Ilustrasi desain iPhone 18 Pro dengan pilihan warna baru

iPhone 18 dan 18e Tak Kebagian Fitur AI Siri Kelas Atas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone 18 dan 18e diprediksi hanya memiliki RAM 9GB, naik dari 8GB tetapi masih kurang dari kebutuhan 12GB untuk fitur AI canggih.
  • Fitur seperti Advanced Dictation Preview dan suara Siri ekspresif membutuhkan RAM minimal 12GB.
  • iPhone 18 Pro dan Pro Max akan tetap memiliki RAM 12GB untuk mendukung fitur AI tersebut.
  • Apple mencari pemasok RAM alternatif dari CXMT China untuk mengatasi krisis pasokan.
  • Harga iPhone 18 Pro diperkirakan naik USD 200 karena kenaikan harga RAM.

Telset.id – Apple kembali menghadapi tantangan dalam menghadirkan fitur AI canggih ke lini iPhone terjangkau. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa iPhone 18 dan iPhone 18e yang dirilis pada 2027 diprediksi tidak akan mendukung fitur Siri AI kelas atas akibat keterbatasan RAM.

Menurut analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, iPhone 18 dan iPhone 18e yang ditenagai chip A20 hanya akan dibekali RAM 9GB. Angka ini memang naik dari 8GB pada model standar saat ini, namun masih jauh dari kebutuhan minimum 12GB untuk menjalankan fitur AI Apple yang lebih canggih.

Fitur yang dimaksud adalah AFM Core Advanced model, sebuah model AI yang berjalan secara lokal di perangkat. Model ini menggerakkan Advanced Dictation Preview di iOS 27 dan suara Siri ekspresif baru Apple. Advanced Dictation Preview menawarkan akurasi lebih tinggi dengan kemampuan menangani tanda baca dan kapitalisasi secara otomatis saat pengguna berbicara. Sementara itu, suara Siri ekspresif dirancang agar asisten virtual Apple terdengar lebih natural dan fleksibel.

Baca Juga:

Saat ini, Advanced Dictation Preview sudah tersedia di iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air yang menjalankan beta iOS 27. Menariknya, iPhone 17 standar dan bahkan iPhone 16 Pro tidak termasuk dalam daftar perangkat yang didukung karena keduanya hanya memiliki RAM 8GB.

Kuo menjelaskan bahwa iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pertama Apple yang dirumorkan akan tetap mempertahankan RAM 12GB. Artinya, fitur AI canggih ini kemungkinan besar hanya akan menjadi eksklusivitas model Pro dan perangkat lipat anyar tersebut.

Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai strategi segmentasi produk Apple. Alih-alih sekadar mendorong konsumen ke model yang lebih mahal, situasi ini lebih kompleks dari yang terlihat. Apple telah menaikkan harga di jajaran iPad dan Mac seiring kenaikan harga RAM. iPhone 18 Pro sendiri diperkirakan akan mengalami kenaikan harga sekitar USD 200.

Lebih jauh lagi, Apple dikabarkan sedang mencari persetujuan pemerintah untuk memasok RAM dari CXMT asal China. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis pasokan yang membuat fitur AI canggih semakin sulit dihadirkan ke model yang lebih murah.

Situasi ini mengingatkan pada tren industri teknologi yang terus berkembang. Sementara itu, perkembangan di sektor lain juga menarik untuk disimak, misalnya bagaimana AI Bantu Kendalikan Impuls dalam kehidupan sehari-hari.

Jika batas minimal RAM 12GB tetap dipertahankan, maka pengguna iPhone 18 dan iPhone 18e harus rela kehilangan akses ke fitur-fitur AI canggih tersebut. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang menantikan lini iPhone terbaru.

Meski Apple belum mengumumkan secara resmi jajaran iPhone 18, informasi dari analis terpercaya seperti Kuo memberikan gambaran awal yang cukup jelas. Pembagian fitur ini tampaknya akan menjadi strategi Apple untuk membedakan model Pro dari model standar dan 18e.

Dari sisi spesifikasi, chip A20 yang akan digunakan di iPhone 18 dan 18e memang menawarkan peningkatan performa. Namun, keterbatasan RAM menjadi hambatan utama dalam mengadopsi fitur AI yang membutuhkan sumber daya komputasi besar.

Apple sendiri diperkirakan akan merilis iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada musim gugur tahun ini, kemungkinan bersamaan dengan iPhone lipat pertamanya. Sementara iPhone 18 standar dan iPhone 18e baru akan hadir pada musim semi 2027.

Perbedaan jadwal rilis ini menambah dinamika tersendiri. Model Pro yang lebih dulu hadir dengan RAM 12GB akan langsung menikmati fitur AI canggih, sementara model standar harus menunggu lebih lama dan tetap dengan keterbatasan yang ada.

Keputusan Apple untuk membatasi RAM di model standar dan 18e bisa menjadi bumerang. Di satu sisi, strategi ini mendorong pengguna yang menginginkan fitur AI terbaik untuk beralih ke model Pro. Di sisi lain, pengguna setia lini standar mungkin merasa kecewa.

Perkembangan ini juga menunjukkan betapa pentingnya RAM dalam era AI. Fitur AI yang berjalan secara lokal membutuhkan memori yang besar untuk memproses data secara real-time. Apple tampaknya masih mencari keseimbangan antara biaya produksi dan kemampuan perangkat.

Dengan harga RAM yang terus meningkat, Apple harus pintar-pintar mengatur strategi. Mencari pemasok alternatif seperti CXMT China adalah salah satu langkah yang diambil. Namun, proses ini membutuhkan persetujuan pemerintah dan belum tentu berjalan mulus.

Bagi konsumen, informasi ini menjadi bahan pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli iPhone baru. Jika fitur AI canggih adalah prioritas, maka model Pro atau iPhone lipat adalah pilihan yang tepat. Namun, jika budget terbatas, model standar dan 18e tetap menawarkan peningkatan signifikan meski tanpa fitur AI kelas atas.

Apple belum memberikan komentar resmi mengenai laporan ini. Namun, sejarah menunjukkan bahwa informasi dari analis seperti Kuo seringkali akurat. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Apple dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal yang pasti, persaingan di pasar smartphone semakin ketat. Fitur AI menjadi salah satu pembeda utama antar merek. Apple tidak ingin ketinggalan, namun juga harus mempertimbangkan aspek bisnis dan produksi.

Keputusan untuk membagi fitur AI berdasarkan model ini bisa menjadi preseden baru. Ke depannya, mungkin kita akan melihat lebih banyak fitur eksklusif yang hanya tersedia di model Pro atau premium lainnya.

Ini adalah strategi yang umum di industri teknologi. Namun, Apple harus berhati-hati agar tidak membuat pengguna setianya kecewa. Keseimbangan antara inovasi dan aksesibilitas adalah kunci.

Dengan segala keterbatasan yang ada, iPhone 18 dan iPhone 18e tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan perangkat Apple terbaru dengan harga lebih terjangkau. Hanya saja, pengguna harus siap menerima kenyataan bahwa fitur AI canggih belum sepenuhnya hadir di perangkat mereka.

Kita akan terus memantau perkembangan ini. Informasi lebih lanjut pasti akan muncul seiring mendekati tanggal peluncuran. Yang jelas, Apple sedang berada di persimpangan jalan antara menghadirkan inovasi dan menjaga profitabilitas.

Produk yang Dibahas
Apple iPhone 18 Pro Max
Apple
Apple iPhone 18 Pro Max
Cek Harga →
Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.