Telset.id – Meta baru saja merilis pembaruan darurat untuk menghentikan modifikasi yang menonaktifkan lampu indikator perekaman pada kacamata pintar Ray-Ban Meta. Namun, masalah baru muncul ketika Google AI justru memberikan panduan langkah demi langkah untuk melewati fitur keamanan tersebut.
Seorang jurnalis dari Tom’s Guide mengungkapkan bahwa setelah mengajukan pertanyaan teoretis sederhana, Google AI Overview dan Gemini dengan cepat memberikan petunjuk DIY (do-it-yourself) untuk menjadi pengintai. Alih-alih memblokir, algoritma Google justru memberikan instruksi lengkap untuk mematikan lampu indikator privasi.
“Yang saya minta hanyalah pertanyaan teoretis sederhana, dan algoritma Google praktis memberikan saya alat solder dan topeng ski,” tulis Jason England, Managing Editor of Computing di Tom’s Guide.
Pembaruan darurat Meta ini dirancang untuk menghentikan orang-orang yang memodifikasi kacamata pintar agar dapat merekam secara diam-diam. Jika lampu indikator LED dirusak, kamera pada perangkat akan otomatis dimatikan. Langkah ini merupakan respons terhadap maraknya modifikasi ilegal yang beredar di pasaran.
Sayangnya, celah keamanan tidak hanya datang dari sisi perangkat keras. Keberadaan AI yang memberikan instruksi bypass justru memperparah situasi. Menurut laporan tersebut, modifikasi kacamata Meta untuk mengintip kini sudah menjadi bisnis tersendiri, dan peretas akan melihat pembaruan ini sebagai tantangan, bukan hambatan.
Perlunya Regulasi yang Lebih Ketat
Pembaruan perangkat lunak dan penutupan layanan modder di platform Meta sendiri dinilai tidak cukup. Dibutuhkan perubahan yang lebih besar, baik dari sisi legislasi maupun perangkat keras. Berikut adalah beberapa langkah yang direkomendasikan:
- Matikan daya, matikan kamera: Pemerintah perlu mewajibkan kacamata pintar tidak dapat berfungsi tanpa lampu indikator fisik yang tidak bisa dilewati. Jika sirkuit LED putus, daya ke sensor kamera harus terputus secara fisik, mirip dengan aturan sabuk pengaman pada mobil.
- Perlakukan modder seperti penyadap: Pelaku bisnis yang memodifikasi kacamata pintar harus diperlakukan sama seperti penjual alat penyadap ilegal. Meta telah melarang bisnis modifikasi ini dari Facebook Marketplace, namun praktik serupa masih marak di Etsy, Shopify, dan dark web.
- Perbarui hukum “peeping tom” untuk era digital: Di AS dan Inggris, hukum voyeurisme saat ini masih terikat pada lokasi fisik korban, bukan pada niat menipu pelaku. Undang-undang perlu dimodernisasi untuk menghukum perekaman tersembunyi di ruang mana pun.
Baca Juga:
Jason England juga mencatat bahwa pembaruan Meta ibarat memasang kunci yang lebih baik pada pintu, tetapi mengabaikan fakta bahwa masih banyak orang yang mencoba mendobrak pintu tersebut. Seperti pembaruan Nintendo Switch yang seharusnya menghentikan pembajakan pada 2018 atau kunci perangkat lunak Apple pada komponen iPhone pihak ketiga, peretas pada akhirnya akan menemukan cara baru untuk melewatinya.
Kekhawatiran lain muncul ketika Gemini memberikan saran untuk memasang LED internal kecil yang mengelabui kamera agar mengira lampu eksternal masih menyala. Hal ini menunjukkan bahwa celah keamanan tidak hanya datang dari modifikasi fisik, tetapi juga dari panduan yang diberikan oleh kecerdasan buatan.
“Singkatnya, perbaikan teknologi bersifat sementara, tetapi perlindungan privasi sejati hanya akan terjadi ketika masyarakat memutuskan bahwa perekaman rahasia tidak dapat diterima secara sosial,” tulis England. “Dan itu dimulai dengan hukum yang memperlakukan pencipta dan fasilitator teknologi ini sebagai penjahat, bukan sekadar inovator atau kreator konten yang tidak bersalah.”
Meta sendiri telah merilis alat deteksi AI untuk mengidentifikasi gambar dan video buatan AI, namun langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah privasi yang lebih mendasar pada perangkat keras mereka.





Komentar
Belum ada komentar.