Telset.id – Google akhirnya memperluas akses fitur agen AI canggihnya, Gemini Spark, ke pelanggan Google AI Pro di Amerika Serikat. Langkah ini menandai pertama kalinya kemampuan otomatisasi tugas yang diumumkan pada I/O Mei lalu tersedia di luar pelanggan tier Ultra, membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas.
Kabar ini dikonfirmasi melalui unggahan resmi akun Google Gemini di platform X pada 23 Juli 2026. Dalam pernyataannya, Google menyebutkan bahwa Gemini Spark kini mulai diluncurkan untuk pelanggan AI Pro di AS, dan akan segera menyusul ke lebih banyak negara. “Gemini Spark is now also starting to roll out to Google AI Pro subscribers in the U.S., and we’ll be bringing it to AI Pro subscribers in more countries soon,” tulis akun tersebut.
Fitur Gemini Spark sendiri berbeda dari asisten chatbot biasa. Alih-alih hanya menjawab pertanyaan, Spark mampu menyelesaikan tugas secara mandiri di latar belakang. Pengguna bisa memberikan instruksi seperti menyortir kotak masuk email atau memperbarui kalender, dan Spark akan mengerjakannya bahkan setelah aplikasi ditutup. Lebih dari itu, Spark juga bisa memantau pemicu spesifik, seperti keterlambatan penerbangan, dan mengambil tindakan secara otomatis.
Perjalanan peluncuran Gemini Spark dimulai setelah debutnya di ajang Google I/O. Pada akhir Mei 2026, Google merilisnya untuk pelanggan Google AI Ultra di AS dan memperluas ketersediaan platform ke macOS pada Juni. Awal bulan ini, Spark menjangkau pelanggan Ultra di lebih banyak kawasan dan menambahkan dukungan untuk lebih banyak bahasa.
Ekspansi ke tier Pro ini menjadi momen penting. Sebelumnya, Spark hanya bisa dinikmati oleh pengguna dengan langganan termahal. Kini, dengan harga berlangganan yang lebih terjangkau, pelanggan Pro bisa merasakan langsung kemampuan agen AI ini. Google sendiri diprediksi akan terus memperluas ketersediaan ke lebih banyak wilayah dalam beberapa pekan mendatang.
Namun, tidak semua pengguna bisa mengakses fitur ini. Google masih memberlakukan pembatasan geografis untuk beberapa kawasan. Pengguna yang berada di Wilayah Ekonomi Eropa (European Economic Area), Nigeria, Swiss, dan Inggris saat ini tidak bisa mengakses Spark, apa pun paket Google AI yang mereka bayar. Hingga berita ini diturunkan, Google belum memberikan pernyataan resmi kapan atau apakah pembatasan ini akan dicabut.
Langkah Google membawa Gemini Spark ke pengguna Pro menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendorong adopsi agen AI ke audiens yang lebih luas, tidak terbatas pada pelanggan dengan bayaran tertinggi. Ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di pasar asisten AI kian memanas.
Baca Juga:
Bagi pengguna yang penasaran, Google menyediakan tautan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan Gemini Spark. Pelanggan Pro di AS disarankan untuk segera mencoba fitur ini dan melihat sendiri kemampuannya. Sementara itu, pengguna di luar AS kemungkinan harus bersabar menunggu beberapa pekan hingga peluncuran yang lebih luas dilakukan.
Ekspansi ini juga menjadi kabar baik bagi ekosistem perangkat yang terintegrasi dengan Gemini, seperti yang terlihat pada Galaxy AI yang membawa Gemini Notebook dan task automation ke perangkat lipat terbaru Samsung. Kemampuan serupa juga hadir sebagai fitur eksklusif di Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8.
Ke depannya, dengan semakin banyak pengguna yang bisa mengakses Gemini Spark, Google berpotensi mengubah cara orang berinteraksi dengan perangkat mereka. Dari sekadar bertanya, kini pengguna bisa mendelegasikan tugas-tugas kompleks untuk dikerjakan secara otomatis. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam evolusi asisten digital.





Komentar
Belum ada komentar.