Telset.id – Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan Anthropic untuk mencabut akses ke model AI canggih Claude Mythos dan Fable 5 bagi seluruh warga negara asing, menyusul kekhawatiran keamanan nasional yang dipicu temuan kerentanan oleh Amazon. Keputusan ini memuncaki ketegangan antara Gedung Putih dan pengembang AI terkemuka tersebut.
Konflik berawal ketika Amazon melaporkan kerentanan yang ditemukan pada Fable 5, varian Claude Mythos yang dirilis ke publik pada 9 Juni lalu. Para peneliti Amazon mengklaim bahwa beberapa mekanisme pengaman Fable 5 dapat dielakkan, sehingga berpotensi mengakses kemampuan siber Mythos yang sangat besar. Meskipun Anthropic dan pakar keamanan siber eksternal berargumen bahwa risiko ini tidak unik pada Claude, rangkaian peristiwa inilah yang membuat Gedung Putih mengambil tindakan tegas.
Pada Jumat lalu, pemerintahan Trump memerintahkan Anthropic untuk segera membatasi akses ke Claude Mythos dan Fable 5. Daripada menyaring akses berdasarkan kewarganegaraan, sebuah proses yang dinilai rumit dan berpotensi melanggar privasi, Anthropic memilih untuk menonaktifkan akses ke model-model tersebut sepenuhnya. Hingga saat ini, negosiasi antara Anthropic dan Gedung Putih belum membuahkan hasil.
Keterlibatan SK Telecom dan Kekhawatiran China
Kekhawatiran Gedung Putih semakin memuncak setelah diketahui bahwa salah satu penerima akses awal Mythos adalah SK Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea Selatan. SK Telecom menjadi salah satu dari sekitar 150 perusahaan yang mendapatkan akses ke Mythos melalui program Project Glasswing. Program ini diperluas setelah melalui konsultasi ketat dengan pakar eksternal dan pemerintah AS.
Hubungan SK Telecom dengan China menjadi sorotan utama. Meskipun perusahaan tersebut hanya menghasilkan sekitar $1,9 juta dari China pada 2024 dan hanya mempekerjakan tujuh orang di sana, keterlibatannya di industri telekomunikasi China sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Pada 2004, SK Telecom membentuk perusahaan patungan dengan China Unicom, operator telekomunikasi milik negara China. Investasi SK Telecom di China Unicom mencapai $1 miliar pada 2006, yang kemudian dijual kembali pada 2009.
SK Telecom sendiri membantah tuduhan memiliki hubungan dengan China. Dalam pernyataannya kepada media Korea, perusahaan tersebut menegaskan bahwa “pernyataan orang dalam anonim di media asing tidak memiliki fakta terverifikasi, dan perusahaan kami tidak memiliki hubungan dengan China.”
Menariknya, surat dari pemerintah AS yang memerintahkan pembatasan akses tidak secara spesifik menyebutkan perusahaan Korea atau China. Seorang sumber dekat Anthropic mengatakan bahwa perusahaan menganggap masalah akses SK Telecom dan kerentanan yang diidentifikasi Amazon sebagai dua isu terpisah.
Dampak pada Industri AI Global
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang regulasi AI global. Pemerintah AS sebelumnya telah membatasi investasi di China Unicom pada 2021, dan baru-baru ini FCC mengusulkan larangan interkoneksi dengan operator China. Langkah terhadap Anthropic ini menunjukkan eskalasi kekhawatiran keamanan nasional ke ranah teknologi AI.
SK Telecom telah menginvestasikan $100 juta di Anthropic pada 2023, bersamaan dengan pembentukan kemitraan komersial untuk mengembangkan model AI yang disesuaikan dengan industri telekomunikasi. Perusahaan Korea lainnya yang berpartisipasi dalam Project Glasswing termasuk Samsung Electronics dan Korea Internet and Security Agency.
Krisis ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara pengembangan AI canggih, kepentingan komersial, dan keamanan nasional. Anthropic kini berada dalam posisi sulit, harus menyeimbangkan antara kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan visi awalnya untuk mengembangkan AI yang aman dan bermanfaat.
Dampak dari krisis ini diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan akses AI global di masa depan. Perusahaan-perusahaan AI mungkin akan lebih berhati-hati dalam memberikan akses ke model-model canggih mereka, terutama kepada entitas yang memiliki hubungan dengan negara-negara yang dianggap sensitif oleh pemerintah AS.





Komentar
Belum ada komentar.