📑 Daftar Isi

Pompa bensin 7-Eleven di California yang menjadi bagian dari gugatan class action

Gugatan AI Bensin California: Algoritma Naikkan Harga 30 Sen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Warga California menggugat operator pompa bensin besar seperti BP, Circle K, 7-Eleven, dan Walmart.
  • Alat AI dari Kalibrate diduga menggunakan data pesaing untuk menaikkan harga bensin hingga 30 sen per galon.
  • Harga rata-rata bensin di California mencapai USD 5,58 per galon, jauh di atas rata-rata nasional USD 3,93.
  • Beberapa operator mengenakan tarif hingga USD 7 per galon akibat algoritma tersebut.
  • Gugatan melanggar Cartwright Act dan Assembly Bill 325 yang baru berlaku pada 2026.
  • Para penggugat menuntut ganti rugi dalam jumlah yang belum ditentukan.

Telset.id – Warga California menggugat operator pompa bensin besar setelah alat kecerdasan buatan (AI) dari Kalibrate diduga mendorong kenaikan harga hingga 30 sen per galon, melanggar Undang-Undang Antitrust negara bagian tersebut.

Gugatan class action yang diajukan di pengadilan federal Sacramento, California, menuding operator stasiun pengisian bahan bakar menggunakan alat optimasi harga berbasis AI dari Kalibrate. Alat ini memanfaatkan data dari pompa bensin pesaing di sekitar untuk menaikkan harga secara sistematis. Laporan dari Reuters menjadi sumber utama pemberitaan ini.

Para tergugat dalam gugatan tersebut mencakup nama-nama besar seperti BP, Circle K, Marathon Petroleum, 7-Eleven, Walmart, dan Albertsons. Kalibrate sendiri juga disebut sebagai terdakwa. Mereka dituduh melanggar Cartwright Act, undang-undang antimonopoli utama California, serta Assembly Bill 325. AB 325 adalah undang-undang California yang mulai berlaku pada awal 2026 untuk memberantas penetapan harga algoritmik.

7-eleven gas pump

Dampak AI pada Harga BBM

Data dari AAA menunjukkan bahwa warga California rata-rata membayar USD 5,58 per galon untuk bensin reguler. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai USD 3,93 per galon. Di area di mana alat AI Kalibrate digunakan, harga di pompa bensin disebut naik hingga 30 sen per galon. Akibatnya, beberapa operator mengenakan tarif hingga USD 7 per galon.

Argumen kunci dalam gugatan ini dikutip oleh Reuters dari berkas perkara. “Sementara keluarga berjuang untuk membayar biaya perjalanan ke tempat kerja, para tergugat telah bersekongkol untuk mengakhiri persaingan, bergabung dalam sebuah kepercayaan bertenaga AI untuk memastikan bahwa kemanapun pengemudi pergi, harga bensin tetap tinggi secara artifisial,” demikian bunyi keluhan tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang dampak negatif AI yang mulai terlihat. Alih-alih memberikan terobosan seperti obat kanker atau pemerintahan cerdas, AI saat ini justru dikaitkan dengan harga bensin yang lebih tinggi. Para penggugat menuntut ganti rugi dalam jumlah yang belum ditentukan.

Kasus ini menjadi preseden penting bagi regulasi AI di sektor komoditas, di mana algoritma harga dapat berdampak langsung pada dompet konsumen. Jika terbukti bersalah, para operator pompa bensin bisa menghadapi sanksi berat berdasarkan undang-undang antimonopoli California.

Komentar

Belum ada komentar.