Telset.id – Cyera, perusahaan keamanan data yang baru saja mengumpulkan dana USD 600 juta dengan valuasi USD 12 miliar, mengumumkan penandatanganan surat niat untuk mengakuisisi Oasis Security senilai sekitar USD 1 miliar atau setara Rp16 triliun. Akuisisi ini menyoroti pasar keamanan siber yang berkembang pesat untuk melindungi perusahaan dari ancaman yang dipersenjatai AI.
Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa lalu ini diperkirakan akan dibayar sebagian besar secara tunai, dengan sisanya dalam bentuk saham Cyera. Oasis Security sendiri berfokus pada identitas non-manusia, terutama agen AI. Langkah ini menjadi strategi Cyera untuk merespons proliferasi agen AI yang semakin masif di kalangan perusahaan.
Perusahaan kini harus menerapkan perangkat lunak keamanan siber yang memantau perilaku agen AI dan memberikan izin kepada mereka untuk mengakses perangkat lunak lain. Akuisisi ini menandai langkah besar Cyera dalam memperkuat portofolio keamanan identitas dan data di era kecerdasan buatan.
Detail Akuisisi dan Latar Belakang Oasis Security
Oasis Security didirikan pada tahun 2022 dan telah mengumpulkan dana sekitar USD 195 juta dari investor ternama seperti Accel, Craft Ventures, Cyberstarts, dan investor lainnya. Fokus utama perusahaan ini adalah menangani identitas non-manusia, yang mencakup agen AI dan entitas otomatis lainnya yang beroperasi di lingkungan perusahaan.
Seiring dengan menjamurnya jumlah agen AI, kebutuhan akan solusi keamanan yang mampu mengelola dan mengamankan identitas non-manusia menjadi semakin krusial. Oasis Security hadir untuk mengisi celah pasar tersebut dengan teknologi yang memungkinkan perusahaan memonitor dan mengontrol akses agen AI ke sistem internal.
Cyera sendiri telah menunjukkan agresivitas dalam ekspansi melalui akuisisi. Sebelumnya, perusahaan yang berbagi investor Accel dan Cyberstarts dengan Oasis ini baru saja mengakuisisi Ryft yang didukung Index Ventures dan Genie Security yang baru berusia kurang dari satu tahun.
Dampak Akuisisi bagi Pasar Keamanan Siber
Kesepakatan ini menyoroti pasar keamanan siber yang sedang melonjak, khususnya untuk melindungi perusahaan dari ancaman yang dipersenjatai AI. Dengan mengintegrasikan teknologi Oasis, Cyera berencana membangun platform keamanan identitas dan data yang terpadu.
Meskipun Cyera baru saja melampaui USD 150 juta dalam pendapatan tahunan berulang (ARR), perusahaan yang berusia lima tahun ini masih jauh dari profitabilitas. TechCrunch melaporkan bulan lalu bahwa Cyera telah mengumpulkan total pendanaan sekitar USD 2,3 miliar.
Baca Juga:
Pasca akuisisi, Cyera berencana mengintegrasikan teknologi Oasis ke dalam platform keamanan identitas dan data yang terpadu. Langkah ini akan memungkinkan perusahaan menawarkan solusi komprehensif yang mencakup keamanan data tradisional sekaligus keamanan identitas non-manusia yang menjadi kebutuhan baru di era AI.
Penggabungan teknologi ini menjadi krusial karena perusahaan harus menerapkan perangkat lunak keamanan siber yang memantau perilaku agen AI dan memberikan izin akses yang tepat. Tanpa sistem keamanan yang memadai, agen AI bisa menjadi celah keamanan baru yang rentan dieksploitasi.
Cyera, yang berbagi investor Accel dan Cyberstarts dengan Oasis, telah menunjukkan strategi pertumbuhan melalui akuisisi. Perusahaan baru-baru ini mengakuisisi Ryft yang didukung Index Ventures dan Genie Security yang baru berusia kurang dari satu tahun. Akuisisi ini menunjukkan tren akuisisi startup AI yang semakin masif di industri teknologi.
