📑 Daftar Isi

Robot humanoid menyiapkan makanan sehat di World AI Conference 2026 Beijing

Robot Canggih China Siap Gantikan Juru Masak di Dapur

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Oak Deer Robotics luncurkan tiga perangkat dapur AI: CookingMuse, robot memasak AI, dan RobotCook
  • Robot memasak mampu menumis dengan wajan robotik bersuhu 300 derajat Celsius
  • Oak Deer telah mengoperasikan robot di 300 kota dan 4.000 toko di China
  • Hikrobots pamerkan robot humanoid untuk layanan restoran cepat saji
  • Restoran mie robot pertama "Yujian Weilai" mulai uji coba di Beijing
  • General Manager Li Pengzhen: parameter mesin untuk standardisasi setiap mangkuk
  • Otomatisasi dapur penuh masih butuh waktu lama, tapi kemajuan China signifikan

Telset.id – China semakin serius mewujudkan otomatisasi penuh di industri kuliner. Pada ajang World Robotics Conference di Beijing, perusahaan Oak Deer Robotics memperkenalkan tiga perangkat dapur baru yang dirancang untuk memajukan otomatisasi dapur, sebagaimana dilaporkan China Daily.

Ketiga produk tersebut terdiri dari model AI multimodal bernama CookingMuse, peralatan robot memasak terintegrasi AI, serta gerobak makanan otomatis penuh dengan koki humanoid kecil bernama RobotCook. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya China mendominasi teknologi robotika terapan, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Dalam demonstrasi langsung, robot memasak dasar tersebut menjalani dua sesi memasak, yaitu menumis tahu serta hidangan babi dengan cabai hijau. Menurut situs resmi perusahaan, robot-robot ini dirancang untuk menyiapkan hidangan tumis khas China menggunakan wajan robotik yang mampu mencapai suhu 300 derajat Celsius.

Oak Deer sendiri merupakan perusahaan yang sebagian dimiliki negara. Berdasarkan laporan China Entrepreneur Magazine tahun lalu, perusahaan ini telah mengoperasikan robot memasak di lebih dari 300 kota dan 4.000 toko di seluruh China. Angka tersebut menunjukkan adopsi teknologi ini telah berjalan masif di pasar domestik.

A humanoid robot prepares a healthy meal during the 2026 World AI Conference and High-Level Meeting on Global AI Governance.

Sistem yang dikembangkan Oak Deer mengandalkan algoritma tumis yang sepenuhnya dikembangkan sendiri. Kombinasi wajan robotik bersuhu tinggi, sistem pendistribusian bahan, dan algoritma AI memungkinkan robot menghasilkan hidangan dengan konsistensi yang sulit ditandingi juru masak manusia.

Selain Oak Deer, perusahaan robotika lain bernama Hikrobots juga memamerkan kemampuan mereka di area pameran utama. Beberapa robot humanoid berpakaian celemek diperlihatkan sedang menyiapkan pesanan makanan cepat saji. Dalam rekaman yang diabadikan DWS News, robot-robot tersebut menempatkan berbagai bahan makanan ke dalam ember sebelum meletakkannya di atas nampan penyajian.

Meskipun kecepatan kerja Hikrobots masih tergolong lambat, kehadiran mereka menunjukkan salah satu masa depan yang mungkin bagi dunia robotika humanoid. Kemampuan robot untuk meniru tugas-tugas dasar di restoran menjadi bukti bahwa teknologi ini terus berkembang menuju tingkat kemandirian yang lebih tinggi.

Restoran Robot Pertama di Beijing

Di luar area konferensi, sebuah restoran mie bertenaga robot bernama “Yujian Weilai” memulai uji coba operasional di barat daya Beijing. Diberitakan Global Times, restoran ini disebut sebagai restoran mie robot pertama di kota tersebut yang dilengkapi peralatan penuh.

Restoran ini menawarkan tiga menu mie, yaitu mie zhajiang jamur, mie daging sapi tomat, dan mie daging sapi rebus. Proses kerjanya dimulai dari robot yang merebus mie, menambahkan kuah, daging, dan topping lainnya. Selanjutnya, lengan robotik memindahkan hidangan ke robot pengantar.

Manusia masih diperlukan untuk menyiapkan dan mengisi bahan makanan setiap hari. Namun, proses memasak dan menyajikan makanan terjadi dengan intervensi minimal dari manusia. Hal ini menjadi langkah signifikan menuju otomatisasi penuh di industri restoran.

General Manager restoran tersebut, Li Pengzhen, menjelaskan filosofi di balik penggunaan robot. “Yang kami coba lakukan adalah mengubah parameter mesin menjadi angka, dan menggunakannya untuk menstandarkan setiap mangkuk,” ujarnya kepada GT.

Pernyataan tersebut menyoroti tujuan utama otomatisasi dapur, yaitu konsistensi dan standardisasi kualitas. Dengan mengubah resep menjadi parameter numerik, setiap mangkuk mie yang disajikan akan memiliki rasa dan porsi yang identik, tanpa bergantung pada keterampilan individual juru masak.

FULL HIGHLIGHTS: World Robot Conference 2026 Opens in Beijing With Massive AI Tech Showcase | AI14 thumbnail

Perkembangan ini sejalan dengan tren global di mana berbagai negara berlomba mengembangkan teknologi AI dan robotika. China sendiri telah menunjukkan komitmen besar dalam riset dan pengembangan di bidang ini, termasuk melalui ajang tahunan seperti World Robot Conference.

Pameran tersebut menjadi ajang bagi perusahaan-perusahaan China untuk memamerkan inovasi terbaru mereka. Selain robot memasak, berbagai teknologi robotika lain juga dipamerkan, mulai dari robot layanan hingga robot industri.

Masa Depan Otomatisasi Dapur

Meskipun robot yang mampu menyiapkan semua jenis makanan secara sepenuhnya otomatis masih membutuhkan waktu lama, kemajuan pesat dalam teknologi robot koki China jelas meningkatkan persaingan di Beijing. Perkembangan ini menarik perhatian pelaku industri kuliner global.

Teknologi yang dikembangkan Oak Deer dan Hikrobots menunjukkan bahwa otomatisasi dapur bukan lagi sekadar konsep. Dengan dukungan AI dan algoritma canggih, robot-robot ini mampu meniru keterampilan memasak dasar hingga menyiapkan hidangan kompleks.

Bagi industri restoran, adopsi teknologi ini dapat mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja sekaligus memastikan kualitas hidangan yang konsisten. Standardisasi berbasis parameter juga memungkinkan pemilik usaha memperluas bisnis tanpa mengorbankan kualitas.

Namun, tantangan tetap ada. Investasi awal untuk teknologi ini masih tergolong tinggi, dan kemampuan robot untuk menangani berbagai jenis masakan masih terbatas. Meski demikian, tren ini menunjukkan arah industri kuliner di masa depan yang semakin bergantung pada teknologi.

Perkembangan robot memasak di China juga menjadi sorotan internasional. Berbagai pihak memantau bagaimana teknologi ini akan berkembang dan apakah akan diadopsi secara luas di luar China. Keberhasilan uji coba di Beijing bisa menjadi katalis bagi ekspansi global.

Dengan terus meningkatnya kemampuan AI dan robotika, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat lebih banyak restoran yang mengandalkan robot untuk menyiapkan makanan. Beijing menjadi barometer awal bagi tren ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.