📑 Daftar Isi

Ilustrasi anak menggunakan laptop di sekolah terkait kesepakatan Microsoft dan AFT tentang privasi data AI

Microsoft Tak Pakai Data Sekolah untuk Latih AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft dan AFT mencapai kesepakatan privasi AI pertama yang mengikat secara hukum
  • Microsoft dilarang menggunakan data guru dan siswa untuk melatih model AI
  • Larangan melacak siswa dan pengambilan keputusan AI tanpa pengawasan manusia
  • Microsoft bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak jika melanggar perjanjian
  • Perlindungan tersedia untuk distrik sekolah mulai 1 November
  • AFT sedang bernegosiasi dengan OpenAI dan Anthropic untuk kesepakatan serupa
  • New York dan Los Angeles telah mengumumkan moratorium penggunaan AI di sekolah

Telset.id – Microsoft dan American Federation of Teachers (AFT) mencapai kesepakatan bersejarah yang melarang penggunaan data guru dan siswa untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Kesepakatan ini menetapkan standar privasi dan keamanan yang mengikat secara hukum, mengisi kekosongan regulasi federal yang belum ada di Amerika Serikat.

Perjanjian yang diumumkan pada 9 September 2026 ini merupakan hasil negosiasi berbulan-bulan antara raksasa teknologi dan serikat guru nasional terbesar kedua di AS tersebut. AFT menyebut kesepakatan ini sebagai upaya “pertama dari jenisnya” yang memberikan perlindungan nyata bagi pelajar dan keluarga di tengah minimnya aturan federal tentang penggunaan AI di sektor pendidikan.

Presiden AFT, Randi Weingarten, menegaskan pentingnya perjanjian ini dalam pernyataan resminya. “Kami telah menempa perjanjian privasi yang diperjuangkan dengan keras, tertutup rapat, dan memiliki gigi hukum nyata yang melindungi siswa dan keluarga, karena tidak ada pihak lain, termasuk pemerintah federal, yang mau melakukan pekerjaan nyata ini,” ujarnya.

Weingarten juga menekankan urgensi tindakan nyata dibanding sekadar kekhawatiran. “Kita bisa semakin marah, atau kita bisa bertindak tegas; apa pun yang kurang dari ketentuan yang mengikat secara hukum hanyalah daftar keinginan,” tambahnya.

Perlindungan yang Mengikat Secara Hukum

Kesepakatan ini mencakup beberapa perlindungan penting yang berlaku untuk seluruh ekosistem pendidikan. Microsoft berkomitmen untuk tidak menggunakan data dari guru atau siswa dalam pelatihan model AI, dengan pengecualian khusus untuk “skenario keamanan dan keselamatan yang sempit”.

Selain larangan penggunaan data, standar yang mengikat secara hukum ini juga melarang Microsoft melacak aktivitas siswa. Produk AI perusahaan juga dilarang mengambil keputusan di lingkungan sekolah tanpa pengawasan manusia. Perusahaan diwajibkan bersikap transparan kepada pendidik dan orang tua mengenai cara kerja alat-alat AI mereka.

Yang menjadi pembeda utama dari sekadar janji korporat adalah konsekuensi hukumnya. Microsoft akan bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak jika melanggar aspek apa pun dari perjanjian yang disebutkan. Ini memberikan “gigi hukum” yang selama ini tidak dimiliki oleh berbagai inisiatif sukarela industri teknologi.

Perlindungan ini akan mulai tersedia bagi distrik sekolah pada 1 November. Artinya, sekolah-sekolah yang tergabung dalam AFT dapat segera mengadopsi kerangka kerja ini untuk melindungi data siswa dan guru mereka.

Randi Weingarten juga menyampaikan apresiasinya melalui platform media sosial, menulis bahwa ketika AI digunakan di sekolah, orang tua dan pendidik berhak mendapatkan transparansi, siswa berhak mendapatkan keamanan, dan semua orang berhak mendapatkan perlindungan privasi yang kuat. Ia menyebut kesepakatan ini menghadirkan jaminan yang dapat ditegakkan yang menempatkan siswa, keluarga, dan pendidik sebagai prioritas utama.

Langkah Lanjutan dan Konteks Regulasi

AFT tidak berhenti pada kesepakatan dengan Microsoft. Serikat guru ini saat ini sedang dalam pembicaraan aktif dengan OpenAI dan Anthropic, dua pengembang AI terkemuka lainnya. Tujuannya jelas: mendapatkan perjanjian serupa yang melindungi data pendidikan dari kedua perusahaan tersebut.

Langkah AFT dan Microsoft ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk meregulasi penggunaan AI di sekolah. Kota New York baru-baru ini mengumumkan moratorium satu tahun untuk teknologi AI bagi siswa hingga kelas delapan. Los Angeles melangkah lebih jauh dengan mengumumkan moratorium satu tahun untuk semua siswa sekolah umum di wilayahnya.

Kesepakatan antara Microsoft dan AFT menunjukkan pendekatan berbeda: alih-alih melarang teknologi sepenuhnya, kedua pihak memilih untuk membangun kerangka kerja yang memungkinkan pemanfaatan AI sekaligus melindungi hak-hak dasar pengguna. Model ini bisa menjadi cetak biru bagi institusi pendidikan lain yang ingin mengadopsi AI tanpa mengorbankan privasi.

Bagi sekolah dan distrik yang tergabung dalam AFT, perjanjian ini memberikan kepastian hukum yang selama ini tidak ada. Mereka kini memiliki dasar yang kuat untuk menggunakan produk Microsoft di lingkungan pendidikan tanpa khawatir data sensitif siswa dan guru disalahgunakan untuk pengembangan model AI.

Ke depannya, keberhasilan implementasi perjanjian ini akan menjadi ujian apakah model kesepakatan bilateral antara penyedia teknologi dan serikat pekerja dapat menjadi solusi efektif di tengah lambatnya regulasi pemerintah. Jika terbukti berhasil, model ini berpotensi diadopsi oleh sektor lain yang juga menghadapi tantangan serupa dalam pemanfaatan AI.

[GAMBAR: https://www.engadget.com/img/gallery/microsoft-strikes-deal-with-national-teachers-union-to-not-use-school-data-to-train-ai/intro-1788979650.jpg]
[ALT: Anak-anak menggunakan laptop di ruang kelas untuk kegiatan belajar]
[CAPTION: Kesepakatan Microsoft dan AFT melindungi data siswa dan guru dari pelatihan model AI]

[VIDEO: https://www.youtube.com/embed/MrqJdZFO0TI?v=MrqJdZFO0TI]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.