📑 Daftar Isi

Perdebatan kebijakan AI China di Gedung Putih AS

Perpecahan Gedung Putih soal Respons AI China Makin Memanas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pemerintahan Trump alami perpecahan internal soal respons AI China
  • Gedung Putih dorong pengendalian ketat, Kementerian Perdagangan nilai sulit diterapkan
  • Moonshot AI rilis Kimi K3 yang rivali model AI unggulan AS
  • Praktik distillation AI China jadi perhatian utama
  • Anthropic tuduh Alibaba lakukan "distillation attack" terbesar
  • Menteri Keuangan Scott Bessent sebut distillation sebagai pencurian IP
  • Model open weight China minim pengaman dan bisa diunduh siapa pun

Telset.id – Pemerintahan Donald Trump dilaporkan mengalami perpecahan internal yang serius dalam merespons perkembangan pesat model kecerdasan buatan (AI) dari China. Perdebatan ini melibatkan dua kubu utama di jajaran pemerintahan AS.

Berdasarkan sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut, Gedung Putih dan Kementerian Perdagangan AS memiliki pandangan yang bertolak belakang. Kubu Gedung Putih mendorong pengendalian ketat terhadap AI China yang dinilai mulai menyaingi model AI paling canggih dari AS.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan AS justru menilai bahwa pembatasan tersebut sulit untuk diterapkan secara efektif. Perbedaan sikap ini menjadi titik api terbaru dalam kebijakan AI pemerintahan Trump setelah kemunculan model Kimi K3 dari laboratorium AI China, Moonshot AI, pekan lalu.

Model Kimi K3 disebut mampu menyaingi model AI unggulan AS dari Anthropic dan OpenAI. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pejabat senior Gedung Putih yang kini tengah mendiskusikan langkah-langkah potensial untuk menghentikan perkembangan laboratorium AI China.

Salah satu metode yang menjadi sorotan adalah praktik distillation, di mana laboratorium AI China melatih model mereka menggunakan model AI buatan AS. Dalam beberapa hari terakhir, pejabat senior Gedung Putih telah membahas kemungkinan tindakan untuk menghentikan praktik ini.

Gedung Putih diperkirakan akan mengambil tindakan kepresidenan setelah Anthropic menuduh perusahaan teknologi China, Alibaba, melakukan apa yang disebut sebagai “largest known distillation attack” terhadap mereka. Namun, tindakan ini diperkirakan tidak akan berbentuk perintah eksekutif (executive order).

Seorang juru bicara Gedung Putih menolak memberikan komentar terkait laporan ini. Meskipun demikian, Gedung Putih disebut sangat serius menangani serangan distillation. Pada Rabu lalu, mereka mengumumkan bahwa Moonshot mengembangkan Kimi K3 dengan cara menyuling (distilling) model Claude Fable 5 milik Anthropic.

Menteri Keuangan Scott Bessent bahkan menyatakan kepada Fox Business bahwa distillation secara diam-diam dapat berujung pada sanksi. Ia menggambarkan praktik tersebut sebagai “IP theft” atau pencurian kekayaan intelektual.

Peran Kementerian Perdagangan dalam Perdebatan Kebijakan AI

Meskipun berbagai proposal telah beredar di dalam Gedung Putih, belum ada permintaan masukan resmi yang disampaikan kepada Kementerian Perdagangan. Departemen yang dipimpin oleh Howard Lutnick ini ternyata memiliki gagasannya sendiri mengenai cara menghadapi persaingan AI dengan China.

Kementerian Perdagangan semakin muncul sebagai pihak yang berpengaruh dalam perpecahan intra-administrasi terkait AI. Hal ini sebagian karena departemen tersebut mengawasi kontrol ekspor melalui Biro Industri dan Keamanan (Bureau of Industry and Security).

Lutnick telah mempertimbangkan cara-cara untuk menciptakan insentif bagi laboratorium AI unggulan AS agar membuat model open weight mereka sendiri. Langkah ini dimaksudkan untuk menjadi penyeimbang bagi perkembangan AI China.

Lutnick sendiri tampaknya berada di posisi tengah dalam hal regulasi. Di satu sisi, ia menerapkan kontrol ekspor terhadap Anthropic untuk membuat mereka patuh. Namun di sisi lain, ia disebut lebih leluasa dibandingkan pejabat lainnya, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Ancaman Model Open Weight dari China

Sebelumnya, isu AI terbesar bagi pemerintahan AS adalah model Claude Mythos dan Fable 5 milik Anthropic. Hal ini karena kemampuan model-model tersebut untuk menemukan kerentanan pada sistem pemerintahan dan infrastruktur kritis.

Namun, sakit kepala kebijakan terkait AI semakin meningkat dengan kemunculan model open weight dari China. Model-model ini memiliki sedikit hingga tidak ada pengaman (safeguards) untuk mencegah peretasan sistem pemerintahan dan dapat diunduh serta digunakan oleh siapa pun.

Kondisi ini menempatkan pemerintah AS pada posisi yang sulit. Di satu sisi, mereka ingin membendung kemajuan AI China yang dianggap mengancam keamanan nasional. Di sisi lain, kebijakan pembatasan yang terlalu ketat dinilai tidak efektif dan sulit diterapkan.

Perpecahan internal ini menunjukkan kompleksitas dalam merumuskan kebijakan AI yang efektif di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat antara AS dan China. Keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan berdampak signifikan pada masa depan industri AI global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.