Telset.id – Airbnb memastikan peluncuran AI travel agent miliknya akan berlangsung pada paruh pertama 2027. Kepastian ini disampaikan Airbnb melalui shareholder letter kuartal ketiga 2026 yang dirilis pada Kamis (5/11/2026), sekaligus memerinci cara kerja agen tersebut dan pembedaannya dari chatbot AI biasa. Langkah ini menegaskan ambisi Airbnb masuk lebih dalam ke proses perencanaan perjalanan, bukan sekadar menjadi platform pemesanan penginapan.
Sebelumnya, Airbnb memang sudah beberapa kali memberi sinyal akan membangun agen perjalanan berbasis AI. Namun, perusahaan kini memberikan tenggat yang lebih spesifik untuk menghadirkan teknologi tersebut ke konsumen. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan kinerja kuartal ketiga yang kuat, dengan pendapatan tumbuh 19% menjadi US$4,87 miliar dan melampaui estimasi Wall Street.
Co-founder dan CEO Airbnb Brian Chesky menegaskan bahwa agen AI ini dirancang berbeda dari asisten AI serba guna. “Agen AI hari ini seperti Muse dan Instinct bagus untuk tugas rutin sederhana seperti membuat reservasi restoran atau menjadwalkan janji temu. Tapi merencanakan perjalanan itu berbeda,” ujarnya kepada analis dalam earnings call kuartal ketiga, Kamis.
Antarmuka Khusus, Bukan Chatbot Biasa
Airbnb menilai chatbot konvensional bukan cara yang tepat untuk merencanakan perjalanan. Karena itu, perusahaan mengembangkan pengalaman AI-native yang dirancang khusus, dengan antarmuka yang dibangun mengelilingi pertanyaan pengguna. Alih-alih jendela chat, agen ini memanfaatkan pustaka berisi ratusan elemen antarmuka khusus perjalanan, seperti peta, foto, perbandingan, kalender, dan itinerary, lalu menyusunnya secara real time sesuai kebutuhan pengguna.
“Yang kami lakukan adalah mengembangkan pengalaman AI-native yang dirancang khusus dan merespons apa yang dicari tamu. Jadi alih-alih hanya mengandalkan chat tradisional yang sangat padat teks, agen kami mengambil dari pustaka berisi ratusan komponen antarmuka khusus perjalanan, lalu menyusunnya secara real time untuk mencocokkan apa yang mereka cari,” kata Chesky. Menurutnya, agen ini akan terasa “sedikit seperti generative UI” karena menghadirkan antarmuka yang tepat pada waktu yang tepat sesuai kebutuhan perjalanan spesifik seseorang.
Chesky juga menegaskan pandangannya bahwa orang tidak akan memakai satu agen AI untuk segala hal. “Perjalanan itu aspirasional. Menemukan ke mana harus pergi dan di mana menginap adalah bagian dari pengalamannya. Faktanya, 80% traveler mengatakan mereka menikmati menghabiskan waktu meneliti perjalanan. Orang ingin melihat foto. Mereka ingin membandingkan rumah. Mereka ingin membuat keputusan bersama orang-orang yang ikut bepergian,” jelasnya. “Dan saya tidak berpikir agen serba guna adalah yang terbaik untuk melakukan itu. Jadi itulah sebabnya kami membangun agen AI kami sendiri,” tambah Chesky.
Baca Juga:
Dalam shareholder letter, Airbnb menyebut pengalaman hampir 20 tahun mempertemukan host dan tamu menjadi dasar bagaimana agen ini dibangun, karena mengintegrasikan wawasan tentang cara orang memesan dan menjadi host di platformnya. Perusahaan juga menyatakan keyakinannya bahwa AI adalah “hal terbaik yang pernah terjadi pada Airbnb” dan telah mengubah cara perusahaan mengembangkan produk serta beroperasi. Langkah ini sejalan dengan pengembangan AI search yang sebelumnya diuji coba Airbnb.
Bantu Sepanjang Perjalanan, dari Reservasi hingga Refund
Agen ini tidak hanya membantu pada tahap pemesanan. Airbnb menyebut agennya akan mampu membantu tamu sepanjang perjalanan, mulai dari mengubah reservasi atau menyelesaikan masalah pembayaran hingga membantu refund, rebooking, atau dukungan keamanan 24 jam. “Ini adalah hal-hal yang tidak bisa dilakukan agen pihak luar dengan mudah sendiri,” tulis perusahaan dalam shareholder letter.
Ke depan, Airbnb memperkirakan agen ini akan mampu membantu traveler dengan aspek lain dari perjalanan mereka, tidak hanya rumah dan hotel, tetapi juga layanan (services) dan pengalaman (experiences). Services dan experiences menjadi dua area yang semakin menjadi fokus perusahaan setelah redesain platform tahun lalu. Ambisi ini memperkuat arah Airbnb menuju super app dengan layanan yang lebih luas.
Dari sisi kinerja, Airbnb membukukan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar US$4,87 miliar, tumbuh 19% dan melampaui estimasi Wall Street. Perusahaan juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2026 menjadi “high teens”, dari sebelumnya “mid-teens”. “Airbnb kembali dalam mode pertumbuhan,” kata Chesky kepada analis. “Jarang ada marketplace sebesar kami yang mempercepat pertumbuhan lagi, tapi itulah yang sedang kami lakukan. Q3 adalah pertumbuhan pendapatan tercepat kami dalam lebih dari tiga tahun,” ujarnya.
Sebelumnya, Chesky memang sudah menyampaikan rencana peluncuran agen pada 2027, termasuk dalam Skift Global Forum, dengan menyebut antarmukanya akan “jauh lebih kaya dari chatbot”. Ia juga pernah menyatakan pandangannya bahwa chatbot bukan antarmuka yang tepat untuk perjalanan karena orang menikmati proses perencanaan dan mengantisipasi perjalanan. Dalam wawancara dengan TechCrunch bulan lalu, Chesky menekankan bahwa agen yang dibangun tidak boleh mengurangi elemen inspirasi dan browsing dalam perencanaan perjalanan.
Dengan tenggat paruh pertama 2027, Airbnb kini mengunci komitmen yang sebelumnya hanya berupa perkiraan “dalam setahun ke depan”. Peluncuran agen AI ini akan menjadi ujian bagi pendekatan generative UI yang diusung perusahaan, sekaligus menandai pergeseran cara traveler merencanakan perjalanan di platform tersebut. Seiring meningkatnya perhatian pada keamanan platform, isu seperti penipuan Airbnb dan penyalahgunaan rumah sewa tetap menjadi konteks yang relevan bagi pengguna yang mengandalkan layanan Airbnb.





Komentar
Belum ada komentar.