📑 Daftar Isi

Kevan Parekh CFO Apple berbicara dalam earnings call soal peluang pendapatan dari aplikasi pihak ketiga

Apple Incar Pendapatan Baru dari Aplikasi Pihak Ketiga demi Selamatkan Layanan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple memberi sinyal akan menambah pendapatan layanan dari aplikasi pihak ketiga
  • CFO Kevan Parekh sebut ada peluang di aplikasi pihak ketiga dan kemitraan
  • App Store tertekan regulasi dan penurunan mobile gaming
  • Komisi AS turun 18%, Brasil dan Jepang juga alami penurunan
  • Proyeksi pertumbuhan layanan 8-9% pada kuartal Desember

Telset.id – Apple dikabarkan tengah mencari cara untuk menopang pertumbuhan bisnis layanannya yang mulai tertekan. Dalam earnings call hari Senin, Apple memberi sinyal bahwa perusahaan berpotensi menambah pendapatan dari aplikasi pihak ketiga, meski rincian soal skema tersebut belum dijelaskan secara gamblang.

Bisnis layanan Apple sebenarnya masih berada di level rekor, tetapi menghadapi tekanan yang terus meningkat. Bagian inti dari bisnis tersebut, yakni App Store, telah menghadapi tekanan regulasi dan penurunan di segmen mobile gaming yang ikut memperlambat pertumbuhan layanan Apple.

Sinyal soal aplikasi pihak ketiga muncul ketika Kevan Parekh, Chief Financial Officer Apple, membahas bagaimana AI berpotensi “berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan seiring waktu.” Menurut Parekh, AI menawarkan alasan kuat bagi pelanggan untuk melakukan upgrade dan beralih perangkat demi mendapatkan kemampuan terbaru.

“Kami juga merasa ada peluang di seluruh aplikasi pihak ketiga dan kemitraan, serta peluang first-party,” ujar Parekh dalam earnings call tersebut. Namun, Parekh tidak menguraikan lebih lanjut soal jenis peluang apa yang tersedia melalui aplikasi pihak ketiga.

Tekanan Regulasi dan Minat Investor

Reuters melaporkan pada hari Senin bahwa investor mulai mempertanyakan apakah Apple bisa meraup untung dengan mendistribusikan AI agent pihak ketiga melalui App Store dan mengambil potongan dari pendapatan yang dihasilkan. Pertanyaan ini muncul di tengah perubahan regulasi dan hukum yang telah memangkas pendapatan komisi App Store di sejumlah pasar, bahkan saat bisnis layanan Apple secara keseluruhan terus tumbuh.

Estimasi pihak ketiga pada Agustus, misalnya, menunjukkan bahwa Apple mengalami penurunan 18% pada pendapatan komisi di Amerika Serikat. Penurunan serupa juga terjadi di Brasil dan Jepang setelah kedua negara tersebut memberlakukan regulasi baru.

Apple secara tradisional mengontrol pembayaran di dalam marketplace aplikasinya dengan ketat, termasuk mengambil potongan dari seluruh transaksi App Store. Namun, gugatan yang diajukan Epic Games pada akhirnya memaksa perusahaan mengizinkan aplikasi untuk mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran di luar App Store. Berbagai tantangan hukum lain di seluruh dunia turut menghambat bisnis tersebut.

Di sisi lain, Apple terus menyiapkan lini perangkat barunya di tengah tekanan pada bisnis layanan. Sejumlah produk anyar disebut bakal hadir, termasuk lima produk baru yang mencakup iPad Mini OLED hingga MacBook Pro layar sentuh.

Dalam earnings call tersebut, Parekh juga menyinggung masalah yang membelit App Store dan kembali pada gagasan bahwa bisnis layanan perusahaan bisa berekspansi ke wilayah baru. Menurutnya, performa App Store pada kuartal September serupa dengan tahun sebelumnya, dan Apple mencatat jumlah langganan berbayar yang memecahkan rekor dengan pertumbuhan dua digit untuk aplikasi pihak ketiga di App Store.

“Pada saat yang sama, kami memang melihat sejumlah hambatan di mobile gaming yang pernah kami bahas sebelumnya, dan kami memperkirakan hal itu akan berlanjut hingga kuartal musim panas,” kata Parekh.

Parekh menambahkan bahwa ke depan Apple memperkirakan pertumbuhan layanan berada di kisaran 8 hingga 9% pada kuartal Desember. Proyeksi tersebut mempertimbangkan estimasi terbaik perusahaan terhadap hambatan berurutan, terutama dari lisensi pihak ketiga dan tambahan setengah poin persentase dari nilai tukar mata uang asing yang disebutkan sebelumnya.

Dampak bagi Pengguna dan Ekosistem Aplikasi

Sinyal ekspansi ke aplikasi pihak ketiga ini muncul saat Apple berupaya menjaga momentum bisnis layanannya di tengah berbagai tekanan eksternal. Bagi pengguna, arah ini berpotensi memengaruhi cara aplikasi dan layanan AI pihak ketiga nantinya didistribusikan melalui App Store, meski Apple belum memerinci bentuk konkretnya.

TechCrunch telah menghubungi Apple untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan tersebut jika perusahaan memberikan respons. Sampai saat itu, pernyataan Parekh menjadi satu-satunya petunjuk resmi soal ketertarikan Apple pada peluang dari aplikasi pihak ketiga.

Di sisi perangkat, dinamika pasokan juga menjadi perhatian. Apple sebelumnya belum bisa memastikan kapan pasokan iPhone Duo kembali normal, menambah gambaran bahwa perusahaan menghadapi tantangan di berbagai lini bisnisnya.

Yang jelas, tekanan pada App Store bukan lagi soal tunggal. Penurunan komisi di sejumlah pasar, hambatan mobile gaming, dan proyeksi pertumbuhan layanan yang berada di kisaran 8 hingga 9% pada kuartal Desember menjadi faktor yang harus dihadapi Apple. Ketertarikan pada peluang dari aplikasi pihak ketiga pun tampak sebagai upaya menjajaki sumber pendapatan baru, meski tanpa rincian yang pasti.

[ META_DESCRIPTION]
Apple memberi sinyal akan menambah pendapatan layanan dari aplikasi pihak ketiga di tengah tekanan regulasi App Store dan turunnya mobile gaming.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.