📑 Daftar Isi

Ilustrasi lansia menggunakan chatbot AI untuk membantu aktivitas harian

7 Cara AI Bantu Lansia Jalani Hidup Sehari-hari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Microsoft Copilot dapat membantu lansia menyelesaikan masalah teknologi sehari-hari, seperti setup ponsel baru atau mengatasi error Wi-Fi.
  • Chatbot dapat berperan sebagai asisten riset untuk memahami topik kompleks seperti Medicare, dokumen keuangan, dan tren teknologi terbaru.
  • AI membantu merencanakan liburan secara detail, termasuk reservasi restoran, itinerary harian, dan panduan budaya lokal.
  • Lansia dapat menggunakan AI untuk membangun rutinitas kebugaran yang realistis dan menyenangkan sesuai kondisi fisik mereka.
  • AI menjadi alat belajar keterampilan baru seperti fotografi, bahasa asing, berkebun, hingga bermain catur dengan rencana belajar terstruktur.
  • Sebelum membeli gadget, AI dapat memberikan opini kedua tentang spesifikasi yang benar-benar penting sesuai kebutuhan dan anggaran.
  • Plugin keamanan seperti Malwarebytes dan McAfee di ChatGPT dapat digunakan untuk mendeteksi tautan, email, atau pesan teks yang berpotensi penipuan.
  • AI membantu lansia hidup lebih mandiri dan aman tanpa perlu selalu bergantung pada bantuan keluarga.

Telset.id – Kecerdasan buatan atau AI kini bukan lagi sekadar alat untuk profesional, tetapi juga pendamping yang bermanfaat bagi generasi baby boomer atau lansia berusia 60 hingga 70 tahun. Melalui platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Microsoft Copilot, para lansia dapat menyelesaikan berbagai persoalan harian, mulai dari memahami teknologi hingga mendeteksi potensi penipuan.

Bagi lansia yang mungkin merasa asing dengan istilah “AI” dan sering menyebutnya sebagai “hal ChatGPT itu”, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi ini secara langsung di genggaman mereka membuka peluang baru untuk hidup yang lebih mandiri dan aman. Penggunaan AI untuk kelompok usia ini terbukti mampu memberikan dukungan praktis yang signifikan.

Berikut adalah tujuh cara konkret di mana AI dapat membantu para lansia dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan contoh pertanyaan atau prompt yang bisa langsung dicoba.

1. Memahami Solusi Masalah Teknologi

Salah satu kegunaan paling praktis adalah meminta bantuan AI untuk mengatasi masalah teknologi yang membingungkan. Mulai dari mengatur ponsel baru, mengatasi error Wi-Fi yang sering terputus, menyambungkan smart TV ke internet, hingga memahami cara menggunakan layanan streaming.

Daripada menunggu bantuan keluarga yang tidak selalu ada, lansia bisa langsung bertanya pada AI. Contoh prompt yang bisa digunakan antara lain: “Jelaskan cara mengatur iPhone baru saya [model] langkah demi langkah. Anggap saya tidak terlalu paham teknologi dan jangan lewatkan satu langkah pun,” atau “Saya baru membeli ponsel Android [model]. Berikan saya daftar periksa sederhana untuk memindahkan kontak, foto, aplikasi, dan pesan dari ponsel lama saya.”

Wanita lansia menggunakan laptop untuk belajar teknologi

2. Asisten Riset untuk Topik Kompleks

Memasuki usia 60 tahun ke atas, topik seperti “Medicare” atau dokumen keuangan menjadi semakin penting. AI dapat berperan sebagai asisten riset digital yang mampu menjelaskan topik rumit dengan bahasa sederhana. AI juga bisa dimanfaatkan untuk memahami tren teknologi terbaru agar tetap mengikuti perkembangan generasi muda.

Contoh prompt yang efektif: “Jelaskan Medicare kepada saya seperti saya seorang pemula total. Mulai dari dasar dan perkenalkan konsep yang lebih rumit secara bertahap,” atau “Jelaskan dokumen keuangan ini dalam bahasa Inggris sederhana. Soroti hal-hal yang harus saya tanyakan kepada profesional keuangan.” Pengguna juga bisa melampirkan dokumen langsung ke chatbot untuk dianalisis.

Wanita memegang ponsel untuk bertanya pada AI

3. Mempermudah Perencanaan Liburan

Bagi pensiunan yang ingin bepergian, AI dapat menjadi perencana liburan digital. ChatGPT bahkan memiliki beragam plugin yang bisa diinstal untuk membuat reservasi restoran, merencanakan perjalanan beberapa hari, memesan tiket pesawat dan hotel, hingga mencari pelayaran yang cocok.

