Ilustrasi air minum kotor terkontaminasi bakteri dari limbah pusat data Meta

Bakteri Mematikan di Limbah Pusat Data Meta, Pemerintah Setempat Bereaksi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bakteri langka dan mematikan Cupriavidus gilardii ditemukan dalam limbah pusat data Meta di Cheyenne, Wyoming.
  • Pemerintah setempat melalui Cheyenne Board of Public Utilities (BOPU) mengeluarkan larangan menyeluruh terhadap praktik fill-and-flush discharge.
  • Goat Systems LLC, perusahaan yang terafiliasi dengan Meta, ditemukan dalam "ketidakpatuhan signifikan" terhadap peraturan limbah industri.
  • Bakteri Cupriavidus memiliki tingkat kematian 31,3 persen dari 32 infeksi yang diketahui sejak 2009, termasuk 10 kematian.
  • Meta bekerja sama dengan kontraktor Fortis untuk menyelesaikan masalah ini dan telah menghentikan pembuangan air limbah industri.
  • Insiden ini menjadi preseden bagi pengawasan ketat terhadap operasi pusat data AI di AS.

Telset.id – Pemerintah daerah di Cheyenne, Wyoming, Amerika Serikat, langsung mengambil tindakan tegas setelah menemukan bakteri langka dan mematikan dalam limbah pusat data Meta. Insiden ini memicu larangan luas terhadap praktik pembuangan limbah tertentu di seluruh kampus pusat data yang terhubung dengan layanan air kota.

Cheyenne Board of Public Utilities (BOPU) mengeluarkan larangan menyeluruh terhadap proses fill-and-flush discharge, yaitu metode di mana pusat data membanjiri sistem pendingin mereka dengan air sebelum dinyalakan untuk pertama kalinya. Keputusan ini diambil setelah satu perusahaan nakal, Goat Systems LLC yang terafiliasi dengan Meta, ditemukan telah membanjiri pipa limbah kota dengan air buangan fill-and-flush yang mengandung bakteri langka dan mematikan bernama Cupriavidus gilardii.

Menurut laporan Cowboy State Daily, Goat Systems dinyatakan dalam “ketidakpatuhan signifikan” terhadap peraturan limbah industri Cheyenne setelah investigasi berbulan-bulan menelusuri bakteri tersebut hingga ke pembuangan limbah Meta. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius mengingat potensi bahaya bakteri tersebut terhadap kesehatan masyarakat.

“Ini bukan sesuatu yang biasanya kami uji,” ujar Frank Strong, manajer divisi teknik dan sumber daya air Cheyenne BOPU, kepada Wyoming Tribune Eagle mengenai investigasi tersebut. Strong mencatat bahwa bakteri itu pertama kali terdeteksi selama pengujian rutin untuk kontaminasi tinja. Ia menambahkan bahwa ini adalah patogen yang aneh ditemukan di air limbah mana pun, bahkan dari pusat data sekalipun. “Kami benar-benar harus melalui proses yang cukup panjang untuk mencari tahu apa itu,” katanya.

Cupriavidus adalah patogen yang sedikit dikenal dan resisten terhadap berbagai obat. Meskipun infeksi pada manusia sangat jarang terjadi, bakteri ini telah dikaitkan dengan sepuluh kematian, termasuk tiga kasus yang melibatkan anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menurut satu tinjauan kasus Cupriavidus, infeksi bakteri ini memiliki tingkat kematian sebesar 31,3 persen, dari sampel 32 infeksi yang diketahui sejak tahun 2009.

“Begitu kami mengetahui tentang bakteri itu, dan dari mana asalnya, kami langsung menutup operasi mereka,” tegas Strong kepada Wyoming Tribune. Strong memberikan catatan bahwa sumber pasti patogen di dalam fasilitas tersebut masih belum diketahui, tetapi air limbah dari kampus Meta seluas 800.000 kaki persegi di Cheyenne—yang masih dalam tahap pembangunan—mengandung bakteri tersebut.

