Telset.id – Google kini memberikan kendali lebih besar kepada pengguna Gemini atas tampilan gambar, video, dan musik yang dihasilkan oleh AI. Melalui pengaturan baru bernama Media Watermark, pengguna dapat mematikan watermark terlihat yang biasanya ditambahkan Google pada konten buatan model AI-nya. Kebijakan baru ini berlaku untuk gambar yang dihasilkan Nano Banana, video dari Omni, dan musik dari Lyria.
Pengaturan ini mulai diluncurkan di Gemini dan alat pembuat film Flow milik Google. Opsi serupa juga akan hadir di Google Search dalam waktu dekat. Bagi pengguna yang memanfaatkan Gemini untuk membuat presentasi, mockup, atau unggahan media sosial, perubahan ini menjadi kabar baik karena hasil karya tidak lagi terganggu oleh tanda kecil berbentuk sparkle khas Gemini di sudut gambar.
Meski watermark terlihat dapat dihapus, Google tetap menyematkan tanda air tak terlihat pada setiap file yang dihasilkan. Tanda tersebut berupa SynthID dan metadata C2PA Content Credentials yang tetap aktif meskipun pengguna mematikan watermark terlihat. Dengan demikian, menghapus sparkle Gemini tidak membuat konten menjadi tidak bisa dilacak.

Cara Mematikan Watermark di Gemini
Pengaturan Media Watermark berlaku untuk konten yang dibuat setelah pengaturan diubah. File yang sudah diunduh sebelumnya tidak akan otomatis kehilangan watermark. Berikut langkah-langkah untuk mematikan watermark terlihat di Gemini:
- Buka aplikasi Gemini atau kunjungi Gemini di web.
- Pilih foto profil atau menu akun.
- Buka menu Settings.
- Pilih Media Watermark.
- Matikan pengaturan watermark terlihat.
- Buat dan unduh gambar, video, atau file musik baru.
Jika opsi Media Watermark belum muncul di pengaturan, kemungkinan peluncuran fitur belum menjangkau akun pengguna. Google menyebut fitur ini akan hadir secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Cara Mematikan Watermark di Google Flow
Untuk aplikasi Flow, langkahnya sedikit berbeda. Pengguna perlu membuka Google Flow, memilih foto profil, menemukan opsi Visible watermarking di menu drop-down, lalu mematikan toggle sebelum membuat gambar atau video baru. Halaman dukungan Google Flow menyebutkan bahwa watermark terlihat diterapkan otomatis di India, Korea Selatan, dan Vietnam, sehingga pengguna di negara tersebut mungkin tidak dapat menghapusnya.

Watermark AI terlihat memang berguna ketika orang menemukan gambar atau video realistis tanpa konteks. Namun, tanda tersebut kurang membantu ketika konten jelas merupakan ilustrasi, aset kreatif, atau bagian dari proyek besar yang justru terganggu oleh kehadirannya. Sebelumnya, pengguna yang menginginkan hasil bersih sering memotong watermark atau menghapusnya dengan perangkat lunak pengeditan.
Membuat tanda ini opsional mengakui apa yang selama ini dilakukan pengguna sambil tetap mempertahankan sinyal provenance yang tidak mengganggu di bawahnya. Pengaturan baru ini tidak menghilangkan kewajiban mengungkapkan media buatan AI atau yang diubah secara substansial jika platform mewajibkannya. YouTube, misalnya, meminta kreator memberi label pada konten realistis yang menggambarkan seseorang, tempat, atau peristiwa melakukan hal yang tidak benar-benar terjadi.
SynthID dirancang untuk mengidentifikasi konten yang dibuat menggunakan model AI Google tanpa mengubah tampilan gambar, video, atau audio. Sementara itu, metadata C2PA dapat membawa informasi tentang asal file dan cara pembuatan atau pengeditannya. Pengguna tetap bisa mengunggah media yang didukung ke Gemini dan menanyakan apakah konten tersebut dibuat dengan Google AI. Google juga menggunakan alat seperti “About this image,” Lens, dan AI Mode untuk menampilkan informasi provenance yang tersedia.

Untuk pekerjaan kreatif sehari-hari, pengguna Gemini kini dapat mengunduh hasil yang tampak bersih tanpa harus membayar alat pengeditan lain atau memotong sebagian gambar. Perubahan ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi kreator yang membutuhkan hasil akhir profesional. Namun perlu diingat, mematikan sparkle hanya mengubah apa yang terlihat oleh mata. Tanda provenance AI yang melekat pada file tetap ada dan tidak hilang.
Google menjelaskan pendekatan ini memberikan kreator kendali lebih besar atas tampilan karya mereka sambil tetap menjaga langkah transparansi yang dapat dibaca mesin. Dengan demikian, keseimbangan antara estetika dan akuntabilitas tetap terjaga dalam ekosistem konten buatan AI.
Bagi pengguna yang sering menggunakan Gemini untuk kebutuhan profesional seperti presentasi atau materi pemasaran, fitur ini jelas meningkatkan nilai praktis layanan tersebut. Tidak perlu lagi repot memotong gambar atau menggunakan aplikasi tambahan hanya untuk menghilangkan tanda kecil di sudut. Hasil akhir yang bersih langsung didapat dari sumbernya.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan kebijakan platform tempat konten tersebut dipublikasikan. Beberapa platform mungkin tetap mewajibkan pelabelan konten buatan AI meskipun watermark terlihat sudah dihapus. Kewajiban tersebut berada di luar kendali Google dan bergantung pada aturan masing-masing layanan.
Peluncuran bertahap fitur ini menunjukkan komitmen Google untuk terus menyempurnakan pengalaman pengguna Gemini. Dengan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna, Google berharap dapat meningkatkan adopsi alat AI-nya di berbagai kalangan, baik kreator profesional maupun pengguna biasa yang membutuhkan hasil visual berkualitas.





Komentar
Belum ada komentar.