📑 Daftar Isi

Manufaktur Singapura Optimistis Permintaan AI, 24 Persen Prospek Positif

Manufaktur Singapura Optimistis Permintaan AI, 24 Persen Prospek Positif

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sektor manufaktur Singapura tetap optimistis terhadap prospek bisnis selama enam bulan ke depan, didukung permintaan global yang berkelanjutan terkait kecerdasan buatan (AI), meskipun ketidakpastian geopolitik membayangi prospek ekonomi. Sikap itu disampaikan Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB) pada Senin, lapor Xinhua.

Secara saldo tertimbang bersih, 24 persen produsen mempertahankan prospek bisnis yang positif antara Oktober 2026 dan Maret 2027 dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2026. Angka tersebut berasal dari 29 persen perusahaan yang memperkirakan kondisi lebih baik dan 5 persen lainnya yang mengantisipasi kemerosotan.

Optimisme itu tidak merata di semua klaster. Klaster teknik presisi menjadi pihak yang paling optimistis, didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan investasi global terkait AI. Klaster elektronik juga memperkirakan kondisi yang kuat, didorong tingginya pesanan semikonduktor yang digunakan dalam aplikasi AI.

Sebaliknya, klaster bahan kimia menjadi pihak yang paling pesimistis. Perusahaan-perusahaan perminyakan mengkhawatirkan ketidakpastian pasokan bahan baku minyak mentah.

Dari sisi output, secara saldo tertimbang bersih 34 persen produsen memperkirakan bahwa produksi akan meningkat pada kuartal keempat tahun 2026 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Adapun pada sisi ketenagakerjaan, sebanyak 72 persen perusahaan memperkirakan tingkat tenaga kerja secara umum tidak berubah.

Tekanan Tarif dan Inflasi Bayangi Pesanan Ekspor

Survei EDB juga mencatat kekhawatiran pada sisi permintaan eksternal. Sebanyak 23 persen perusahaan mengantisipasi berbagai kesulitan dalam mengamankan pesanan ekspor, mengutip persaingan harga luar negeri serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, termasuk penerapan tarif dan tekanan inflasi.

Dengan demikian, gambaran sektor manufaktur Singapura pada periode Oktober 2026 hingga Maret 2027 bersifat terbelah. Permintaan AI menopang klaster teknik presisi dan elektronik, sementara klaster bahan kimia menanggung tekanan dari sisi pasokan minyak mentah dan sebagian produsen menghadapi risiko pesanan ekspor.

Klaster Teknik Presisi dan Elektronik Jadi Penopang

Dua klaster menjadi penopang utama optimisme manufaktur Singapura. Klaster teknik presisi menempati posisi paling optimistis karena ekspektasi pertumbuhan investasi global terkait AI masih berlanjut. Klaster elektronik menyusul dengan perkiraan kondisi kuat, ditopang tingginya pesanan semikonduktor untuk aplikasi AI.

Pesanan semikonduktor yang tinggi menunjukkan bahwa permintaan AI tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga merambat ke rantai pasok manufaktur. Hal ini sejalan dengan geliat solusi AI untuk manufaktur yang mulai dihadirkan ke pasar, seperti terlihat dalam solusi AI manufaktur yang dipamerkan sejumlah vendor.

Di sisi lain, klaster bahan kimia menjadi pengecualian. Perusahaan perminyakan di klaster ini mengkhawatirkan ketidakpastian pasokan bahan baku minyak mentah, sehingga prospeknya paling lemah dibanding klaster lain.

Survei EDB juga memperlihatkan bahwa optimisme produsen tidak otomatis berarti penambahan tenaga kerja. Mayoritas, yakni 72 persen perusahaan, memperkirakan tingkat ketenagakerjaan secara umum tidak berubah. Hanya sebagian yang mengantisipasi perubahan, sejalan dengan perkiraan kenaikan output pada kuartal keempat 2026.

Pada sisi lain, kekhawatiran pesanan ekspor yang dialami 23 persen perusahaan menyoroti bahwa persaingan harga luar negeri dan penerapan tarif masih menjadi faktor yang diperhitungkan produsen. Tekanan inflasi turut disebut sebagai bagian dari ketidakpastian ekonomi yang membayangi.

Bagi perusahaan yang bergerak di lini teknologi dan semikonduktor, sinyal dari EDB ini memperkuat posisi klaster elektronik sebagai penerima manfaat permintaan AI. Pengembangan chip generasi baru, seperti yang dilakukan pendanaan chip 2D di sektor semikonduktor, menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas.

Dengan data EDB, prospek manufaktur Singapura untuk enam bulan ke depan dapat dibaca sebagai kombinasi antara permintaan AI yang berkelanjutan dan tekanan eksternal yang belum mereda. Klaster teknik presisi dan elektronik memegang posisi paling kuat, sementara klaster bahan kimia dan produsen yang bergantung pada ekspor menghadapi risiko yang lebih besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.