Grafik pertumbuhan pendapatan Google Cloud yang melonjak 82% berkat AI enterprise

Pendapatan Google Cloud Melonjak 82% Berkat AI Enterprise

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pendapatan Google Cloud naik 82% year-over-year menjadi $24,8 miliar
  • Keuntungan Alphabet melonjak dari $28,1 miliar menjadi $112,1 miliar
  • Backlog kontrak cloud Google mencapai $514 miliar
  • Pengguna aktif bulanan Gemini naik dari 750 juta menjadi 950 juta
  • Belanja modal Alphabet diperkirakan $180-190 miliar tahun ini
  • CEO Google optimistis investasi AI akan membuahkan hasil pada 2027

Telset.id – Kekhawatiran investor Alphabet terhadap besarnya belanja AI mulai mereda setelah laporan keuangan terbaru menunjukkan hasil yang solid. Google Cloud menjadi motor utama pertumbuhan, dengan lonjakan pendapatan signifikan yang didorong adopsi solusi AI untuk perusahaan.

Pendapatan Google Cloud melesat 82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai angka fantastis $24,8 miliar. Capaian ini jauh melampaui ekspektasi analis Wall Street yang memperkirakan pendapatan hanya sebesar $22,46 miliar. Pertumbuhan ini juga mengalahkan kinerja kuartal sebelumnya yang mencatatkan kenaikan 63% menjadi $20 miliar.

Menurut perusahaan, kenaikan pendapatan cloud ini terutama didorong oleh adopsi solusi AI enterprise dan infrastruktur AI enterprise. Lebih menarik lagi, backlog pekerjaan kontrak cloud Google—yang belum dikonversi menjadi pendapatan—melonjak hingga $514 miliar, menandakan permintaan yang masih sangat kuat di masa depan.

Keuntungan Alphabet pun meroket menjadi $112,1 miliar, sebuah lompatan besar dari $28,1 miliar pada tahun lalu. Pendapatan keseluruhan perusahaan tumbuh 24% year-over-year menjadi $119,8 miliar, sementara pendapatan Google Services naik 15% menjadi $94,5 miliar.

“Investasi AI kami mendefinisikan ulang apa yang mungkin di setiap bagian bisnis kami,” ujar CEO Google Sundar Pichai dalam panggilan pendapatan hari Rabu. “Kami memiliki momentum yang menarik di semua lini.”

Adopsi Gemini, chatbot AI Google, juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Aplikasi tersebut kini memiliki 950 juta pengguna aktif bulanan, naik signifikan dari 750 juta pengguna pada Q4 2025.

Pertumbuhan pendapatan yang melonjak ini sebenarnya bukan hal baru bagi Google. Perusahaan mencatatkan kuartal ke-12 berturut-turut dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. Namun, kuartal ini tetap menjadi periode yang sangat subur bagi raksasa teknologi tersebut.

Meski pendapatan menjanjikan, belanja Alphabet masih sangat besar. Belanja modal untuk membangun pusat data, membeli chip, dan memperluas infrastruktur diperkirakan mencapai $180 miliar hingga $190 miliar tahun ini. Hal ini menjadi perhatian analis dalam panggilan pendapatan.

Beberapa analis menekan Pichai mengenai kapan dan seberapa besar investasi tersebut akan membuahkan hasil. “Saya pikir investasi kapasitas komputasi kami pada tahun ’27,” jawabnya. “Kami melihat indikator permintaan yang kuat, termasuk kesepakatan jangka panjang. Saya pikir, jika ada, dinamikanya terlihat lebih sehat dibandingkan setahun lalu, itulah yang memberi kami keyakinan untuk melakukan investasi ini.”

Keberhasilan Google Cloud ini menjadi bukti bahwa investasi besar di bidang AI mulai membuahkan hasil nyata. Pertumbuhan yang melampaui ekspektasi analis menunjukkan bahwa pasar enterprise AI memiliki potensi yang sangat besar.

Dengan backlog kontrak senilai $514 miliar, Google memiliki visibilitas pendapatan yang kuat untuk tahun-tahun mendatang. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi perusahaan untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur AI.

Pertumbuhan pengguna Gemini juga menunjukkan bahwa produk AI konsumen Google mulai diterima pasar. Dari 750 juta pengguna pada Q4 2025 menjadi 950 juta saat ini, adopsi chatbot AI ini menunjukkan tren positif.

CEO Google menegaskan bahwa investasi AI akan terus berlanjut. Perusahaan optimistis dengan prospek jangka panjang, terutama dengan meningkatnya permintaan dari sektor enterprise yang ingin mengadopsi teknologi AI.

Ke depannya, persaingan di pasar cloud AI diprediksi akan semakin ketat. Google harus terus berinovasi untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini, terutama dengan hadirnya pesaing seperti Microsoft Azure dan Amazon Web Services.

Bagi perusahaan yang ingin mengadopsi AI, Google Cloud menawarkan solusi lengkap mulai dari infrastruktur hingga aplikasi siap pakai. Dengan pertumbuhan yang solid, Google menjadi mitra yang menarik bagi enterprise yang ingin bertransformasi digital.

Laporan keuangan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem AI secara keseluruhan. Ketika perusahaan sebesar Google mulai menuai hasil dari investasi AI, hal ini akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi teknologi serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.