📑 Daftar Isi

Tampilan pengaturan privasi Google yang baru untuk pelatihan AI dengan data media pengguna

Google Kini Latih AI dengan Data Media Pengguna, Begini Cara Aturnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Google diam-diam mengubah pengaturan privasi untuk melatih AI dengan data media pengguna
  • Data yang digunakan meliputi gambar, file, rekaman audio dan video dari layanan Google Search
  • Perubahan berlaku otomatis untuk semua pengguna kecuali memilih opt-out manual
  • Fitur Google Lens, Search Live, dan Translate juga terpengaruh
  • Pengguna dapat menonaktifkan di halaman Search Services History dan Search Services Personalization
  • Opsi penghapusan data otomatis tersedia dalam 3, 18, atau 36 bulan

Telset.id – Google diam-diam mengubah pengaturan privasi yang memungkinkan perusahaan menyimpan lebih banyak data pengguna, termasuk media seperti gambar, file, serta rekaman audio dan video, untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka. Perubahan ini berlaku secara otomatis tanpa pemberitahuan eksplisit kepada sebagian besar pengguna.

Artinya, jika Anda mengunggah media apa pun ke layanan Google Search, data tersebut kini digunakan untuk melatih AI kecuali Anda secara manual memilih untuk keluar (opt-out). Kebijakan ini diumumkan melalui email pelanggan pada Juni 2026, namun banyak pengguna yang mungkin melewatkan informasi penting ini.

Dengan pembaruan ini, Google secara efektif mengikutsertakan pengguna ke dalam pelatihan AI yang diperluas dengan dalih memberikan kontrol lebih besar atas riwayat tersimpan dan rekomendasi yang dipersonalisasi. Perubahan ini mencerminkan pergeseran industri yang lebih luas menuju pengumpulan data dengan segala cara untuk meningkatkan layanan AI.

Dua Pengaturan Baru yang Perlu Diketahui

Pembaruan ini memperkenalkan dua pengaturan baru: Search Services History dan Personalized Recommendations. Kedua pengaturan ini memungkinkan Anda mengonfigurasi bagaimana aktivitas digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman Google dan berapa lama riwayat web serta aplikasi disimpan.

Penting untuk dicatat bahwa perubahan ini tidak hanya berlaku untuk Google Search, tetapi juga mencakup layanan pencarian lainnya seperti Maps, Shopping, Flights, Hotels, Translate, dan News. Ini berarti hampir semua interaksi Anda dengan ekosistem Google berpotensi digunakan untuk pelatihan AI.

Google mengonfirmasi penggunaan media untuk pelatihan secara langsung dalam email kepada pelanggan: “Seperti Riwayat Layanan Pencarian Anda, media tersimpan Anda juga digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan dan teknologi Google, termasuk model AI dan langkah-langkah keamanan.” Dokumentasi bantuan Google juga mencatat bahwa perusahaan “menggunakan riwayat Anda untuk menyediakan, mengembangkan, dan meningkatkan layanannya (seperti melatih model AI generatif) dan untuk melindungi Google, penggunanya, dan publik dengan bantuan peninjau manusia.”

Dampak pada Pengguna Aktif

Bagi pengguna yang sering menggunakan fitur-fitur visual dan suara Google, dampaknya cukup signifikan. Misalnya, saat Anda menggunakan Google Lens untuk mencari sesuatu secara visual dengan memotret, gambar tersebut kini dapat disimpan untuk pelatihan AI. Demikian pula, jika Anda menggunakan fitur Search Live untuk mencari melalui input suara di aplikasi Google, rekaman audio tersebut bisa disimpan.

Penggunaan Google Translate untuk berlatih berbicara juga menghasilkan rekaman audio yang disimpan. Ini berarti aktivitas sehari-hari yang mungkin dianggap pribadi kini menjadi bagian dari data pelatihan AI Google.

