📑 Daftar Isi

Ilustrasi gedung pengadilan banding AS dengan logo Anthropic dan Claude di latar belakang

Pengadilan AS Kunci Pemblokiran Claude di Pentagon, Anthropic Siap Banding

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengadilan banding AS di Washington DC mempertahankan label risiko rantai pasok terhadap Anthropic dengan putusan 2-1
  • Pentagon dan pemerintahan Trump dapat terus menyingkirkan model AI Claude dari lingkungan federal
  • Anthropic mempertimbangkan banding ke panel lebih luas DC Circuit atau Mahkamah Agung AS
  • Sanksi dijatuhkan di bawah dua undang-undang rantai pasok terpisah tahun ini
  • Anthropic menolak model AI-nya dipakai untuk senjata otonom atau pengawasan domestik
  • Menteri Pertahanan Pete Hegseth menilai sikap itu risiko keamanan nasional signifikan
  • Anthropic kehilangan pendapatan karena pelanggan khawatir, tapi penjualan tetap tumbuh
  • Pentagon belum ungkap kemajuan penggantian Claude dengan Grok, Gemini, atau GPT

Telset.id – Pengadilan banding Amerika Serikat di Washington, DC, memutuskan untuk mempertahankan label risiko rantai pasok terhadap Anthropic, sehingga Pentagon dan sebagian besar pemerintahan Trump dapat terus menyingkirkan model AI Claude dari lingkungan federal. Putusan dengan komposisi 2-1 ini menjadi pukulan langsung bagi Anthropic yang sedang bersiap menuju potensi penawaran umum perdana (IPO) tahun ini.

Dalam putusan tersebut, mayoritas hakim menyatakan bahwa Departemen Pertahanan AS memiliki dukungan yang memadai untuk menyimpulkan bahwa integrasi Claude ke dalam sistem informasi departemen, baik oleh departemen maupun kontraktornya, menimbulkan risiko keamanan nasional yang tercakup secara statutori. Hakim menegaskan bahwa Anthropic sendiri mengakui perusahaannya menyematkan pembatasan ke dalam Claude untuk mencegah model melakukan tugas-tugas yang tidak diinginkan Anthropic.

Juru bicara Anthropic, Danielle Cohen, menyatakan perusahaan tetap yakin pada posisinya dan sedang mempertimbangkan semua opsi yang tersedia. Opsi tersebut termasuk mengajukan banding ke panel yang lebih luas di DC Circuit Court of Appeals atau ke Mahkamah Agung AS.

Latar Belakang Sanksi Pentagon terhadap Anthropic

Sebelumnya tahun ini, Pentagon menjatuhkan sanksi kepada Anthropic di bawah dua undang-undang rantai pasok yang terpisah. Tujuannya adalah menghapus model AI Claude dari lingkungan militer dan bagian lain pemerintahan federal pada bulan ini. Langkah ini diambil setelah eksekutif Anthropic menyatakan perusahaan tidak akan mengizinkan pemerintah menggunakan model AI mereka saat ini untuk mendukung senjata otonom atau pengawasan domestik.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menilai sikap tersebut sebagai risiko keamanan nasional yang signifikan. Undang-undang yang menetapkan status Anthropic harus ditantang di pengadilan yang berbeda. Seorang hakim federal di San Francisco membatalkan salah satu label risiko rantai pasok pada Maret dan mengonfirmasi keputusan itu bulan lalu. Namun, putusan Jumat pekan lalu berarti label lainnya akan tetap berlaku tanpa batas waktu, sehingga pemblokiran Pentagon terhadap Anthropic dapat berlanjut.

Kedua putusan tersebut menghadapi prospek bertahun-tahun proses banding sebelum sepenuhnya terselesaikan. Pihak Anthropic menyatakan bahwa mereka kehilangan pendapatan karena pelanggan khawatir menjalin bisnis dengan perusahaan yang dianggap sebagai pariah pemerintah. Meski demikian, Anthropic tidak memberikan pembaruan lebih lanjut tentang bagaimana status tersebut memengaruhi kinerja keuangannya.

