Telset.id – Sebuah celah keamanan kritis ditemukan pada fitur ChatGPT Agent Builder milik OpenAI. Kerentanan ini memungkinkan peretas menyebarkan agen AI berbahaya hanya dengan satu klik dari korban.
Peneliti keamanan dari Zenity Labs menemukan celah yang dinamakan “AgentForger” tersebut. Masalah ini berasal dari parameter URL yang terlalu permisif pada alat pembuat agen AI milik OpenAI. Parameter tersebut memungkinkan siapa pun membuat tautan ChatGPT yang berisi instruksi berbahaya.

Menurut laporan TechRadar, begitu korban mengklik tautan tersebut, instruksi langsung dikirim ke Agent Builder dan dieksekusi tanpa pemberitahuan. Dalam teori, satu email phishing sudah cukup untuk menjebak seseorang menyebarkan agen berbahaya yang dapat mengeksfiltrasi data sensitif.
“Ini adalah kegagalan kepercayaan agen, dan kontrol keamanan yang ada tidak pernah dirancang untuk melihatnya,” ujar Michael Bargury, salah satu pendiri dan CTO Zenity.
Yang lebih mengkhawatirkan, agen AI tersebut akan bertahan di infrastruktur perusahaan tanpa batas waktu. Agen berbahaya ini akan terus menjalankan perintah peretas hingga akhirnya terdeteksi.

Proses Penemuan dan Perbaikan
Para peneliti Zenity Labs melaporkan temuan mereka kepada OpenAI pada awal Juni 2026. Perusahaan merespons dengan cepat dan merilis perbaikan beberapa hari kemudian. Solusi yang diterapkan adalah menghapus parameter URL yang memungkinkan serangan tersebut terjadi.
Meskipun potensi dampaknya sangat besar, OpenAI menyatakan tidak ada bukti bahwa celah ini pernah ditemukan atau disalahgunakan oleh pelaku kejahatan sebelumnya. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi pengguna layanan ChatGPT Agent Builder.

Kerentanan semacam ini menunjukkan bahwa keamanan AI masih menjadi tantangan besar. Perusahaan yang mengadopsi teknologi AI agent perlu mempertimbangkan risiko keamanan yang mungkin timbul. Penggunaan Arsitektur AI yang lebih aman menjadi pertimbangan penting.
Para ahli keamanan menekankan bahwa serangan semacam ini memiliki potensi disruptif yang jauh lebih besar dibandingkan serangan phishing biasa. Karena hanya membutuhkan satu klik, penyebaran agen berbahaya bisa terjadi dengan sangat cepat dan sulit dideteksi.

Bagi perusahaan yang menggunakan AI agent untuk berbagai keperluan bisnis, insiden ini menjadi pengingat penting. Istilah Penting dalam keamanan AI perlu dipahami oleh seluruh tim teknis.
OpenAI sendiri terus berupaya meningkatkan keamanan platformnya. Perbaikan cepat yang dilakukan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menangani masalah keamanan. Namun, penemuan celah semacam ini juga menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pengguna layanan ChatGPT Agent Builder disarankan untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan. Meskipun celah telah diperbaiki, praktik keamanan dasar seperti tidak mengklik tautan dari sumber tidak dikenal tetap penting dilakukan.
Baca Juga:

Kerentanan AgentForger ini menjadi studi kasus penting tentang bagaimana keamanan AI agent harus dirancang. Parameter URL yang terlalu permisif menjadi celah yang bisa dieksploitasi dengan mudah. Perbaikan yang dilakukan OpenAI dengan menghapus parameter tersebut menjadi langkah yang tepat.
Bagi para profesional keamanan TI, insiden ini menegaskan pentingnya audit keamanan pada setiap fitur baru yang dirilis. Solusi AI Lokal mungkin menjadi alternatif yang lebih aman bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol penuh atas data mereka.
Ke depannya, pengembangan AI agent harus mempertimbangkan aspek keamanan sejak awal. Pendekatan “security by design” menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor industri.

Zenity Labs sendiri dikenal sebagai perusahaan keamanan yang fokus pada risiko yang muncul dari penggunaan aplikasi low-code dan AI. Temuan mereka tentang AgentForger menjadi salah satu contoh bagaimana celah keamanan bisa muncul di tempat yang tidak terduga.
Dengan diperbaikinya celah ini, pengguna ChatGPT Agent Builder dapat kembali menggunakan fitur tersebut dengan lebih aman. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ancaman keamanan siber terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi AI.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi baru harus diimbangi dengan pemahaman risiko keamanan. Perusahaan perlu memiliki tim keamanan yang mampu mengidentifikasi dan merespons ancaman dengan cepat.
OpenAI telah menunjukkan komitmennya terhadap keamanan dengan merespons laporan celah dalam hitungan hari. Kecepatan respons semacam ini menjadi standar yang harus diikuti oleh perusahaan teknologi lainnya.





Komentar
Belum ada komentar.