📑 Daftar Isi

Tampilan fitur Spaces di aplikasi Muse Meta dengan sidebar berisi daftar custom experience

Meta Rilis Spaces di Muse, Agen AI Kini Bisa Bangun Mini App Sendiri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta merilis Spaces, fitur di aplikasi Muse untuk membangun custom experience lewat deskripsi ide ke agen AI
  • Spaces bisa diintegrasikan dengan aplikasi pihak ketiga dan diperbarui otomatis di latar belakang
  • Pengguna dapat menyematkan, menyembunyikan, atau menjadwalkan tampilan Space
  • Mark Zuckerberg mengunggah peluncuran ini di X pada Jumat
  • Muse Voice hadir lebih dulu pada Kamis, Spaces jadi fitur Muse kedua dalam sepekan
  • Muse disebut punya 10 juta pengguna di AS dan Kanada per Oktober
  • Meta meluncurkan model khusus untuk Meta AI dan Muse berbasis pembelajaran Muse Wonder

Telset.id – Meta resmi menghadirkan Spaces, fitur baru di aplikasi Muse yang memungkinkan pengguna membangun pengalaman interaktif atau semacam mini app hanya dengan mendeskripsikan ide ke agen AI. Langkah ini menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan Google dan sejumlah alat pihak ketiga yang lebih dulu menawarkan kemampuan serupa, sekaligus memperluas peran Muse dari sekadar asisten percakapan menjadi pembangun aplikasi personal.

Spaces adalah fitur yang memungkinkan pengguna membuat pengalaman khusus (custom experience) di dalam aplikasi Muse. Meta tidak menyebutnya sebagai aplikasi atau mini app, melainkan “custom experience” yang dibangun di sekitar minat dan rutinitas harian pengguna. Caranya sederhana: cukup deskripsikan ide kepada Muse, lalu agen AI tersebut yang akan membangunnya. Pengguna juga dapat terus menyempurnakan sebuah Space dengan meminta Muse menambahkan bagian yang kurang, mengubah tampilan, atau menyesuaikan cara kerjanya.

Kemampuan ini menjadikan Muse bukan lagi sekadar agen yang menjawab pertanyaan, tetapi alat untuk merealisasikan ide yang biasanya berhenti di tengah jalan. Meta menyebut pendekatan ini sebagai cara agar pengguna tidak membiarkan ide-idenya tidak selesai, melainkan langsung membawanya ke Muse untuk dibangun dari nol sebagai pengalaman khusus tersendiri. Konsepnya mirip aplikasi di dalam aplikasi.

Cara Kerja Spaces dan Integrasi Aplikasi Pihak Ketiga

Spaces tinggal di sidebar antarmuka tempat pengguna berinteraksi dengan agen Muse. Saat sebuah Space diklik, percakapan akan terbuka dan Muse bekerja menuju tujuan tertentu atas nama pengguna. Contohnya, jika ingin merencanakan liburan, pengguna dapat membuka Space baru khusus untuk proyek tersebut dan kembali membukanya kapan pun ingin melanjutkan pekerjaan bersama Muse. Contoh lain yang diberikan Meta mencakup pelacak hadiah liburan, perencana pernikahan, atau ruang untuk proyek DIY.

“Deskripsikan sebuah ide di chat, dan Muse akan membangunkan sebuah space untuk Anda, entah itu tracker, planner, atau project board,” ujar Meta. Spaces juga dapat diintegrasikan dengan aplikasi dan informasi pihak ketiga. “Hubungkan aplikasi yang Anda gunakan, dan space Anda akan memperbarui dirinya sendiri di latar belakang, sehingga tanggal konser baru, perubahan harga, atau progres tabungan muncul tanpa harus Anda minta,” jelas perusahaan.

