📑 Daftar Isi

Ilustrasi pusat data dengan rak server dan lampu menyala

OpenAI Dkk Bentuk Aliansi Lawan Penolakan Data Center AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI, QTS, Softbank, Blackstone, dan tujuh serikat pekerja membentuk American Infrastructure Alliance (AIA).
  • AIA akan menetapkan guardrails pembangunan data center pada 2027.
  • Strategi awal difokuskan di Texas, Georgia, Ohio, Iowa, Pennsylvania, Indiana, dan South Carolina.
  • Kelompok lingkungan menyerukan moratorium, menyoroti dampak lingkungan dan minimnya pekerjaan permanen.
  • Sen. Bernie Sanders berencana menyusun legislasi penghentian sementara konstruksi data center.

Telset.id – Sejumlah perusahaan teknologi dan serikat pekerja Amerika Serikat membentuk American Infrastructure Alliance (AIA), sebuah kelompok lobi yang bertujuan melawan penolakan lokal terhadap pembangunan data center. Aliansi ini menaungi OpenAI, perusahaan data center global QTS, perusahaan investasi Softbank, Blackstone, serta tujuh serikat pekerja termasuk International Brotherhood of Electrical Workers. Langkah ini menjadi jawaban langsung atas meningkatnya seruan moratorium pembangunan fasilitas data center di sejumlah negara bagian.

Pembentukan AIA menandai babak baru pertarungan politik infrastruktur kecerdasan buatan di Amerika Serikat. Alih-alih hanya mengandalkan komunikasi korporat, perusahaan teknologi kini menggandeng kekuatan serikat pekerja untuk membangun dukungan publik dan anggota serikat terhadap konstruksi data center baru. Strategi ini dirancang untuk meredam penolakan kelompok lokal sekaligus mencegah meluasnya tuntutan penghentian pembangunan.

Rencananya, AIA akan menetapkan guardrails atau rambu-rambu pembangunan data center pada 2027. Aliansi ini juga akan memulai strategi defensif pertamanya di tujuh negara bagian, yaitu Texas, Georgia, Ohio, Iowa, Pennsylvania, Indiana, dan South Carolina. Pemilihan wilayah tersebut menunjukkan fokus AIA pada daerah-daerah yang memiliki penolakan lokal kuat terhadap kehadiran fasilitas data center.

Susunan Aliansi dan Dukungan Serikat Pekerja

AIA tidak hanya berisi perusahaan teknologi besar. Selain International Brotherhood of Electrical Workers (IBEW), aliansi ini mencakup United Association of Union Plumbers and Pipefitters (UA), International Association of Sheet Metal, Air, Rail and Transportation Workers (SMART), International Association of Heat and Frost Insulators and Allied Workers (HFIAW), dan International Association of Iron Workers.

Beberapa perwakilan organisasi tersebut telah menyampaikan dukungan secara terbuka. Michael Coleman, general president SMART, mengatakan bahwa pekerja dan komunitas Amerika harus memiliki tempat di meja perundingan saat infrastruktur kritis ini dibangun. Sementara Kenneth Cooper, international president IBEW, menilai larangan menyeluruh terhadap proyek infrastruktur yang diperlukan akan menghambat ekonomi dan mengancam lapangan kerja kelas menengah yang layak.

A data center with racks of servers and lots of lights glowing

Dukungan dari kalangan serikat pekerja menjadi elemen penting bagi AIA. Dengan melibatkan organisasi buruh, aliansi berharap dapat meyakinkan publik dan anggota serikat bahwa pembangunan data center membawa manfaat ekonomi langsung, terutama dalam bentuk lapangan kerja konstruksi.

Kritik dan Seruan Moratorium

Pendekatan agresif AIA menuai kritik. Mitch Jones, managing director of policy and litigation di kelompok lingkungan Food & Water Watch, menyerukan moratorium pembangunan data center untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap dampak jangka menengah dan panjang. Ia tidak hanya menyoroti dampak lingkungan, tetapi juga persoalan lapangan kerja.

