James Cameron berbicara tentang keterbatasan generative AI dalam menciptakan karya orisinal di industri film

James Cameron Sebut AI Generatif Tak Mampu Ciptakan Karya Orisinal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • James Cameron menegaskan generative AI tidak mampu menciptakan karya yang benar-benar orisinal dan baru
  • Sutradara Avatar menyebut gagasan AI menggantikan aktor sebagai sesuatu yang "horrifying" atau mengerikan
  • Cameron menjelaskan model AI dilatih pada data masa lalu sehingga hanya menghasilkan rata-rata dari semua seni dan pengalaman manusia
  • Pernyataan ini disampaikan menjelang perilisan 'Avatar: Fire and Ash' dalam wawancara dengan CBS
  • Cameron adalah direktur Stability AI, perusahaan penyedia alat generative AI profesional
  • Kritik serupa juga dilontarkan Tim Burton, Tom Hanks, dan Hayao Miyazaki tentang bahaya AI di industri kreatif

Telset.id – Sutradara pemenang Academy Award, James Cameron, menegaskan bahwa generative AI tidak akan pernah bisa menggantikan aktor manusia karena teknologi ini pada dasarnya tidak mampu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan orisinal. Pernyataan ini disampaikan Cameron di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif di industri film, yang ia nilai hanya akan menghasilkan karya yang merupakan rata-rata dari seluruh data yang pernah ada.

Berbicara kepada CBS menjelang perilisan resmi ‘Avatar: Fire and Ash’, Cameron mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan AI untuk akting. Ia menggambarkan gagasan untuk menghasilkan aktor dan performa hanya dengan menggunakan perintah teks sebagai sesuatu yang “horrifying” atau mengerikan. Baginya, hal ini justru bertolak belakang dengan apa yang ia harapkan dapat dicapai melalui teknologi yang dikembangkan untuk seri film ‘Avatar’.

“Yang tidak bisa dilakukan oleh generative AI adalah menciptakan sesuatu yang baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Model-model tersebut dilatih pada semua yang pernah dilakukan sebelumnya; ia tidak bisa dilatih pada hal yang belum pernah dilakukan. Jadi, secara naluriah kamu akan melihat, pada dasarnya, semua seni dan pengalaman manusia dimasukkan ke dalam blender, dan kamu akan mendapatkan sesuatu yang semacam rata-rata dari semua itu,” jelas Cameron.

Sutradara yang telah lama berkarier sukses di Hollywood ini mendedikasikan periode akhir kariernya untuk franchise Avatar. Proyek ini merupakan sarana utama untuk mengeksplorasi inovasi dan pengenalan teknologi di dunia sinema, di mana Avatar menjadi pelopor teknologi 3D dan sekuelnya memperluasnya dengan inovasi kamera dan performance-capture.

James Cameron

Meskipun mengkritik keras penggunaan AI generatif untuk menggantikan input kreatif manusia, Cameron memiliki posisi unik di industri ini. Ia tercatat sebagai direktur di Stability AI, sebuah perusahaan yang menyediakan alat generative AI kelas profesional untuk para kreator konten. Namun, Cameron tetap pada pendiriannya bahwa generative AI tidak akan pernah bisa menciptakan sesuatu yang sepenuhnya orisinal, berdasarkan arsitektur berbasis transformer yang mendasari sistem-sistem tersebut.

Pernyataan Cameron ini menjadi bagian dari proyek QOTD TechRadar Pro yang bertujuan memberikan wawasan tentang pemikiran para tokoh paling cerdas dan paling dikenal di industri teknologi saat ini dan tahun-tahun sebelumnya. Pandangan sang sutradara tentang AI ini sejalan dengan kritik serupa dari sejumlah tokoh ternama lainnya di industri kreatif.

Sebelumnya, sutradara Tim Burton juga melontarkan kritik pedas terhadap AI yang ia sebut seperti robot yang mengambil kemanusiaan dan jiwa seseorang. Sementara itu, aktor Tom Hanks pernah berkomentar tentang AI di industri film dengan mengatakan bahwa orang-orang akan bisa membedakannya, namun pertanyaannya adalah apakah mereka akan peduli. Kritik paling tajam datang dari salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, yang menyatakan bahwa AI adalah penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.

Victor and his dog Sparky in a dark graveyard

Setelah memuji inovasi motion-capture dalam filmnya selama wawancara, Cameron kemudian menyampaikan pendapatnya tentang “sisi lain dari spektrum” tersebut, mengungkapkan ketidaksukaannya pada cara generative AI mengancam untuk menggantikan input kreatif. Ia menyebut gagasan menghasilkan aktor dan performa hanya dengan perintah teks sebagai sesuatu yang mengerikan dan merupakan kebalikan dari apa yang ia harapkan dapat dicapai dengan teknologi yang dikembangkan untuk seri film ‘Avatar’.

Pandangan Cameron tentang keterbatasan AI generatif ini muncul di tengah meningkatnya adopsi teknologi tersebut di berbagai industri. Kemunculan AI generatif memang telah menurunkan hambatan untuk menciptakan film, dengan individu maupun perusahaan produksi besar memanfaatkan teknologi ini dengan cara yang berbeda-beda. Namun, banyak pihak termasuk Cameron bersikeras bahwa generative AI bukanlah pengganti aktor manusia.

Kekhawatiran tentang AI generatif di industri kreatif juga menjadi perhatian di kalangan investor. Beberapa pengamat industri bahkan membandingkan gelombang belanja AI saat ini dengan era kereta api di masa lalu, di mana terjadi investasi besar-besaran yang belum tentu sebanding dengan hasilnya.

Tom Hanks at the Apple Original Films' premiere of 'Finch' held at the Pacific Design Center in West Hollywood

Cameron menegaskan bahwa keterbatasan mendasar dari generative AI terletak pada arsitekturnya yang berbasis transformer. Model-model ini hanya bisa bekerja berdasarkan data yang pernah ada sebelumnya, sehingga secara inheren tidak mungkin menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru. Hal ini berbeda dengan kreativitas manusia yang mampu melampaui batas-batas pengalaman sebelumnya.

Japanese animation director Hayao Miyazaki holds his head in his hands

Seri Avatar sendiri merupakan contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas batas-batas kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Dengan memanfaatkan inovasi kamera dan performance-capture, Cameron menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk mewujudkan visi kreatif yang belum pernah ada sebelumnya, bukan sekadar mengolah ulang apa yang sudah ada.

Pernyataan Cameron ini menjadi pengingat penting bahwa meskipun generative AI terus berkembang pesat, ada aspek-aspek tertentu dari kreativitas manusia yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan belum pernah terlihat sebelumnya tetap menjadi domain eksklusif manusia, setidaknya menurut pandangan sutradara ‘Avatar’ tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.