📑 Daftar Isi

Ilustrasi arsitektur AI agentic Intel yang dipamerkan di ajang Hot Chips 2026

Intel Pamer Tiga Arsitektur AI Agentic di Hot Chips 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Intel memamerkan tiga arsitektur AI agentic di Hot Chips 2026: Diamond Rapids, Crescent Island, dan Wildcat Lake
  • Diamond Rapids direncanakan sebagai Xeon 7 dengan konfigurasi hingga 256 core, cache 1.28G, dan 128 jalur PCIe 6
  • Crescent Island adalah GPU inferensi 350W dengan LPDDR5X, varian Intel dibatasi 160GB sementara mitra ODM bisa hingga 480GB
  • Wildcat Lake sudah tersedia sebagai Core Series 3 dengan pengurangan biaya via paket multi-chip organik
  • NPU 17 TOPS Wildcat Lake masih di bawah syarat 40 TOPS untuk sertifikasi Copilot+ Microsoft
  • AMD EPYC 9996 menawarkan thread count dua kali lipat karena mempertahankan hyperthreading

Telset.id – Intel memanfaatkan ajang Hot Chips 2026 untuk memamerkan tiga arsitektur yang dirancang membawa AI agentic dari rack server hingga laptop. Ketiga arsitektur tersebut adalah Wildcat Lake untuk perangkat klien dan edge, Crescent Island sebagai GPU pusat data khusus inferensi, serta Diamond Rapids sebagai CPU pusat data kelas enterprise generasi terbaru yang dapat dikonfigurasi hingga 256 core.

Pengumuman ini menjadi penting karena menunjukkan arah strategis Intel dalam merespons kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks. Pushkar Ranade, chief technology officer Intel, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa AI agentic mengubah cara perusahaan mendesain komputasi mulai dari level transistor.

Intel

Dari ketiga arsitektur tersebut, Diamond Rapids menjadi yang paling banyak diungkap detailnya. Intel berencana memasarkan prosesor ini dengan merek Xeon 7. Konfigurasi flagship-nya mampu menampung hingga 256 core, didukung cache last-level cepat sebesar 1.28G, 16 saluran memori, 128 jalur PCIe 6, dan CXL 3.0.

Menurut laporan ServeTheHome, konfigurasi maksimum tersebut menggunakan chiplet 16-core yang dibangun di atas proses node 18A-P milik Intel. Desain ini menunjukkan pendekatan modular yang memungkinkan fleksibilitas dalam skala komputasi sesuai kebutuhan enterprise.

Perbandingan dengan AMD dan Detail Crescent Island

Persaingan di segmen CPU pusat data semakin ketat. AMD juga menawarkan varian 256-core melalui EPYC 9996 yang dibangun di atas node 2nm TSMC. Namun, AMD mempertahankan hyperthreading sehingga thread count-nya efektif dua kali lipat dibandingkan flagship Intel.

Sementara itu, Crescent Island menjadi desain yang paling menarik perhatian meski detailnya paling sedikit. GPU ini merupakan kartu PCIe berpendingin udara dengan daya 350W, dibangun di atas arsitektur GPU Xe3P. Spesifikasinya mencakup 32 core yang memberi makan 256 mesin XMX generasi ketiga dan 32 MB cache L2 terpadu.

Keputusan Intel menggunakan LPDDR5X daripada HBM cukup mengejutkan. Namun, pilihan ini tampaknya dirasionalisasi untuk menawarkan kapasitas dengan profil daya dan biaya yang memungkinkan Intel bersaing secara bermakna dengan Nvidia dan AMD.

Menariknya, angka 480GB yang disebutkan Intel dalam siaran persnya bukanlah kapasitas yang akan dikirim. Kartu bermerek Intel dibatasi pada 160GB, sementara 480GB merupakan batas atas yang tersedia bagi mitra ODM yang membangun konfigurasi mereka sendiri. Intel juga belum mengungkapkan spesifikasi bandwidth memori, yang sangat penting bagi banyak aplikasi AI karena menentukan throughput decode dan ekonomi token.

Wildcat Lake dan Tantangan NPU

Dari ketiga arsitektur yang dibahas, Wildcat Lake adalah satu-satunya yang sudah bisa didapatkan saat ini. Prosesor ini diluncurkan sebagai Core Series 3 dan tersedia dalam bentuk miniPC atau laptop.

Intel menyatakan bahwa Wildcat Lake menggantikan pengemasan Foveros yang digunakan di Panther Lake dengan paket multi-chip organik. Pendekatan ini menghilangkan base die sekaligus mengurangi biaya perakitan dan kehilangan hasil produksi. Area die komputasi turun 38 persen, sementara area tile I/O berkurang 15 persen.

Namun, ada catatan penting terkait NPU. NPU 17 TOPS yang tersedia pada CPU ini berada jauh di bawah 40 TOPS yang disyaratkan Microsoft untuk sertifikasi Copilot+. Angka 40 TOPS yang dikutip Intel merupakan total platform yang mencakup CPU, GPU, dan NPU, yang mungkin dapat dipenuhi di tempat lain. Meski demikian, ini menjadi titik lemah bagi upaya AI Intel yang selama ini terkonsentrasi pada penangkapan pelanggan enterprise dan hyperscale.

Dengan peta jalan yang jelas dari ketiga arsitektur ini, Intel menunjukkan keseriusannya dalam mendukung era AI agentic. Meski masih ada pertanyaan terbuka mengenai spesifikasi tertentu seperti bandwidth memori Crescent Island, langkah Intel dalam menghadirkan solusi di berbagai segmen—dari data center hingga perangkat klien—menunjukkan strategi menyeluruh yang patut diperhatikan pelaku industri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.