📑 Daftar Isi

Tampilan aplikasi Claude pada layar iPhone

Anthropic: Claude Dipakai Rusia Kembangkan Drone Otonom

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic ungkap aktor terhubung Rusia memakai Claude untuk propaganda, spionase, dan pengembangan drone otonom
  • Kelompok pengembang Rusia bangun perangkat lunak swarm drone DronDoc atau Serafim dengan Claude Code
  • Drone dirancang pilih target dan perintah detonasi tanpa keterlibatan manusia
  • Operasi spionase siber menyasar lebih dari 20 organisasi Ukraina dan Eropa
  • Anthropic identifikasi lima kasus penyalahgunaan biologis, tanpa menyebut negara tertentu

Telset.id – Anthropic mengungkap bahwa aktor yang terhubung dengan Rusia memanfaatkan Claude untuk berbagai aktivitas, mulai dari propaganda dan spionase hingga pengadaan peralatan militer serta pengembangan drone otonom. Temuan ini tertuang dalam laporan ancaman Anthropic edisi September 2026, yang menunjukkan bahwa teknologi AI kini mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim insinyur perangkat lunak, analis intelijen, dan spesialis keamanan.

Menurut laporan tersebut, Rusia yang terhantam sanksi dan kekurangan sumber daya bergantung pada teknologi asing canggih untuk mengompensasi keterbatasan mereka. Salah satu temuan paling menonjol adalah penggunaan Claude oleh sekelompok kecil pengembang lepas berbasis di Rusia untuk membangun perangkat lunak bagi swarm drone tempur otonom bernama DronDoc atau Serafim.

Claude membantu pengembangan koordinasi swarm, computer vision, terminal guidance, dan perangkat lunak lain yang memungkinkan drone memilih target, termasuk manusia, serta mengeluarkan perintah detonasi tanpa keterlibatan manusia dalam proses pengambilan keputusan. Para pengembang melatih sistem computer vision mereka menggunakan rekaman pertempuran Ukraina dan memakai lokasi di Ukraina untuk simulasi misi.

Selain itu, mereka memuat perangkat lunak ke development board nyata untuk pengujian hardware-in-the-loop, meskipun belum jelas apakah teknologi tersebut sudah diuji di lapangan. Para pengembang menggunakan Claude Code secara ekstensif untuk membangun dan menguji perangkat lunak swarm, dan mereka menghindari pembatasan geografis Anthropic dengan merutekan lalu lintas melalui VPN komersial.

Setelah Anthropic mengidentifikasi aktivitas tersebut sebagai dugaan pengembangan senjata, perusahaan memblokir akun yang terkait dengan kelompok itu dan memasukkan apa yang dipelajarinya ke dalam pengamanan tambahan. Namun, berdasarkan pengungkapan tersebut, pengamanan itu tidak langsung menghentikan proyek, dan Claude Code jelas membantu memajukan program swarm drone otonom.

Claude on an iPhone screen

Anthropic mengumpulkan cukup informasi tentang orang, akun, dan aktivitas mereka untuk menilai jenis kelompok tersebut, sehingga perusahaan menyatakan bahwa mereka bukan entitas negara Rusia. Meski Anthropic kemungkinan mengidentifikasi perusahaan atau organisasinya, mereka tidak menyebutkan nama entitas tersebut secara publik.

Selain pengembangan drone, Anthropic juga menemukan operasi spionase siber yang terhubung dengan negara Rusia yang menggunakan Claude untuk mengotomatisasi berbagai hal, mulai dari penyiapan infrastruktur dan phishing hingga pengembangan malware dan eksfiltrasi data. Kampanye ini menargetkan lebih dari 20 organisasi, termasuk entitas pemerintah, militer, intelijen, dan pertahanan Ukraina serta Eropa.

Aktor yang terhubung dengan Rusia juga memakai Claude untuk operasi propaganda, termasuk kampanye yang diarahkan negara Rusia di Republik Afrika Tengah yang memproduksi konten pro-Rusia dan pro-Wagner untuk radio, media lokal, dan Telegram. Sementara itu, Anthropic mengakui bahwa pengamanan mereka memblokir banyak permintaan berbahaya, namun perusahaan mengakui tidak dapat memblokir semuanya.

Risiko Penyalahgunaan Biologis AI

Anthropic juga mengakui bahwa “biological misuse” atau penyalahgunaan biologis, istilah yang digunakan untuk memperhalus aktivitas yang melibatkan senjata biologis, patogen berbahaya, racun, dan toksin, merupakan salah satu risiko paling serius dari model AI frontier. Model lama seperti Claude Opus 4 dan Sonnet 4.5 terbukti berada di bawah ambang batas untuk membantu riset biologis canggih secara signifikan, tetapi Anthropic tidak lagi bisa memberikan jaminan yang sama untuk model saat ini.

Dalam laporannya, Anthropic mengidentifikasi lima kasus di mana peneliti, beberapa di antaranya terkait dengan program yang didukung negara dan institusi militer, menggunakan Claude untuk riset biologis yang berpotensi membantu pengembangan senjata biologis. Anthropic tidak mengidentifikasi negara, organisasi, atau peneliti individual di balik lima studi kasus penyalahgunaan biologis tersebut.

Perusahaan sengaja menahan detail tersebut, sehingga laporan itu tidak mengatribusikan kasus mana pun kepada China, Iran, Rusia, atau negara spesifik lainnya. Lebih jauh, Anthropic tidak secara langsung menuduh para peneliti sedang membangun senjata biologis.

U.S. Navy

Temuan ini memperlihatkan bahwa lanskap ancaman AI semakin kompleks. Di satu sisi, model bahasa besar seperti Claude dirancang untuk membantu produktivitas dan riset. Di sisi lain, aktor-aktor dengan niat tertentu berupaya memanfaatkan kemampuan yang sama untuk tujuan yang merugikan, termasuk pengembangan perangkat militer otonom dan riset biologis sensitif.

Anthropic menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pengamanan berdasarkan temuan dari laporan ancaman ini. Namun, laporan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pengamanan tidak bisa menjadi satu-satunya lapisan pertahanan. Pengungkapan ini menegaskan bahwa pemanfaatan AI untuk aktivitas berbahaya, mulai dari drone otonom hingga penyalahgunaan biologis, kini menjadi bagian nyata dari lanskap ancaman teknologi global.

Bagi pengguna dan industri, laporan ini menegaskan pentingnya transparansi dari pengembang model AI frontier. Sebab, kemampuan model yang terus meningkat turut memperbesar potensi penyalahgunaan jika tidak diimbangi dengan pengamanan yang memadai.

[KONTEN SELESAI]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.