Pengguna memiliki kendali atas tampilan Spaces di aplikasi. Space dapat disematkan ke sidebar atau tab utama, disembunyikan, bahkan dijadwalkan kapan muncul. Sebagai contoh, perencana mingguan bisa tampil selama hari kerja dan berganti dengan rencana akhir pekan pada Sabtu. Dari sisi jenis pengalaman, pengguna bisa membuat apa saja mulai dari gim trivia hingga perencana perjalanan. Meta juga menyebut contoh seperti shopping hub untuk menampung seluruh wish list, daftar produk, dan ide hadiah; music tracker untuk memantau artis favorit dan mendapat notifikasi tanggal konser baru; school dashboard; wedding planner; podcast studio untuk brainstorming, riset, dan penulisan skrip; order tracker; hingga client hub.

Reaksi Zuckerberg dan Posisi Meta di Persaingan Agen AI

Pada Jumat, Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Meta, mengunggah soal fitur baru ini di X. “Playing around with spaces in Muse lately — tell Muse what you need and it builds it. I’ve made a BBQ game, an event tracker, and a home control dashboard. Excited to see what you build,” tulisnya. Spaces sendiri merupakan fitur Muse kedua yang diperkenalkan Meta dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Kamis, perusahaan mengumumkan Muse Voice, yang memungkinkan pengguna melakukan video chat dengan agen mereka dan memberikan perintah secara verbal.

Meta menyebut Spaces kini tersedia di semua tempat Muse tersedia. Bersamaan dengan Spaces, Meta juga meluncurkan model-model khusus untuk menggerakkan Meta AI dan Muse. Model tersebut dilatih menggunakan pembelajaran dari Muse Wonder, seri model paling cakap milik perusahaan, dan diklaim lebih baik dalam mengingat konteks penting serta memulihkan diri ketika sebuah tugas menemui kendala.

Kemampuan membangun pengalaman interaktif ini sebenarnya bukan hal baru di industri. Lebih dari setahun lalu, Google mengumumkan Opal, alat yang memungkinkan pengguna membuat mini app menggunakan AI. Beberapa bulan kemudian, Google membawa kemampuan itu ke Google AI Studio untuk membangun dan men-deploy aplikasi. Sejumlah alat pihak ketiga juga hadir, seperti Replit, yang memungkinkan pengguna melakukan vibe coding atas aplikasi mereka sendiri bahkan mempublikasikannya. Meta akhirnya bergabung dalam tren ini, tetapi dengan pendekatan yang diberi nama Spaces.

Di sisi lain, Muse beserta avatar menggemaskan yang membungkusnya diterima dengan cukup hangat dalam beberapa bulan terakhir. Dalam panggilan pendapatan pada Oktober, Zuckerberg menyebut agen tersebut memiliki 10 juta pengguna di Amerika Serikat dan Kanada, kurang dari dua bulan setelah agen itu debut. Meta terlihat sibuk membangun pengalaman pengguna di sekitar agen tersebut. Perusahaan juga bersaing dengan agen AI lain yang tampil dengan persona kartun serupa, termasuk dots milik OpenAI dan Grokbot dari SpaceXAI.

Meta sendiri bukan hanya menggarap Muse. Perusahaan tengah menghadapi sejumlah dinamika lain, termasuk langkah hukum terkait UU Media Sosial Anak di California, akuisisi Conductor di bidang AI coding, hingga rencana menghentikan dukungan Quest 2 dan Quest Pro pada Maret 2027. Deretan langkah itu menunjukkan Meta memperluas agen AI-nya ke berbagai lini produk sekaligus.

Dengan Spaces, pengguna kini bisa mengubah ide sederhana menjadi pengalaman interaktif yang personal dan terus diperbarui di latar belakang. Bagi Meta, fitur ini menjadi cara mempertahankan pengguna Muse lebih lama di dalam ekosistemnya, sekaligus menandai bahwa persaingan agen AI bergeser dari sekadar kecerdasan percakapan menuju kemampuan membangun alat yang benar-benar dipakai sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.