Telset.id – Anthropic resmi merilis pembaruan besar pada sistem memori Claude, yang kini dapat bekerja lintas platform antara chatbot Claude dan agen komputer Claude Cowork. Pengguna tidak perlu lagi mengulang informasi yang sama saat berpindah dari percakapan ke mode otomatisasi tugas.
Pembaruan ini menjawab keluhan paling umum pengguna agen AI, yaitu keharusan memberikan instruksi ulang secara konstan. Dengan sistem memori terpadu, Claude akan selalu mengingat konteks yang dipelajari di satu area, bahkan saat pengguna berinteraksi di area lain. Hal ini membuat pengalaman menggunakan Claude terasa seperti satu asisten yang berkelanjutan, bukan dua produk terpisah.
Memori Terpadu untuk Alur Kerja Lebih Lancar
Anthropic menjelaskan bahwa model mereka kini dapat mengakses dan membawa memori baik dari Claude chatbot maupun Claude Cowork. Cowork sendiri merupakan agen computer use yang dirilis Anthropic pada awal tahun untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin yang sering diulang pengguna setiap hari.
“Ketika Cowork menjalankan tugas di cloud, apa yang Claude ingat dari obrolan Anda ada di sana, dan sebaliknya,” demikian pernyataan resmi Anthropic. Dalam praktiknya, pengguna tidak perlu mengulang detail percakapan sebelumnya saat menggunakan Cowork, karena Claude sudah memiliki konteks dari riwayat chat.
Pembaruan ini juga melengkapi peningkatan sebelumnya pada ekstensi browser Claude for Chrome, di mana Cowork kini tersedia melalui plugin tersebut. Sejak perubahan itu, percakapan yang dilakukan di panel samping Chrome menjadi bagian dari riwayat penggunaan pengguna.
Sebagai gambaran, pengguna yang perlu menyusun laporan untuk atasan atau agenda konferensi tidak perlu lagi memasukkan ulang informasi seperti jumlah peserta, kota, dan daftar pembicara. Cowork akan memahami referensi tersebut berdasarkan percakapan sebelumnya tentang topik yang sama.
Selain itu, Claude kini menambahkan topik ke memori secara langsung saat pengguna mengobrol, bukan merangkum percakapan setelah selesai. Perubahan ini memudahkan perpindahan bolak-balik antara chat dan Cowork karena memori baru diperbarui dan dibagikan lebih cepat, bahkan saat percakapan masih berlangsung.
Kontrol Privasi dan Topik Sensitif
Anthropic juga memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas apa yang disimpan Claude dalam memorinya. Dalam beberapa pekan terakhir, pengguna sudah dapat melihat memori chatbot yang dikelompokkan berdasarkan topik serta mengedit detail setiap topik dari menu pengaturan Claude.
Kini perusahaan menambahkan opsi baru bernama “include sensitive topics in memory”. Secara default, Claude tidak menyimpan topik terkait materi pribadi atau sensitif seperti kesehatan, ras, etnis, keyakinan agama, politik, identitas gender, dan area serupa lainnya.
Jika pengguna mengaktifkan toggle topik sensitif, Claude akan mulai menambahkan topik tersebut ke memorinya. Setiap kali Claude menyimpannya, pengguna akan menerima notifikasi. Anthropic menegaskan bahwa Claude tidak akan menambahkan percakapan lama secara retroaktif ke memori, dan pengguna dapat mematikan fitur ini kapan saja serta mengedit atau menghapus data yang disimpan.
Alasan perusahaan membuat perubahan ini adalah karena “apa yang dianggap sensitif oleh sebagian orang, mungkin dianggap berguna oleh orang lain untuk diingat Claude.” Meski demikian, Anthropic menegaskan Claude tidak akan pernah menyimpan informasi tertentu seperti nomor jaminan sosial, riwayat kriminal, status imigrasi, ID yang diterbitkan pemerintah, atau hal lain yang melanggar kebijakan penggunaan yang berlaku — bahkan jika toggle topik sensitif diaktifkan sekalipun.
Fitur memori tersedia dan aktif secara default untuk semua akun Free, Pro, dan Max di platform web, desktop, dan mobile. Untuk pengguna Android dan iOS, perlu memperbarui aplikasi Claude ke versi terbaru agar dapat melihat pembaruan ini.
Pembaruan sistem memori ini menjadi langkah penting dalam pengembangan AI asisten yang lebih kontekstual. Dengan integrasi memori lintas platform, Anthropic berupaya menghilangkan friksi yang selama ini menghambat produktivitas pengguna saat berpindah antara tahap riset dan tahap eksekusi tugas.
Bagi pengguna yang ingin mengeksplorasi kemampuan Claude lebih jauh, berbagai pengembangan lain juga telah dilakukan. Sebelumnya, seorang Amazon Engineer membuktikan bahwa AI Claude Opus mampu meretas perangkat periferal, menunjukkan kapabilitas teknis model tersebut. Selain itu, Samsung juga memanfaatkan Claude Code untuk mempercepat proses verifikasi chip hingga 15 kali lipat, menandakan adopsi teknologi Claude di sektor industri.
Dengan hadirnya pembaruan memori terpadu ini, pengalaman menggunakan Claude diharapkan menjadi lebih mulus dan efisien, khususnya bagi pengguna yang mengandalkan agen AI untuk pekerjaan sehari-hari.





Komentar
Belum ada komentar.