📑 Daftar Isi

Ilustrasi struktur saham khusus Anthropic dengan hak suara 50,1 persen untuk para pendiri sebelum IPO

Anthropic Minta Saham Khusus 50,1 Persen Sebelum IPO

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic minta pemegang saham setujui saham khusus dengan hak suara 50,1% untuk Dario Amodei dan enam co-founder
  • Struktur berlaku jika minimal tiga pendiri mempertahankan kepemilikan minimum
  • Pendekatan kelompok ini berbeda dari Zuckerberg di Meta dan Spiegel di Snap
  • Ketujuh pendiri hanya memiliki sekitar 2% saham masing-masing dan berjanji menyumbang 80% kekayaan
  • Long-Term Benefit Trust tetap memilih sebagian besar dewan, kursi pendiri naik jadi tiga, karyawan dapat saham pemutus
  • Anthropic bernilai $965 miliar pada Mei dan $1,5 triliun di pasar sekunder

Telset.id – Anthropic meminta pemegang saham menyetujui struktur kepemilikan baru yang memberi CEO Dario Amodei dan enam co-founder-nya saham khusus dengan hak suara gabungan sebesar 50,1% pada sebagian besar keputusan korporat. Langkah ini diambil menjelang rencana perusahaan masuk ke bursa saham alias IPO, dan menjadi sinyal bahwa para pendiri Anthropic ingin tetap memegang kendali atas perusahaan setelah sahamnya diperdagangkan secara publik.

Menurut laporan The Information, persetujuan struktur tersebut diminta “dalam beberapa hari ke depan”. Saham khusus itu akan berlaku selama minimal tiga dari tujuh pendiri tetap memegang kepemilikan dalam jumlah minimum yang ditentukan. Dengan begitu, kendali kelompok pendiri tetap terjaga meski kepemilikan ekonomi mereka kecil.

Pendekatan kolektif ini yang membuat langkah Anthropic berbeda dari perusahaan teknologi lain. Saham dengan hak suara super bukan hal baru di industri teknologi. Mark Zuckerberg menggunakan mekanisme serupa untuk mempertahankan kendali atas Meta, dan Evan Spiegel melakukannya di Snap. Daftar perusahaan dengan struktur serupa panjang. Yang tidak biasa adalah penerapannya pada sebuah kelompok, bukan pada satu figur pendiri tunggal.

Alasan di balik permintaan ini berkaitan dengan porsi kepemilikan para pendiri. Ketujuh co-founder Anthropic, termasuk Amodei, dilaporkan hanya memiliki sekitar 2% saham perusahaan masing-masing. Mereka juga telah berkomitmen menyumbangkan 80% dari kekayaan mereka, janji yang diumumkan Amodei pada Januari lalu bersamaan dengan peringatan bahwa konsentrasi kekayaan yang didorong AI berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat.

Saham khusus yang diminta tidak membawa nilai ekonomi tambahan. Fungsinya murni untuk mempertahankan kendali kelompok pendiri begitu perusahaan mulai diperdagangkan secara publik. Artinya, keuntungan finansial para pendiri tidak bertambah dari struktur ini, tetapi posisi mereka dalam menentukan arah perusahaan tetap terjaga.

Struktur Kepemilikan Anthropic dan Peran Long-Term Benefit Trust

Ada sejumlah detail penting dalam struktur yang diajukan. Anthropic memiliki Long-Term Benefit Trust yang tetap akan memilih sebagian besar anggota dewan. Kursi dewan untuk para pendiri juga akan bertambah, dari dua menjadi tiga. Selain itu, karyawan akan mendapatkan saham mereka sendiri yang berfungsi untuk memutus suara seri pada beberapa isu tertentu.

Kombinasi ini menunjukkan bahwa struktur kendali Anthropic tidak hanya bertumpu pada saham khusus para pendiri, tetapi juga pada mekanisme trust dan peran karyawan. Perusahaan tampaknya ingin memastikan bahwa keputusan strategis tetap berada dalam kerangka misi jangka panjang, bukan semata-mata tekanan pasar publik.