Perubahan ini mencerminkan tren industri yang lebih luas. Alih-alih hanya mengandalkan informasi yang di-scrape dari web, Google dan perusahaan lain semakin banyak mengumpulkan data yang diunggah atau dibuat pengguna saat menggunakan layanan mereka. Meta adalah contoh lain perusahaan teknologi konsumen yang melakukan hal ini secara besar-besaran, melatih AI-nya pada gambar dan media pengguna, serta konten yang direkam oleh kacamata AI-nya.

Beberapa penyimpanan ini bersifat sementara dan terkait dengan cara kerja produk, namun menurut bahasa Google sendiri, media yang disimpan juga dapat dipertahankan secara khusus untuk melatih AI-nya. Ini berarti tidak semua data yang Anda unggah akan otomatis dihapus setelah penggunaan awal.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan AI Google, Anda dapat membaca tentang Fitur Terbaru dari Google Gemini.

Cara Menyesuaikan Pengaturan

Kabar baiknya, Anda masih memiliki kendali atas pengaturan ini. Anda dapat mengubah preferensi di halaman Search Services History dan Search Services Personalization. Pada halaman pertama, Anda dapat menghapus centang pada kotak “Save Media” secara terpisah dari kotak “Search Services History”, atau menghapus centang keduanya.

Anda juga dapat mengonfigurasi seberapa sering data tersimpan akan dihapus secara otomatis — setelah tiga bulan, 18 bulan, atau 36 bulan. Dari sana, Anda dapat melompat ke halaman ini untuk menggali pengaturan privasi lainnya, termasuk Web & App Activity, Timeline, YouTube History, dan lainnya.

Selain media tersimpan, Google juga menggunakan riwayat pencarian, lokasi, dan informasi lain dari situs web yang Anda kunjungi untuk mempersonalisasi pengalaman di Google, termasuk iklan yang ditampilkan. Sebelum pembaruan ini, Google memungkinkan Anda mengonfigurasi data riwayat pencarian apa yang disimpan melalui pengaturan “Web & App Activity”.

Sekarang, pengaturan tersebut telah dipisahkan menjadi dua: data Web & App Activity dan pengaturan data Search baru, yang aktif secara default. Ini berarti jika Anda melakukan perubahan pada pengaturan retensi data Web & App Activity dalam upaya untuk tidak ikut serta dalam penyimpanan data oleh raksasa teknologi ini, pembaruan tersebut tidak lagi memengaruhi penggunaan layanan Google Search, karena kini merupakan opsi terpisah.

Perubahan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang privasi pengguna di era AI. Meskipun Google menawarkan opsi untuk menonaktifkan fitur ini, fakta bahwa perubahan diterapkan secara diam-diam dan mengikutsertakan pengguna secara otomatis menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih besar terhadap pengaturan privasi akun Google Anda.

Bagi pengguna yang peduli dengan privasi data, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi akun Google. Ini termasuk menonaktifkan opsi “Save Media” dan mengatur periode penghapusan data otomatis sesuai preferensi Anda.

Untuk memahami lebih lanjut tentang bagaimana Google menggunakan AI, Anda dapat membaca tentang Iklan Kontroversial yang pernah dibuat Google.

Perubahan kebijakan ini juga menyoroti pentingnya membaca dan memahami pembaruan kebijakan privasi dari perusahaan teknologi. Banyak pengguna cenderung mengabaikan email pemberitahuan perubahan kebijakan, namun seperti yang terlihat dalam kasus ini, perubahan tersebut bisa memiliki implikasi signifikan terhadap privasi data pribadi.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi pendekatan serupa untuk mengumpulkan data pelatihan AI, pengguna perlu lebih proaktif dalam mengelola pengaturan privasi mereka. Ini bukan hanya tentang Google, tetapi juga tentang bagaimana data Anda digunakan oleh berbagai platform digital yang Anda gunakan sehari-hari.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang fitur-fitur Google lainnya, Anda bisa melihat informasi tentang Widget Play Store yang sedang dipersiapkan Google.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.