Jones mengungkapkan kekhawatirannya terhadap data pekerjaan konstruksi. Menurutnya, setelah data center selesai dibangun, sangat sedikit pekerjaan yang tersisa di dalam fasilitas tersebut. Riset mereka menemukan bahwa per 2024 hanya ada 23.000 orang yang bekerja secara permanen di data center di seluruh Amerika Serikat.

Seruan moratorium sendiri terus menguat. Politikus termasuk Sen. Bernie Sanders berencana menyusun legislasi untuk menghentikan sementara konstruksi data center di seluruh Amerika Serikat hingga guardrails atau rambu-rambu pengamanan tersedia. Namun, langkah lobi dan guardrails yang disiapkan AIA diperkirakan akan memberikan efek yang lebih cepat sekaligus membuka lapangan kerja.

Outline map of US states in glowing blue with exploding streams of binary data illustrating communication, internet and technology

Ketegangan antara AIA dan kelompok penolak data center mencerminkan pergeseran lanskap pembangunan infrastruktur AI di Amerika Serikat. Di satu sisi, perusahaan teknologi dan serikat pekerja mendorong percepatan pembangunan. Di sisi lain, kelompok lingkungan dan sejumlah politikus menuntut kajian dampak yang lebih menyeluruh sebelum konstruksi dilanjutkan.

Perdebatan ini juga bersinggungan dengan dinamika industri AI yang lebih luas. Sejumlah inisiatif AI terbaru dari OpenAI, misalnya, turut menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir, termasuk langkah perusahaan tersebut dalam merespons berbagai persoalan internal maupun eksternal. Beberapa di antaranya seperti permintaan maaf OpenAI dan langkah pemecatan staf keamanan menunjukkan bahwa perusahaan AI menghadapi tekanan publik yang semakin beragam.

Bagi AIA, fokus utamanya tetap pada pembangunan data center dan penggalangan dukungan publik di tingkat lokal. Strategi defensif di tujuh negara bagian menjadi ujian pertama bagi efektivitas aliansi ini dalam menghadapi penolakan kelompok lokal dan mendorong kebijakan yang lebih ramah terhadap pembangunan fasilitas data center.

Pembentukan AIA menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar semakin serius menggarap dimensi politik dan sosial dari ekspansi infrastruktur AI. Dengan menggandeng serikat pekerja, aliansi ini berupaya membangun narasi bahwa data center bukan sekadar proyek korporasi, melainkan juga sumber lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, kritik terhadap dampak jangka panjang data center, terutama soal jumlah pekerjaan permanen dan dampak lingkungan, masih menjadi tantangan yang harus dihadapi AIA. Seruan moratorium dari kelompok seperti Food & Water Watch dan rencana legislasi Sen. Bernie Sanders menjadi penanda bahwa perdebatan soal data center di Amerika Serikat belum akan mereda dalam waktu dekat.

Keberhasilan AIA dalam menetapkan guardrails pada 2027 dan meredam penolakan lokal akan menentukan arah pembangunan infrastruktur AI di Amerika Serikat. Setidaknya, kehadiran aliansi ini memastikan bahwa pertarungan soal data center kini memiliki pihak yang secara terorganisir membela percepatan pembangunan, lengkap dengan dukungan dari organisasi buruh.

[IMAGE_ALT]
Ilustrasi pusat data dengan rak server dan lampu menyala

[IMAGE_CAPTION]
Pusat data menjadi pusat perdebatan antara perusahaan teknologi dan kelompok penolak di Amerika Serikat.

[IMAGE_DESCRIPTION]
Gambar menampilkan deretan rak server di dalam pusat data dengan lampu-lampu yang menyala, menggambarkan infrastruktur komputasi yang menjadi objek utama pembentukan American Infrastructure Alliance.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.