Pengguna dapat membuka menu “Plugins” di sidebar aplikasi dan mencari aplikasi kategori “Travel”. Contoh prompt yang bisa digunakan: “Rencanakan liburan [jumlah hari] hari ke [destinasi] untuk saya. Saya lebih suka kecepatan santai, tidak ingin merasa terburu-buru,” atau “Saya bepergian ke [destinasi] dan tidak tahu adat setempat. Berikan saya panduan sederhana tentang tip, transportasi umum, etika makan, dan kesalahan budaya yang harus dihindari.”

Persiapan liburan dengan bantuan AI

4. Membangun Rutinitas Kebugaran dan Kesehatan

Menjaga tubuh tetap aktif di usia senja sangatlah penting. AI dapat bertindak sebagai instruktur kebugaran digital dengan memberikan arahan yang jelas untuk rutinitas olahraga yang menyegarkan, selama pengguna memberikan instruksi yang tepat tentang hasil yang diinginkan.

Berikut contoh prompt yang bisa digunakan: “Saya berusia [usia] dan ingin merawat diri lebih baik tanpa mengubah gaya hidup sepenuhnya. Bantu saya membuat rutinitas harian sederhana yang mencakup gerakan, makanan sehat, relaksasi, tidur, dan waktu untuk hal yang saya sukai,” atau “Bantu saya membuat rutinitas pagi 30 menit untuk seseorang di usia 60-an atau 70-an yang ingin memulai hari dengan energi dan terorganisir.”

Wanita lansia menggunakan ponsel untuk mencari rutinitas kebugaran

5. Belajar Keterampilan Baru dan Hobi

Tidak ada batasan usia untuk belajar hal baru. AI dapat digunakan untuk mempelajari dasar-dasar keterampilan apa pun yang menarik minat, mengajukan pertanyaan lanjutan, dan melakukan riset tambahan tentang hobi yang baru ditekuni.

Contoh prompt yang bisa digunakan antara lain: “Ajari saya dasar-dasar fotografi. Anggap saya pemula total dan buatkan rencana belajar empat minggu dengan satu pelajaran kecil setiap hari,” atau “Saya ingin belajar berkebun. Ajukan pertanyaan kepada saya tentang halaman, iklim, sinar matahari, dan waktu luang saya, lalu buatkan rencana belajar untuk pemula.”

Tangan seseorang mengetik di laptop untuk belajar keterampilan baru

6. Mendapatkan Opini Kedua Sebelum Membeli

Keputusan membeli barang elektronik seperti TV, smartphone, atau gadget lainnya seringkali membuat bingung. AI dapat menjadi teman diskusi untuk mendapatkan opini kedua tentang spesifikasi yang benar-benar penting sebelum memutuskan membeli.

Contoh prompt yang berguna: “Saya mencari TV baru. Anggaran saya [jumlah uang]. Saya duduk sekitar [jumlah] kaki dan kebanyakan menonton [jenis konten]. Beri tahu saya spesifikasi mana yang benar-benar penting,” atau “Saya membeli smartphone baru. Saya paling peduli dengan masa pakai baterai, kualitas kamera, dan kemudahan penggunaan. Bantu saya menentukan fitur mana yang harus diprioritaskan.”

Pria lansia berkonsultasi tentang gadget sebelum membeli

7. Detektor Penipuan Pribadi

Keamanan siber menjadi perhatian utama, terutama bagi lansia yang sering menjadi sasaran penipuan. Pengguna ChatGPT dapat memanfaatkan plugin seperti Malwarebytes dan McAfee untuk membantu memeriksa apakah sebuah URL, nomor telepon, pesan teks, atau email dapat dipercaya atau tidak.

Caranya dengan memulai prompt menggunakan tanda @ dan menyebut nama plugin yang sudah terinstal, lalu menyalin dan menempelkan konten yang dicurigai. Contoh prompt: “Apakah tautan ini aman untuk diklik?” atau “Analisis email ini untuk mencari tanda-tanda peringatan penipuan. Jelaskan setiap tanda bahaya yang Anda temukan,” atau “Seseorang yang mengaku dari bank saya mengirim pesan ini. Pertanyaan apa yang harus saya tanyakan ke bank melalui saluran resmi sebelum melakukan apa pun?”

Pria bekerja di komputer untuk memeriksa keamanan pesan

Kesimpulan: AI untuk Kehidupan yang Lebih Mandiri

Mungkin sulit bagi sebagian orang untuk membayangkan menggunakan AI demi membuat hidup lebih mudah dan memuaskan. Namun, hal itu sangat mungkin dilakukan. ChatGPT, Gemini, dan Microsoft Copilot bukan hanya alat untuk para profesional; mereka juga merupakan alat pendukung bagi pensiunan dan mereka yang ditinggalkan anak-anaknya yang sudah memiliki rumah sendiri, untuk membantu berbagai macam tugas.

Dengan panduan ini, diharapkan para lansia atau orang-orang terdekat mereka dapat menemukan cara terbaik untuk memasukkan alat AI ke dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya jelas: menjaga mereka tetap aman dari penipuan, membantu membangun keterampilan baru, dan mendukung kemandirian di usia senja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.