Dengan pendanaan total sekitar USD 2,3 miliar, Cyera memiliki modal yang cukup untuk terus melakukan ekspansi. Meskipun perusahaan masih jauh dari profitabilitas, valuasi USD 12 miliar menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis keamanan data di era AI.
Pasar keamanan siber untuk AI diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri. Perusahaan-perusahaan besar kini mulai menyadari pentingnya melindungi infrastruktur AI mereka dari serangan siber yang semakin canggih.
Kesepakatan akuisisi ini juga menunjukkan bahwa investor melihat potensi besar dalam solusi keamanan yang dirancang khusus untuk mengelola identitas non-manusia. Oasis Security, dengan fokusnya pada agen AI, berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan tren ini.
Cyera berencana mengintegrasikan teknologi Oasis ke dalam platform keamanan identitas dan data yang terpadu. Langkah ini akan memungkinkan perusahaan menawarkan solusi komprehensif yang mencakup keamanan data tradisional sekaligus keamanan identitas non-manusia yang menjadi kebutuhan baru di era AI.
Dengan valuasi USD 12 miliar dan pendanaan USD 600 juta terbaru, Cyera diposisikan sebagai pemain utama di pasar keamanan data. Akuisisi Oasis Security senilai USD 1 miliar ini akan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi ancaman keamanan yang dipersenjatai AI.
Perusahaan kini harus menerapkan perangkat lunak keamanan siber yang memantau perilaku agen AI dan memberikan izin akses yang tepat. Oasis Security, dengan teknologi identitas non-manusianya, menawarkan solusi yang tepat untuk kebutuhan ini.
Cyera yang berbagi investor Accel dan Cyberstarts dengan Oasis telah menunjukkan strategi pertumbuhan melalui akuisisi. Perusahaan baru-baru ini mengakuisisi Ryft yang didukung Index Ventures dan Genie Security yang baru berusia kurang dari satu tahun.
Meskipun Cyera baru saja melampaui USD 150 juta dalam pendapatan tahunan berulang (ARR), perusahaan yang berusia lima tahun ini masih jauh dari profitabilitas. TechCrunch melaporkan bulan lalu bahwa Cyera telah mengumpulkan total pendanaan sekitar USD 2,3 miliar.
Kesepakatan akuisisi ini menyoroti pasar keamanan siber yang sedang melonjak, khususnya untuk melindungi perusahaan dari ancaman yang dipersenjatai AI. Dengan mengintegrasikan teknologi Oasis, Cyera berencana membangun platform keamanan identitas dan data yang terpadu.
Oasis Security didirikan pada tahun 2022 dan telah mengumpulkan dana sekitar USD 195 juta dari investor ternama seperti Accel, Craft Ventures, Cyberstarts, dan investor lainnya. Fokus utama perusahaan ini adalah menangani identitas non-manusia, yang mencakup agen AI dan entitas otomatis lainnya yang beroperasi di lingkungan perusahaan.
Seiring dengan menjamurnya jumlah agen AI, kebutuhan akan solusi keamanan yang mampu mengelola dan mengamankan identitas non-manusia menjadi semakin krusial. Oasis Security hadir untuk mengisi celah pasar tersebut dengan teknologi yang memungkinkan perusahaan memonitor dan mengontrol akses agen AI ke sistem internal.
Cyera sendiri telah menunjukkan agresivitas dalam ekspansi melalui akuisisi. Sebelumnya, perusahaan yang berbagi investor Accel dan Cyberstarts dengan Oasis ini baru saja mengakuisisi Ryft yang didukung Index Ventures dan Genie Security yang baru berusia kurang dari satu tahun.
Cyera berencana mengintegrasikan teknologi Oasis ke dalam platform keamanan identitas dan data yang terpadu. Langkah ini akan memungkinkan perusahaan menawarkan solusi komprehensif yang mencakup keamanan data tradisional sekaligus keamanan identitas non-manusia yang menjadi kebutuhan baru di era AI.
Dengan valuasi USD 12 miliar dan pendanaan USD 600 juta terbaru, Cyera diposisikan sebagai pemain utama di pasar keamanan data. Akuisisi Oasis Security senilai USD 1 miliar ini akan semakin memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi ancaman keamanan yang dipersenjatai AI.





Komentar
Belum ada komentar.