📑 Daftar Isi

Ilustrasi infrastruktur AI nasional dengan server dan GPU yang didukung energi hijau

Dana Abadi AI Dorong Percepatan Infrastruktur Nasional

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kemkomdigi nilai Sovereign AI Fund sebagai pendorong percepatan infrastruktur AI nasional
  • Direktur AIKITA Aju Widyasari tegaskan infrastruktur sebagai fondasi kedaulatan AI
  • Skema insentif dan pendanaan energi hijau untuk pusat data GPU menjadi prioritas
  • Danantara berperan dalam pendanaan melalui kerja sama investor domestik dan internasional
  • Pembentukan dana diperkirakan dimulai periode 2027 hingga 2029
  • Dana mencakup pusat data, komputasi, talenta digital, dan ekosistem AI nasional
  • Energi hijau menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur AI

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai pembentukan dana abadi kecerdasan buatan atau Sovereign AI Fund dapat menjadi pendorong utama percepatan pembangunan infrastruktur AI nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk mewujudkan kedaulatan AI Indonesia di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Kemkomdigi, Aju Widyasari, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam upaya Indonesia mencapai kedaulatan AI. “Kalau kita bicara infrastruktur, untuk masuk menjadi sovereign AI, tahap pertamanya adalah apa yang bisa kita siapkan untuk mendukung infrastruktur berbasis GPU ini hadir dengan pendukung yang cukup,” kata Aju dalam diskusi di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang paling mendesak adalah skema insentif dan pendanaan untuk memperluas pemanfaatan energi hijau dalam operasional pusat data AI. Aju menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat memainkan peran strategis dalam mendukung pendanaan tersebut melalui kerja sama investasi yang melibatkan investor domestik maupun internasional.

“Salah satunya adalah bentuk insentif atau funding untuk penyediaan energi hijau. Di sini ada peran dari Danantara untuk bisa memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau,” ujarnya.

Tantangan Energi dan Kebutuhan GPU

Aju menjelaskan bahwa kebutuhan energi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI. Pusat data yang menggunakan unit pemrosesan grafis (GPU) membutuhkan pasokan listrik yang besar dan berkelanjutan. Hal ini menjadikan ketersediaan energi hijau sebagai faktor kritis yang tidak bisa diabaikan.

Menurut Aju, peta jalan pengembangan energi hijau yang telah disiapkan pemerintah menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur AI nasional. “Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI,” katanya.

Pemerintah diketahui sedang menyiapkan dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund) guna mendukung pengembangan ekosistem AI nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat teknologi AI di Asia Tenggara. Dana tersebut diusulkan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan skema pembiayaan yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta.

Jadwal dan Skema Pendanaan

Pembentukan Sovereign AI Fund diperkirakan dapat dimulai pada periode 2027 hingga 2029. Dana tersebut dirancang untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI secara komprehensif, termasuk pusat data, layanan komputasi, pengembangan talenta digital, serta berbagai kebutuhan ekosistem AI nasional lainnya.

Skema pembiayaan yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat. Kehadiran Danantara sebagai pengelola dana juga memberikan keyakinan bahwa investasi akan dikelola secara profesional dan transparan.

Langkah Kemkomdigi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem AI yang mandiri. Dengan dukungan pendanaan yang memadai, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara. Namun, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Untuk memastikan kepatuhan platform digital, Kemkomdigi juga aktif melakukan pengawasan terhadap berbagai pihak, termasuk diskusi kepatuhan Roblox terhadap regulasi yang berlaku.

Komentar

Belum ada komentar.