Telset.id – Sebanyak 49% usaha kecil dan menengah (SMB) di Inggris mengalami insiden keamanan siber dalam satu tahun terakhir, dengan 13% di antaranya mengalami lebih dari satu insiden. Temuan ini berasal dari ESET 2026 SMB Cyber Risk Report yang menyurvei 500 SMB di Inggris, sekaligus menegaskan bahwa adopsi AI oleh pelaku kejahatan menjadi kekhawatiran utama bisnis kecil pada 2026.
Laporan tersebut menempatkan AI-powered malware sebagai kekhawatiran keamanan terbesar bagi SMB. Meski demikian, penyebab serangan yang paling umum ditemukan tetap merupakan metode klasik: phishing, kerentanan yang tidak ditambal (unpatched vulnerabilities), kata sandi lemah, dan minimnya pemantauan (lack of monitoring).
Kombinasi antara ancaman lama yang belum tertangani dan ancaman baru berbasis AI inilah yang membuat posisi SMB Inggris rentan. Di sisi lain, banyak dari mereka juga mengaku kesulitan mengikuti perkembangan ancaman siber terbaru, mengejar teknologi baru seperti AI, mengelola kerentanan dan patch, serta menghadapi keterbatasan keterampilan di internal tenaga kerja.
AI Mempercepat Serangan, Taktik Dasar Tetap Sama
Global Cybersecurity Advisor di ESET, Jake Moore, menegaskan bahwa AI memang akan membantu penjahat siber mempercepat serangan mereka terhadap bisnis di Inggris. Namun, menurutnya taktik inti yang digunakan seperti phishing atau mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak pada dasarnya akan tetap sama.
“Sampai organisasi dapat meningkatkan keamanan mereka dengan mengunci hal-hal dasar, bisnis kecil akan menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber yang ingin mencuri data sensitif dan meraup keuntungan,” jelas Jake Moore.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan SMB bukan semata pada teknologi AI yang dipakai penyerang, melainkan pada kesiapan dasar keamanan mereka. Selama celah mendasar seperti patch dan pemantauan belum dibenahi, peningkatan kemampuan penyerang lewat AI hanya memperbesar risiko yang sudah ada.

Urgensi ini diperkuat oleh posisi ekonomi SMB di Inggris. SMB menyumbang lebih dari separuh perputaran (turnover) sektor swasta Inggris, sekitar £2,8 triliun. Nilai ekonomi sebesar itu menjadikan mereka target populer bagi peretas, karena dampak dari satu insiden dapat menjalar ke rantai bisnis yang lebih luas.
Baca Juga:
Ancaman berbasis AI terhadap SMB ini juga sejalan dengan tren pengembangan teknologi AI yang semakin masif, termasuk lewat pendanaan untuk Voice AI Real-Time serta dorongan adopsi Small Language Model untuk kebutuhan sektoral. Semakin luas AI digunakan, semakin besar pula ruang yang terbuka bagi penyalahgunaan teknologi tersebut oleh aktor jahat.
Lebih dari Separuh SMB Naikkan Anggaran Keamanan
Di tengah tekanan tersebut, laporan ESET mencatat kabar yang lebih positif. Lebih dari separuh SMB Inggris, tepatnya 55%, menyatakan akan meningkatkan anggaran keamanan siber mereka dalam 12 bulan ke depan.
Prioritas investasi utama mereka mencakup pelatihan dan kesadaran karyawan (employee training and awareness) serta keamanan cloud. Kedua area ini menyasar titik lemah yang paling sering menjadi penyebab insiden, yaitu faktor manusia dan pengelolaan infrastruktur berbasis cloud.

Namun, peningkatan anggaran saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan. Laporan yang sama juga menandai sejumlah tantangan struktural yang masih dihadapi SMB, mulai dari kesulitan mengikuti perkembangan ancaman siber terbaru, mengejar laju teknologi baru seperti AI, mengelola kerentanan dan patch, hingga kurangnya keterampilan tenaga kerja di bidang keamanan.
Artinya, alokasi dana perlu dibarengi dengan perbaikan pada praktik keamanan dasar. Selama phishing, kerentanan yang tidak ditambal, kata sandi lemah, dan minimnya pemantauan masih menjadi penyebab utama insiden, hasil dari tambahan anggaran berisiko tidak optimal.
Pesan utama dari temuan ESET cukup jelas: ancaman siber terhadap SMB Inggris kini berlapis, dengan AI sebagai lapisan baru yang mempercepat serangan, sementara celah dasar masih belum tertutup. Bagi SMB, kemampuan bertahan pada 2026 akan ditentukan oleh seberapa cepat mereka membenahi fondasi keamanan, bukan hanya seberapa besar anggaran yang mereka siapkan.





Komentar
Belum ada komentar.