📑 Daftar Isi

Ilustrasi founder internasional dengan peta global dan ikon AI dari a16z

a16z: Founder Internasional Punya Keunggulan di Era AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • a16z mengungkap 44% investasi Apps Fund One dan Two memiliki founder internasional
  • Founder internasional dinilai punya keunggulan dibanding rekan Amerika di era AI
  • Perubahan pola pembelian enterprise global terjadi dalam 3-5 tahun terakhir
  • AI menjadi pendorong utama perubahan pola pembelian perusahaan global
  • Konsep kantor pusat semakin fleksibel, founder bisa berbagi waktu antara negara asal dan AS
  • Polandia mengambil saham di ElevenLabs, contoh keterlibatan pemerintah dengan startup AI
  • Akses talenta di luar Silicon Valley menjadi pembeda utama founder internasional
  • a16z menghabiskan lebih dari satu juta mil udara untuk mengejar dealflow internasional
  • Talenta Eropa disebut sebagai keunggulan startup terbesar Amerika

Telset.id – Andreessen Horowitz (a16z) mengungkapkan bahwa founder internasional kini memiliki keunggulan dibandingkan pendiri startup asal Amerika Serikat di tengah siklus dominasi kecerdasan buatan (AI). Gabriel Vasquez, partner yang fokus pada aplikasi AI dan strategi investasi global perusahaan, menyatakan bahwa 44 persen investasi di Apps Fund One dan Two memiliki founder internasional.

Bersama general partner Angela Strange, Vasquez menjadi penggerak di balik jaringan Borderless Founder, sebuah inisiatif untuk mendukung founder imigran dan internasional. Premis mereka adalah perusahaan besar bisa lahir di mana saja, namun kini mereka percaya bahwa pengusaha asing justru memiliki keunggulan dibandingkan rekan-rekan mereka di Amerika.

“Ada keuntungan sekarang untuk memiliki satu kaki di negara asal, dan satu kaki di Silicon Valley,” tulis Strange dan Vasquez dalam sebuah unggahan yang TechCrunch akses lebih awal.

Perubahan Pola Pembelian Perusahaan Global

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan, terutama untuk startup enterprise. Vasquez menjelaskan bahwa terjadi pergeseran signifikan dalam pola pembelian dari perusahaan-perusahaan di luar AS dalam tiga hingga lima tahun terakhir.

“Pembeli dari negara-negara di luar AS sebelumnya tidak bergerak cepat, dan kemauan mereka untuk membayar sangat rendah,” kata Vasquez tentang pola lama. Namun kondisi ini berubah dramatis, dengan startup kini mampu mengamankan perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia sebagai pelanggan, bahkan di pasar yang kurang maju.

Ketika a16z mulai mendengar dari startup tahap awal internasional yang bekerja dengan perusahaan Fortune 500, mereka sempat mengira ini pengecualian. “Tapi ternyata ini jelas sebuah tren,” ujar Vasquez.

Di Eropa, sebelumnya korporasi hanya berinteraksi dengan startup melalui program inovasi terbuka dan akselerator, jarang dengan buku cek utama mereka. Mengubah mereka menjadi pelanggan berbayar sangat sulit hingga Prancis meluncurkan inisiatif khusus bernama “I Choose French Tech.”

Menurut Vasquez, AI menjadi pendorong utama perubahan ini. AI membuat pemain lama menyadari bahwa mereka harus membeli solusi pihak ketiga untuk tetap kompetitif, bahkan di area di mana tenaga kerja manusia masih terjangkau seperti Amerika Latin.

“Software tidak pernah benar-benar berkembang di kawasan itu, karena Anda bersaing dengan tenaga kerja murah,” jelasnya. Namun kini agen AI yang “selalu aktif” dan semakin akurat telah menjadi hal umum di layanan pelanggan dan bidang lainnya.

Peluang Pasar dan Akses Talenta

Vasquez menilai masih ada banyak peluang yang belum tergarap. “Ada begitu banyak nafsu makan di tingkat enterprise untuk perusahaan di seluruh dunia mengonsumsi AI, tapi startup Amerika tidak punya kecepatan untuk melayani seluruh pasar dari hari pertama, jadi mereka jelas memprioritaskan perusahaan AS.”

Kondisi ini membuka pintu bagi founder lokal untuk menjual solusi AI kepada perusahaan di negara mereka sambil membagi waktu antara rumah dan AS. “Konsep kantor pusat sedang banyak berubah; sekarang lebih fleksibel,” kata Vasquez, mencatat bahwa pemerintah pun tampak memiliki pandangan serupa.

Contohnya, Polandia baru-baru ini mengambil saham di ElevenLabs, perusahaan portofolio a16z. Startup AI suara itu hanya memiliki anak perusahaan di negara tersebut, bukan kantor pusat, namun pelanggannya termasuk InPost dan LOT Polish Airlines. Pendirinya adalah Piotr Dąbkowski dan Mateusz Staniszewski, dua contoh talenta Polandia di bidang AI yang juga kuat hadir di OpenAI.

Dari sudut pandang Vasquez, akses ke talenta adalah pembeda utama. “Saat ini, rekrutmen di Silicon Valley adalah hal tersulit, karena Anda bersaing dengan Anthropic dan OpenAI yang telah mengumpulkan miliaran dolar untuk mendapatkan talenta terbaik.”

Founder internasional sering memanfaatkan kumpulan talenta yang ada di banyak tempat di luar AS. Klaster talenta juga menjadi alasan mengapa Vasquez menghabiskan banyak waktu di pesawat, sering ke Stockholm, untuk mencari unicorn berikutnya. Beberapa perusahaan AI skala besar teratas adalah spinout akademis Eropa, dan VC memburunya.

Mengutip pendiri Dealroom, Yoram Wijngaarde: “Talenta Eropa tetap menjadi salah satu keunggulan startup terbesar Amerika.”

Vasquez mengungkapkan bahwa a16z rela “menghabiskan lebih dari satu juta mil udara” untuk mengejar dealflow internasional, daripada mengharapkan setiap tim pindah ke AS. Strategi ini menunjukkan komitmen serius terhadap pasar global. Sementara itu, minat terhadap pendanaan AI terus tumbuh, seperti terlihat dari berbagai putaran investasi besar di sektor ini, termasuk yang terjadi di DesignArena AI dan Base Power.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.