Telset.id – Prospek IPO Anthropic berubah drastis setelah hasil pemilihan sela (midterm) Amerika Serikat memicu gejolak politik dan pasar. Rumor valuasi hingga US$2 triliun yang sempat menyelimuti perusahaan pembuat Claude itu kini berada dalam tekanan, dengan sejumlah investor mulai mempertimbangkan tawaran yang menilai Anthropic serendah US$1,1 triliun. Pergeseran ini menandai perubahan besar bagi perusahaan yang baru resmi mengajukan diri untuk melantai di bursa.
Tekanan tersebut bukan tanpa sebab. Pemilih Amerika Serikat secara mayoritas memilih kandidat yang berjanji menuntut pertanggungjawaban para pemimpin Silicon Valley, sekaligus menyetujui puluhan referendum yang menolak pembangunan pusat data. Pesan bipartisan ini langsung direspons pasar. Pada Kamis, aksi jual besar-besaran menghapus nilai pasar sebesar US$2,3 triliun, mencerminkan volatilitas dan ketidakpastian yang melanda sektor teknologi.
Anthropic berada tepat di pusat pusaran tersebut. Perusahaan mengajukan pencatatan saham ke publik dengan valuasi yang dirumorkan mencapai US$2 triliun hanya sepekan sebelum pemilihan. Kini, seperti dilaporkan Bloomberg, prospek itu merosot tajam seiring kacaunya kondisi pasar. Angka US$1,1 triliun masih terbilang valuasi raksasa, tetapi jauh menurun dibanding euforia awal yang menyertai rencana IPO perusahaan.
Tekanan Regulasi dan Pilihan Sulit Anthropic
Ketidakpastian kian terasa saat investor mempertimbangkan kemungkinan hambatan regulasi, bahkan potensi tekanan politik. Gairah Kongres untuk mengawasi ekspansi pusat data AI yang kontroversial dan tidak populer berpotensi mengancam atau memperlambat proyek konstruksi secara massal. Kondisi ini menempatkan Anthropic pada posisi yang harus diperhitungkan dengan cermat.
Perusahaan kini dihadapkan pada dua opsi. Pertama, menargetkan valuasi besar untuk memberi sinyal jelas ke pasar, dengan risiko mengalami kerugian besar pada pekan pertama perdagangan. Kedua, membuka dengan target yang lebih konservatif dan berharap pertumbuhan menyusul. Menunda rencana IPO justru berisiko menambah ketidakpastian.
“Biaya, baik secara fisik maupun reputasi, dari menunda IPO mungkin akan lebih merugikan valuasi dalam jangka panjang,” ujar kepala strategi ekuitas Morningstar, Michael Field, kepada Bloomberg. Ia menambahkan bahwa jika pasar bertahan pada level saat ini, perusahaan tinggal menyelesaikannya dengan valuasi yang sedikit lebih rendah, menerimanya, dan melangkah maju.
Meski begitu, Anthropic bukan perusahaan yang kehilangan uang dalam jumlah kecil. Perusahaan tercatat merugi lebih dari US$80 miliar pada paruh pertama 2026 saja. Angka tersebut tetap menjadi catatan penting di tengah besarnya valuasi yang diperbincangkan. Di sisi lain, dinamika internal Anthropic tetap berjalan, termasuk sejumlah langkah perusahaan yang sempat menjadi sorotan, seperti ketika Anthropic Tolak Iklan di Claude dan pengembangan sistem verifikasi output AI.
Baca Juga:
Perkembangan produk pun tak luput dari perhatian pasar. Perusahaan yang juga dikenal lewat inisiatif Sinyal Opt-Out AI bersama pemain industri lain ini menghadapi ujian baru: apakah fundamental teknologi mampu menopang ekspektasi valuasi di tengah iklim politik yang berubah.
Bayangan Regulasi dan Peta Politik Baru
Pertanyaannya kini, apakah Kongres baru dengan mayoritas Demokrat di kedua kamar akan menghasilkan pengawasan regulasi yang lebih ketat. Sejumlah anggota parlemen, termasuk calon ketua DPR Hakeem Jeffries, disebut menerima dukungan dana dari eksekutif Silicon Valley. Namun Reuters melaporkan bahwa Demokrat sudah bersiap “melepaskan banjir undang-undang baru” yang menyasar pengembangan AI dan pusat data begitu mereka mengambil kendali pada Januari.
Langkah itu berpotensi menjadi ayunan politik besar setelah dua tahun nyaris tanpa pengawasan. Meski demikian, Presiden Donald Trump masih memiliki kekuasaan untuk memveto rencana tersebut hingga 2028, yang bisa memberikan perlindungan bagi perusahaan AI. Namun jika hasil pemilihan sela pekan ini menjadi indikasi, gelombang regulasi bisa terbuka setelah masa jabatan keduanya berakhir.
Bagi Anthropic, situasi ini memperumit perhitungan menjelang IPO. Perusahaan mesti menimbang valuasi, waktu, dan risiko politik secara bersamaan. Sementara itu, dinamika industri AI terus bergerak, termasuk ketika Claude Nyaris Capai recursive self-improvement menurut pengakuan perusahaan. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya: apakah Anthropic memilih bertahan dengan target tinggi atau menerima valuasi lebih rendah demi kepastian.
[ META_DESCRIPTION]
Prospek IPO Anthropic berubah setelah hasil midterm AS memicu aksi jual US$2,3 triliun dan tekanan regulasi. Valuasi dilaporkan turun ke US$1,1 triliun.





Komentar
Belum ada komentar.