Kebun pohon chestnut di California yang menjadi bagian dari upaya pelestarian spesies chestnut Amerika.

Data Center AI Nscale Ancam Hutan Chestnut di West Virginia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Proyek Monarch Compute Campus dari Nscale berpotensi menggusur kebun berisi 200 pohon chestnut tahan blight di West Virginia
  • Kebun ditanam 1970-an dari chestnut Amerika liar dan menjadi "perpustakaan genetika" serta sumber benih utama restorasi spesies
  • Chestnut Amerika nyaris punah akibat wabah chestnut blight sejak 1904, menewaskan sekitar 4 miliar pohon
  • Fasilitas akan membentang 2.250 acre dengan kapasitas 8 gigawatt untuk perusahaan AI seperti Anthropic
  • Investasi proyek melebihi $20 miliar, dikembangkan bersama Nvidia dan Caterpillar

Telset.id – Rencana pembangunan pusat data hyperscale bernama Monarch Compute Campus di West Virginia berpotensi menghancurkan kebun berisi 200 pohon chestnut yang tahan terhadap penyakit blight. Proyek yang dikembangkan Nscale ini disebut sebagai salah satu investasi infrastruktur AI terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, namun berada di ambang konflik dengan upaya pelestarian spesies pohon yang telah berjuang pulih selama lebih dari satu abad.

Informasi ini pertama kali diangkat melalui seruan bertajuk From the Front Lines: Struggles for Justice, publikasi dari Global Justice Ecology Project yang berbasis di New York. Menurut laporan tersebut, kebun chestnut yang terancam digusur merupakan bagian penting dari upaya pemulihan spesies yang hampir punah akibat wabah penyakit pada awal 1900-an.

Sejarah kelam pohon chestnut Amerika dimulai pada 1904, ketika jamur necrotrophic bernama chestnut blight menyapu Amerika Utara. Jamur ini terbawa melintasi Samudra Pasifik melalui pohon chestnut dari Jepang dan China. Tanpa resistensi alami terhadap serangan jamur tersebut, pohon chestnut Amerika Utara yang dulunya melimpah porak-poranda, menewaskan sekitar 4 miliar pohon di seluruh Amerika Serikat. Kini, yang tersisa dari pohon chestnut Amerika yang tumbuh alami hanyalah tunggul, yang tunasnya tidak pernah mencapai kematangan.

Meski para ahli hortikultura telah mengembangkan sejumlah hibrida tahan blight untuk menjaga spesies ini tetap hidup secara teknis, kebun yang benar-benar matang tetap sangat langka. Tercatat kurang dari 4.300 acre pohon chestnut penghasil buah di seluruh Amerika Serikat bagian kontinental pada 2023. Angka ini menunjukkan betapa rentannya populasi pohon chestnut yang tersisa, dan mengapa setiap kebun yang masih berdiri memiliki nilai yang tidak tergantikan.

Kebun yang berada di bawah ancaman proyek data center AI ini ditanam pada 1970-an dari pohon chestnut Amerika liar yang masih bertahan. Menurut Front Lines, kebun tersebut merupakan “perpustakaan genetika” yang vital dan menjadi sumber benih utama untuk memulihkan spesies di seluruh West Virginia. Pohon-pohon chestnut jenis ini disebut “irreplaceable” atau tidak tergantikan, berfungsi sebagai garis hidup krusial bagi generasi baru pertumbuhan chestnut di masa depan.

Di sisi lain, Nscale sebagai pengembang proyek menyebut Monarch Compute Campus sebagai “salah satu investasi infrastruktur AI tunggal terbesar dalam sejarah AS, yang menjadi jangkar fondasi komputasi Amerika.” Proyek ini dikembangkan “bekerja sama dengan Nvidia dan Caterpillar,” sebagaimana tertulis dalam posting blog perusahaan. Kolaborasi dengan dua nama besar di industri teknologi dan peralatan berat ini menegaskan skala ambisi proyek tersebut.

Berdasarkan rencana pengembangan saat ini, fasilitas Monarch yang dibangun sepenuhnya akan membentang lebih dari 2.250 acre. Pusat data ini akan memasok 8 gigawatt kapasitas komputasi kepada perusahaan-perusahaan AI seperti Anthropic. Volume kapital yang digelontorkan untuk proyek ini tercatat lebih dari $20 miliar secara keseluruhan, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur teknologi paling besar yang pernah direncanakan di Amerika Serikat.

Besarnya nilai investasi dan kapasitas komputasi yang ditawarkan membuat upaya menghentikan pembangunan pusat data ini menjadi tantangan yang tidak mudah. Hal ini sejalan dengan dinamika industri AI global yang terus menuntut infrastruktur komputasi dalam skala masif, sebagaimana terlihat pada berbagai inisiatif layanan pemerintah AS yang turut memanfaatkan teknologi AI.

Ketegangan antara pembangunan pusat data dan pelestarian lingkungan bukanlah hal baru. Sebelumnya, Finlandia memerintahkan Google untuk menangguhkan pembangunan pusat data baru setelah kontraktor menutup hutan yang dilindungi. Kasus Monarch Compute Campus di West Virginia menambah daftar panjang benturan antara ekspansi infrastruktur teknologi dan konservasi lingkungan hidup.

Bagi spesies chestnut Amerika, keberadaan kebun di West Virginia bukan sekadar soal jumlah pohon. Kebun ini berperan sebagai sumber benih utama untuk restorasi spesies di seluruh wilayah. Jika 200 pohon tahan blight tersebut digusur, upaya pemulihan yang telah berjalan puluhan tahun berpotensi kehilangan salah satu pijakan terpentingnya. Sementara itu, proyek Monarch Compute Campus tetap menjadi salah satu fondasi utama ambisi komputasi AI Amerika Serikat dengan nilai investasi lebih dari $20 miliar dan kapasitas 8 gigawatt.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil Nscale, Nvidia, maupun Caterpillar terkait keberadaan kebun chestnut tersebut. Yang jelas, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana ekspansi infrastruktur AI skala besar bersinggungan langsung dengan kepentingan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

A chestnut grove in California.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.