Di sisi lain, Anthropic secara umum mengumumkan penjualan yang terus tumbuh dalam beberapa bulan terakhir dan sedang bergerak menuju potensi IPO sahamnya pada akhir tahun ini. Sementara itu, Pentagon belum memberikan pembaruan rinci tentang kemajuan mereka menggantikan Claude dengan alternatif seperti Grok dari SpaceX, Gemini dari Google, atau model GPT dari OpenAI.

Beberapa karyawan di Google dan OpenAI menolak langkah perusahaan mereka yang menjalin kesepakatan dengan militer AS, kesepakatan yang sebelumnya ditolak oleh Anthropic, dengan alasan etika. Namun, perusahaan-perusahaan tersebut mengabaikan protes tersebut dan menyebut dukungan terhadap pemerintah AS sebagai hal yang krusial. Dinamika ini menunjukkan perbedaan pendekatan di antara pengembang AI besar dalam menyikapi keterlibatan militer.

Respons dan Proses Hukum yang Berlanjut

Keputusan baru pengadilan banding AS di Washington, DC, ini sebenarnya sudah cukup dinantikan. Pada April lalu, panel yang sama menolak untuk sementara memblokir penetapan risiko rantai pasok setelah menilai Anthropic gagal memenuhi persyaratan ketat untuk mendapatkan penangguhan segera. Dalam sidang sebelum putusan, tiga hakim panel tersebut menantang argumen Anthropic dan pemerintah AS serta tampak terbelah mengenai cara memutuskan pemblokiran status tersebut secara penuh. Keputusan akhir pun diambil dengan suara 2-1.

Mayoritas hakim juga menolak klaim Anthropic bahwa hak due process dan kebebasan berbicaranya dilanggar. Mereka menyatakan pemerintah mengikuti prosedur dan sengketa ini merupakan negosiasi kontrak standar. Pentagon, menurut hakim, mengeluarkan Anthropic dari rantai pasoknya berdasarkan penolakan perusahaan untuk menyetujui ketentuan kontrak yang dianggap penting oleh departemen, bukan berdasarkan dukungan perusahaan terhadap regulasi AI yang lebih besar.

Anthropic sebelumnya berargumen bahwa pemerintah bertindak melampaui apa yang diizinkan oleh undang-undang rantai pasok. Namun untuk saat ini, Pentagon dan sebagian besar pemerintahan Trump lainnya akan dapat terus menyingkirkan Claude menjelang IPO Anthropic yang diperkirakan terjadi.

Putusan ini menjadi babak baru dalam ketegangan antara pengembang AI dan pemerintah AS mengenai batas penggunaan teknologi untuk keperluan militer. Sementara Anthropic mempertimbangkan langkah banding berikutnya, operasional Pentagon tetap berjalan tanpa Claude. Bagi pelaku industri, dinamika hukum seperti ini menjadi perhatian penting, sebagaimana perkembangan regulasi dan sengketa teknologi yang juga terjadi di sektor lain, misalnya dalam kasus biaya link eksternal yang diusulkan Apple bagi developer.

Selain itu, perdebatan soal kontrol dan tata kelola teknologi juga terlihat di sektor lain, seperti langkah dewan kota yang menyetujui akuisisi lahan untuk infrastruktur digital, sebagaimana tercermin dalam keputusan akuisisi lahan data center DC BLOX oleh Dewan Nashville. Pola serupa terlihat pada platform media sosial yang menyediakan mekanisme bagi pengguna untuk memprotes konten yang melanggar aturan, seperti fitur protes tweet di Twitter.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai langkah final Anthropic. Yang jelas, putusan pengadilan banding ini memastikan bahwa pemblokiran Claude oleh Pentagon dapat terus berjalan, sementara proses hukum kedua label risiko rantai pasok masih menghadapi jalur banding yang panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.