Anthropic sendiri berusia lima tahun dan baru-baru ini menjadi salah satu perusahaan AI paling bernilai di dunia. Pada Mei lalu, perusahaan ini disebut bernilai $965 miliar. Nilai itu kemudian melonjak di pasar sekunder menjadi $1,5 triliun, dan IPO yang akan datang diperkirakan mencerminkan valuasi baru tersebut.

Lonjakan valuasi ini menjadikan momen IPO Anthropic sebagai salah satu peristiwa paling dinanti di industri AI. Perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengembang model AI pesaing OpenAI itu kini berada di posisi yang menentukan, dengan nilai perusahaan yang terus naik dalam waktu singkat.

Permintaan struktur saham khusus ini juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika persaingan di industri AI. Anthropic dan OpenAI terus bersaing dalam mengembangkan model dan infrastruktur pendukung. Keduanya juga disebut tengah memburu data center kecil berkapasitas 20-30 MW untuk memperkuat kapasitas komputasi mereka.

Selain persaingan produk, perusahaan-perusahaan AI besar juga menghadapi sorotan hukum. Empat pengguna dilaporkan menggugat OpenAI, Anthropic, Grok, dan Gemini terkait isu antitrust AI. Gugatan semacam ini menambah lapisan kompleksitas bagi perusahaan yang sedang bersiap masuk bursa saham.

Di sisi lain, Anthropic juga memperluas kerja sama dengan mitra industri. Accenture baru-baru ini disebut masuk ke Anthropic untuk memulai evaluasi keamanan model AI. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada aspek keamanan dan tata kelola teknologinya.

Ekspansi lain yang dilakukan Anthropic adalah pembangunan fasilitas riset. Perusahaan dikabarkan bangun lab biologi di kawasan San Francisco Bay Area. Fasilitas ini menandakan bahwa ambisi Anthropic tidak berhenti pada model bahasa, tetapi juga menyentuh riset lintas disiplin.

Dampak bagi Karyawan dan Pasar Setelah IPO

Bagi karyawan, struktur yang diajukan membawa implikasi langsung. Mereka akan menerima saham sendiri yang dapat digunakan untuk memutus suara seri pada beberapa isu. Ini memberi karyawan posisi yang lebih kuat dalam tata kelola perusahaan dibandingkan sekadar sebagai pemegang opsi saham biasa.

Bagi pasar, keputusan Anthropic mengikuti pola yang sudah terbukti di perusahaan teknologi lain. Saham dengan hak suara super memungkinkan pendiri mempertahankan visi jangka panjang tanpa terombang-ambing oleh tekanan kuartalan investor publik. Namun, struktur ini juga sering menuai kritik karena dianggap mengurangi akuntabilitas manajemen terhadap pemegang saham mayoritas.

Yang membedakan Anthropic adalah komitmen filantropinya. Dengan janji menyumbangkan 80% kekayaan dan peringatan Amodei soal risiko konsentrasi kekayaan akibat AI, struktur saham khusus ini menempatkan perusahaan pada posisi yang menarik untuk dicermati. Di satu sisi, para pendiri membatasi keuntungan pribadi mereka. Di sisi lain, mereka justru memperkuat kendali atas perusahaan.

Persetujuan pemegang saham atas struktur ini akan menjadi penentu arah Anthropic dalam beberapa tahun ke depan. Jika disetujui, perusahaan akan memasuki bursa saham dengan model tata kelola yang menempatkan kelompok pendiri sebagai penjaga arah strategis, sementara Long-Term Benefit Trust dan perwakilan karyawan tetap memiliki peran dalam pengambilan keputusan tertentu.

Bagi publik yang mengikuti industri AI, langkah Anthropic ini menjadi contoh bagaimana perusahaan teknologi bernilai tinggi berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan modal publik dan keinginan mempertahankan kendali. Hasil akhirnya akan terlihat setelah IPO berlangsung dan struktur tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik tata kelola perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.