accel terjadi saat beberapa firma modal ventura global memperbarui fokus mereka pada India meskipun terjadi perlambatan modal ventura yang lebih luas. Program akselerasi startup semakin menjadi perhatian, sejalan dengan tren ini.

Peak XV Partners, bisnis Sequoia Capital India sebelumnya, baru-baru ini mengumpulkan $1,3 miliar untuk dana baru yang berfokus pada India dan Asia Tenggara. General Catalyst juga telah berkomitmen untuk menyalurkan $5 miliar di India selama lima tahun ke depan. Lightspeed Venture Partners juga dikabarkan sedang menjajaki dana baru senilai $300-$350 juta yang berfokus pada India.

Kirani mengatakan minat baru ini mencerminkan pergeseran kualitas dan ambisi pengusaha India. “Dibandingkan beberapa tahun lalu, kualitas ide dan kualitas pendiri secara signifikan lebih baik dari yang pernah kami lihat,” katanya. Pernyataan ini menegaskan keyakinan Accel terhadap ekosistem startup India yang semakin matang.

Struktur Dana dan Filosofi Investasi

Dana India yang baru ini merupakan salah satu dari empat dana yang Accel kumpulkan secara bersamaan untuk pertama kalinya, bersama dengan dana khusus AS dan Eropa serta kendaraan pertumbuhan senilai $1,35 miliar. Dana pertumbuhan ini, kata Accel, dapat mendukung perusahaan yang muncul dari dana regional mana pun, termasuk India, sehingga firma dapat terus berinvestasi dari tahap awal hingga IPO dan seterusnya.

Kirani mengatakan kepada TechCrunch bahwa penggalangan dana terkoordinasi ini didorong oleh preferensi investor untuk mengevaluasi platform global Accel dalam satu proses, daripada melalui penggalangan dana regional yang terpisah. Pendekatan ini mencerminkan efisiensi dan transparansi yang dicari investor modern.

Filosofi investasi Accel, kata Kirani, tetap berakar pada mendukung pendiri sejak awal daripada mengejar tren tahap akhir. Accel menulis cek institusional pertama di sekitar 80% perusahaan yang didukungnya. Strategi ini telah membantu firma berinvestasi lebih awal di perusahaan termasuk Flipkart, Swiggy, Freshworks, dan Zetwerk.

Dengan dana segar sebesar $550 juta, Accel menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap pasar India. Firma ini yakin bahwa kombinasi AI, internet konsumen, fintech, dan manufaktur maju akan menciptakan gelombang startup berikutnya yang mampu bersaing secara global. Keputusan untuk mengumpulkan dana baru meskipun masih ada modal besar yang belum digunakan menunjukkan keyakinan kuat terhadap potensi pasar India.

Adopsi AI yang cepat di India, baik di tingkat konsumen maupun bisnis, menjadi pendorong utama optimisme ini. Teknologi berbasis sensor dan AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat pasar domestik untuk produk-produk inovatif.

Accel melihat peluang besar di lapisan aplikasi AI, di mana startup India dapat membangun solusi di atas model yang sudah ada. Pendekatan ini berbeda dengan mencoba bersaing langsung dengan raksasa AI global seperti OpenAI atau Anthropic. Dengan menggabungkan AI dengan keahlian domain dan bakat teknik lokal, startup India dapat menciptakan solusi yang relevan untuk pasar global.

RapidClaims menjadi contoh konkret bagaimana startup India dapat menggabungkan AI dengan keahlian domain untuk memecahkan masalah nyata. Dengan akurasi koding sekitar 95%, startup ini menargetkan pasar yang selama ini mengandalkan tenaga kerja outsourcing. Ini menunjukkan bahwa kombinasi AI dan keahlian manusia dapat menciptakan nilai signifikan.

Dengan dana yang akan mulai disalurkan pada 2027, Accel memberikan waktu bagi startup India untuk mempersiapkan diri. Sementara itu, firma akan terus berinvestasi dari dana sebelumnya, memastikan aliran modal yang berkelanjutan ke ekosistem startup India. Komitmen ini sejalan dengan dukungan terhadap ekosistem startup yang semakin menguat di berbagai sektor.

Kehadiran pemain besar seperti Accel, Peak XV Partners, dan General Catalyst menunjukkan bahwa India semakin menjadi tujuan utama investasi modal ventura global. Meskipun terjadi perlambatan di sektor lain, India tetap menarik bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan jangka panjang. Kualitas pendiri dan ide yang semakin baik menjadi daya tarik utama.

Accel percaya bahwa gelombang startup India berikutnya akan menghasilkan pemenang global di berbagai sektor. Dengan kombinasi AI, fintech, internet konsumen, dan manufaktur maju, India memiliki potensi untuk menciptakan perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing di panggung internasional. Filosofi investasi awal Accel, yang terbukti sukses dengan Flipkart dan Swiggy, akan terus menjadi panduan dalam menyalurkan dana baru ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.