📑 Daftar Isi

Tampilan platform Fika Jobs di perangkat mobile

Fika Jobs: Platform Rekrutmen Video AI Ala TikTok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Fika Jobs adalah platform rekrutmen berbasis video yang menggabungkan AI interview agent dengan profil video pendek
  • Startup asal Stockholm ini mengumumkan pendanaan pre-seed $4 juta dari Luminar Ventures dan investor lainnya
  • Kandidat menjalani wawancara video 10 menit dengan AI (Google Gemini) yang menghasilkan klip video pendek
  • Platform gratis untuk pencari kerja, perusahaan membayar 10% dari gaji tahun pertama kandidat
  • Lebih dari 50 perusahaan telah menguji platform termasuk Plenty Labs dan Kognity
  • Risiko bias diskriminasi menjadi tantangan karena profil video memperlihatkan identitas fisik kandidat

Telset.id – Startup asal Stockholm, Fika Jobs, memperkenalkan platform rekrutmen berbasis video yang menggabungkan AI interview agent dengan profil video pendek, menciptakan pengalaman mirip perpaduan LinkedIn dan TikTok. Perusahaan mengumumkan pendanaan pre-seed sebesar $4 juta pada Selasa lalu untuk pengembangan platform dan persiapan peluncuran yang lebih luas tahun ini.

Proses rekrutmen konvensional seringkali tidak efisien dan tidak transparan. Kandidat menghabiskan waktu berjam-jam menulis aplikasi dan surat lamaran, namun seringkali tidak mendapat respons yang jelas. Kehadiran Generative AI justru memperumit situasi, dengan banyak perusahaan mengandalkan sistem penyaringan otomatis untuk menyortir lamaran yang membludak.

Fika Jobs menawarkan pendekatan berbeda. Daripada hanya mengandalkan resume, kandidat akan menyelesaikan wawancara berbasis AI yang dirancang untuk menampilkan kepribadian dan kemampuan komunikasi mereka. Prosesnya dimulai dengan menghubungkan profil LinkedIn, lalu AI Fika akan meninjau latar belakang kandidat dan menghasilkan pertanyaan wawancara yang dipersonalisasi.

Kandidat kemudian menjalani wawancara video selama sekitar 10 menit dengan agen AI yang saat ini didukung oleh model Google Gemini. Setelah wawancara, Fika secara otomatis mengubah respons menjadi klip video pendek dan mengaturnya dalam sebuah profil. Alih-alih melamar setiap posisi baru, kandidat mempertahankan profil langsung yang dapat ditemukan dan ditinjau kembali oleh perusahaan saat lowongan baru muncul.

Inspirasi dari Pengalaman Pahit

Ide Fika Jobs lahir dari pengalaman para pendiri, Jakob Dubois (CEO) dan Alexander Dubois (CTO), saat membangun startup sebelumnya. “Saat kami membangun [aplikasi sosial] Gaff, kami menghabiskan banyak waktu untuk merekrut dan hampir melewatkan seorang kandidat karena resumenya tidak menonjol,” ujar Jakob Dubois kepada TechCrunch.

“Kami akhirnya tetap berbicara dengannya, dan dalam hitungan menit, kegigihan, dorongan, dan ambisinya menjadi jelas. Tepat seperti orang yang ingin kami pekerjakan,” lanjutnya. Pengalaman itu meyakinkan para pendiri bahwa beberapa sifat yang paling dihargai perusahaan sulit ditangkap di atas kertas.

Berbeda dengan sebagian besar pesaing seperti Alex, Maki, dan Mercor yang fokus membantu perusahaan menyaring dan mencocokkan kandidat secara lebih efisien dengan AI, Fika membangun platform di mana kandidat memelihara profil video dan perusahaan menjelajahi kumpulan orang yang telah diwawancarai dan dievaluasi oleh AI.

Pendekatan ini dinilai sangat berharga bagi para profesional di awal karir dan kandidat dari latar belakang non-tradisional, yang potensinya tidak selalu terlihat dari resume saja. Jika berhasil, Fika Jobs dapat membantu perusahaan menilai keterampilan komunikasi dan kesesuaian budaya sejak awal proses perekrutan.

Risiko Bias yang Perlu Diwaspadai

Meski menawarkan banyak kelebihan, profil video juga membawa risiko bias yang perlu diakui. Ketika perusahaan dapat melihat ras, usia, jenis kelamin, penampilan fisik, dan aksen kandidat sebelum mengevaluasi kualifikasi, hal ini membuka pintu bagi diskriminasi yang setidaknya sebagian tersamarkan oleh resume.

Ada alasan mengapa beberapa perusahaan beralih ke proses penyaringan resume secara buta. Fika Jobs perlu mengatasi tantangan ini agar platformnya tidak justru memperparah ketidakadilan dalam proses rekrutmen.

Platform ini berencana membuka akses awal untuk kandidat minggu ini, dengan peluncuran publik yang lebih luas dijadwalkan pada musim gugur mendatang. Perusahaan akan fokus di Swedia terlebih dahulu sebelum berekspansi secara internasional.

Saat ini, Fika memiliki tim kecil namun diperkirakan akan mencapai sekitar 10 karyawan pada akhir tahun. Lebih dari 100 perusahaan sudah masuk dalam daftar tunggu, meskipun para pendiri menolak mengungkapkan identitas mereka. Secara terpisah, mereka mengatakan lebih dari 50 perusahaan telah menguji platform ini, termasuk Plenty Labs, SICS.ai, Kognity, dan Rebtel.

Platform ini gratis bagi pencari kerja. Perusahaan tidak membayar di muka, namun Fika mengambil 10% dari gaji tahun pertama kandidat setelah perekrutan berhasil. Angka ini lebih rendah dibandingkan biaya penempatan 20% hingga 30% yang sering dikenakan oleh rekruter dan headhunter tradisional.

Pendanaan pre-seed dipimpin oleh Luminar Ventures, dengan partisipasi dari Alliance VC serta pendiri King, Sebastian Knutsson dan Riccardo Zacconi, duo yang dikenal menciptakan game seluler hits Candy Crush.

Komentar

Belum ada komentar.