Telset.id – Disney resmi mengangkat Karandeep Anand, mantan CEO Character.AI, sebagai chief technology officer (CTO) pertama dalam sejarah perusahaan. Penunjukan ini menjadi langkah penting bagi Disney yang tengah memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi, sekaligus menandai babak baru hubungannya dengan perusahaan AI yang sebelumnya dituduh melanggar hak kekayaan intelektual Disney.
Karandeep Anand bukan nama asing di industri teknologi. Ia sebelumnya menjabat sebagai CEO Character.AI sejak Mei 2025, setelah sebelumnya berperan sebagai board adviser di perusahaan yang sama. Sebelum berkarier di Character.AI, Anand menghabiskan waktu di Facebook antara 2015 hingga 2021, dan sebelum itu menekuni karier selama 15 tahun di Microsoft. Kombinasi pengalaman di infrastruktur, teknologi konsumen, dan AI inilah yang disebut Disney sebagai alasan utama pemilihannya.
CEO Disney, Josh D’Amaro, menyatakan bahwa Anand membawa campuran pengalaman yang jarang dimiliki di bidang infrastruktur, teknologi konsumen, dan AI. Menurut D’Amaro, Anand akan menjadi tambahan vital bagi tim kepemimpinan senior Disney dalam memperkuat tiga prioritas perusahaan: storytelling hebat sebagai North Star, teknologi yang melayani kreativitas, dan operasional sebagai One Disney. D’Amaro juga menyebut Anand memiliki antusiasme dan rasa hormat nyata terhadap Disney, serta pemahaman jelas tentang titik temu teknologi dan kreativitas.
Tugas dan Tanggung Jawab CTO Baru Disney
Sebagai CTO, Anand akan mengawasi sejumlah area teknologi inti Disney, termasuk enterprise technology serta platform data dan AI perusahaan. Ia juga akan membawa sejumlah staf teknis dari Character.AI untuk bergabung bersamanya. Penunjukan ini menjadikan Anand sebagai salah satu eksekutif yang melapor langsung kepada CEO Disney, menegaskan posisi strategis teknologi dalam arah perusahaan ke depan.
Langkah ini sejalan dengan pendekatan D’Amaro sejak menjabat sebagai CEO pada Februari. D’Amaro dikenal gencar mendorong kapabilitas Disney sebagai perusahaan teknologi, dengan memposisikan layanan streaming dan aplikasi Disney+ sebagai pusat masa depan perusahaan. Penunjukan Anand, yang membawa pengalaman langsung memimpin perusahaan AI, menjadi upaya lanjutan untuk mewujudkan visi tersebut. Sebagai gambaran, Disney+ sendiri terus memperluas cakupan kontennya, termasuk lewat konten TikTok di Disney+ yang menghadirkan video vertikal buatan kreator.
Selain mengangkat Anand, Disney juga mempromosikan Adam Smith, mantan chief product and technology officer untuk Disney Entertainment dan ESPN, ke posisi baru sebagai Chairman of Direct-to-Consumer untuk Disney Entertainment. Promosi ini melengkapi restrukturisasi jajaran kepemimpinan teknologi dan produk Disney di tengah upayanya memperkuat lini bisnis direct-to-consumer.
Dari Somasi ke Kursi Kepemimpinan
Penunjukan Anand terbilang menarik karena Disney sebelumnya menempuh jalur hukum terhadap Character.AI. Pada September 2025, Disney mengirim surat somasi (cease and desist) kepada Character.AI, menuduh platform tersebut menawarkan chatbot berbasis karakter milik Disney dan menilai produk itu berbahaya bagi anak-anak. Character.AI memungkinkan pengguna membuat karakter virtual dengan AI generatif untuk diajak berinteraksi, dan Disney menuding perusahaan itu menampung karakter berhak cipta dari waralaba miliknya. Tuduhan Disney saat itu berbobot karena Character.AI juga telah disebut dalam gugatan kematian akibat kelalaian yang melibatkan sejumlah pengguna di bawah umur, serta digugat atas dugaan bahwa chatbot-nya mendorong pengguna melakukan self-harm dan bunuh diri.
Baca Juga:
Meski demikian, sikap Disney terhadap AI tampaknya tidak sepenuhnya menolak. Pada Desember 2025, hanya beberapa bulan setelah somasi kepada Character.AI, Disney menyetujui lisensi karakter-karakternya untuk OpenAI bagi aplikasi Sora yang disebut gagal. Langkah itu menunjukkan bahwa Disney melihat AI sebagai bagian dari masa depannya, sehingga pengalaman Anand di industri AI dinilai jauh lebih penting dibandingkan keberatan perusahaan terhadap Character.AI. Sebagai perusahaan yang juga aktif menjajaki pemanfaatan AI untuk kebutuhan konsumen, Disney sebelumnya sempat diuji lewat eksperimen seperti uji AI Gemini untuk merencanakan liburan Disney World.
Keputusan D’Amaro memilih Anand juga menunjukkan arah kepemimpinannya yang ingin membawa Disney merangkul teknologi baru. D’Amaro sendiri mengambil alih jabatan CEO setelah pendahulunya, Bob Iger, mundur pada Maret. Dengan latar belakang Anand yang mencakup Facebook dan Microsoft, Disney berharap mampu mempercepat integrasi teknologi, data, dan AI ke dalam ekosistem bisnisnya, termasuk layanan streaming yang menjadi tulang punggung strategi direct-to-consumer.
Bagi Character.AI, kepergian Anand ke Disney sekaligus menandai babak baru bagi perusahaan yang didirikan pada 2021 tersebut. Character.AI telah menghadapi berbagai masalah hukum sejak berdiri, mulai dari tuduhan pelanggaran hak kekayaan intelektual hingga gugatan terkait dampak produknya terhadap pengguna di bawah umur. Sementara itu, Disney terus memperluas strategi konten dan teknologinya, termasuk menghadirkan konten TikTok buatan fans di Disney+ sebagai bagian dari upaya mendekatkan platform dengan kreator dan penonton.
Penunjukan Karandeep Anand sebagai CTO pertama Disney menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada storytelling, tetapi juga pada penguasaan teknologi yang menopangnya. Dengan membawa serta sejumlah staf teknis Character.AI, Anand memiliki modal langsung untuk mempercepat pengembangan platform data dan AI Disney. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Disney siap bekerja sama, bahkan merekrut talenta, dari perusahaan yang sebelumnya berselisih dengannya demi memperkuat posisi teknologi perusahaan di masa depan.





Komentar
Belum ada komentar.