Meta, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan kontraktor konstruksi Fortis untuk “menyelesaikan masalah ini.” “Ketika dewan memberi tahu bahwa mereka menemukan zat di air limbah kota—bukan air minum umum—Fortis segera menghentikan pembuangan air limbah industri dan mulai mengangkutnya ke luar lokasi,” kata juru bicara Meta kepada Cowboy State.

Meskipun tampaknya belum ada yang tertular bakteri yang berpotensi mematikan akibat praktik fill-and-flush Meta, respons kota terhadap insiden ini menggarisbawahi sejauh mana masyarakat di seluruh Amerika Serikat mulai mengawasi pusat data dan dampak yang tidak dapat disangkal terhadap lingkungan sekitar mereka. Kejadian ini menjadi pengingat keras tentang risiko yang melekat pada infrastruktur AI yang terus berkembang pesat.

Dalam perkembangan lain, Meta juga terus berinovasi di bidang kecerdasan buatan. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan fitur terbaru untuk perangkat wearable mereka. Selain itu, Meta juga tengah menghadapi tantangan internal, di mana mereka mengakui transformasi AI belum berjalan sesuai ekspektasi awal.

Langkah tegas yang diambil oleh pemerintah Cheyenne menunjukkan bahwa kemarahan publik terhadap pusat data AI yang terus meningkat dapat dengan cepat berubah menjadi tindakan regulasi yang ketat. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana satu pelanggaran oleh satu pihak dapat berdampak pada seluruh industri di suatu wilayah.

Perusahaan seperti Meta, yang terus memperluas infrastruktur AI mereka, kini harus menghadapi pengawasan yang lebih ketat dari regulator lokal. Insiden di Cheyenne ini bisa menjadi preseden bagi kota-kota lain di AS yang juga memiliki pusat data besar untuk memperketat aturan pembuangan limbah industri.

Bakteri Cupriavidus gilardii yang ditemukan dalam limbah tersebut merupakan patogen yang sangat langka dan berbahaya. Meskipun infeksi pada manusia jarang terjadi, tingkat kematian yang mencapai 31,3 persen menjadikannya ancaman serius, terutama bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Temuan bakteri ini dalam limbah pusat data menimbulkan pertanyaan baru tentang standar keamanan dan kebersihan yang diterapkan dalam operasi infrastruktur AI.

Frank Strong dari Cheyenne BOPU menekankan bahwa proses identifikasi bakteri tersebut memakan waktu cukup lama karena bukan merupakan patogen yang umum diuji dalam pemeriksaan rutin. “Kami benar-benar harus melalui proses yang cukup panjang untuk mencari tahu apa itu,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada risiko-risiko lain yang belum terdeteksi dalam operasi pusat data yang memerlukan pengawasan lebih ketat.

Meta sendiri berjanji akan bekerja sama dengan kontraktor Fortis untuk menyelesaikan masalah ini. Langkah cepat yang diambil oleh Fortis untuk menghentikan pembuangan air limbah industri dan mulai mengangkutnya ke luar lokasi menunjukkan keseriusan mereka dalam menangani masalah ini. Namun, insiden ini telah meninggalkan dampak negatif pada reputasi Meta di mata publik dan regulator.

Ke depannya, insiden ini diperkirakan akan mendorong pemerintah daerah lain untuk meninjau kembali peraturan mereka terkait operasi pusat data. Pengawasan yang lebih ketat terhadap pembuangan limbah, terutama yang melibatkan bahan kimia dan biologis berbahaya, kemungkinan akan menjadi standar baru dalam industri ini.

Bagi masyarakat umum, kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun pusat data merupakan infrastruktur penting untuk mendukung layanan digital modern, operasinya tetap harus mematuhi standar lingkungan dan kesehatan yang ketat. Kegagalan dalam menjaga standar tersebut dapat menimbulkan risiko serius bagi masyarakat sekitar.

Dengan semakin meluasnya penggunaan AI dan kebutuhan akan pusat data yang lebih besar, kasus seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi jika tidak ada pengawasan yang ketat. Pemerintah daerah dan regulator harus bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memastikan bahwa ekspansi infrastruktur AI tidak mengorbankan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.