📑 Daftar Isi

Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Divisi AI, Badai PHK untuk 8.000 Orang

Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Divisi AI, Badai PHK untuk 8.000 Orang

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Meta kembali melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memindahkan 7.000 karyawan ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bersamaan dengan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8.000 pekerja pada pekan ini.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SDM Meta, Janelle Gale, melalui memo internal yang dikutip oleh Reuters dan The New York Times. Dalam memo tersebut, Gale menginformasikan bahwa ribuan karyawan akan dialihkan ke empat organisasi baru yang dirancang khusus untuk membangun perangkat dan aplikasi AI.

Gale menulis bahwa restrukturisasi ini “akan membuat perusahaan lebih produktif dan membuat pekerjaan lebih bermanfaat.” Organisasi baru tersebut akan menggunakan “struktur desain asli AI” dan tidak memiliki terlalu banyak lapisan manajemen per karyawan.

Detail Restrukturisasi dan PHK

Gale meminta karyawan untuk bekerja dari rumah pada Rabu, 20 Mei, dan menunggu email dari Meta mengenai kemungkinan peran baru mereka. Beberapa pekerja telah dipindahkan, sementara yang lain akan menerima pemberitahuan PHK pada hari yang sama.

Sebelumnya, pada akhir April, Meta telah memberi tahu karyawan bahwa perusahaan akan memangkas 8.000 pekerjaan dan menutup 6.000 lowongan yang masih terbuka. Gale saat itu menyatakan bahwa langkah ini merupakan “bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien” dan akan memungkinkan Meta mengimbangi investasi lainnya.

Meski tidak dijelaskan secara rinci, Gale kemungkinan besar merujuk pada investasi besar Meta di bidang kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi di seluruh industri saat ini gencar melakukan PHK untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke pengembangan AI.

Pada akhir 2025, Meta memiliki sekitar 78.000 karyawan. PHK terhadap 8.000 pekerja akan menghilangkan hampir 10 persen dari posisi yang ada saat ini. Reuters melaporkan bahwa Meta bahkan akan memangkas lebih banyak pekerjaan pada akhir tahun ini.

Karyawan yang terkena PHK akan mendapatkan pesangon selama 16 minggu, ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja mereka di perusahaan.

Strategi AI Meta Pasca-Metaverse

Meta kini bertaruh besar pada AI setelah menghentikan rencana pengembangan metaverse yang tidak berjalan sesuai harapan. Perusahaan berencana membangun pusat data dengan kapasitas “puluhan gigawatt” dalam dekade ini.

Meta juga telah membentuk tim “superintelligence” yang terdiri dari para ahli AI. CEO Mark Zuckerberg bahkan secara langsung memilih calon rekrutan dan mengundang mereka ke rumahnya. Perusahaan terus mengembangkan agen AI dan menempatkan chatbot AI di berbagai produknya.

The New York Times melaporkan bahwa Zuckerberg memberi tahu investor bahwa perusahaan berencana menghabiskan antara $115 miliar hingga $135 miliar tahun ini, sebagian besar untuk pengembangan AI.

Langkah Meta ini menunjukkan perubahan strategi yang signifikan dari fokus pada metaverse ke pengembangan kecerdasan buatan. Perusahaan tampaknya serius mengejar ketertinggalan di bidang AI yang kini menjadi primadona industri teknologi global.

Langkah Meta untuk memindahkan ribuan karyawan ke divisi AI dan melakukan PHK besar-besaran mencerminkan perubahan prioritas perusahaan. Dengan investasi triliunan rupiah di bidang AI, Meta berupaya memposisikan diri sebagai pemain utama dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan global.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa industri teknologi tengah mengalami pergeseran besar, di mana pengembangan AI menjadi prioritas utama dibandingkan proyek-proyek lain yang dianggap kurang prospektif.

Komentar

Belum ada komentar.