Telset.id – Aksi protes warga Amerika Serikat berhasil memblokir atau menunda proyek data center AI senilai $130 miliar hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini hampir menyamai total nilai proyek yang terhambat sepanjang tahun 2025 yang mencapai $156 miliar, menunjukkan eskalasi penolakan publik terhadap pembangunan infrastruktur AI di berbagai wilayah.
Keluhan warga mencakup beban berat pada jaringan listrik lokal, sistem air, polusi suara dan udara, serta janji ekonomi yang dianggap tidak pasti. Kekhawatiran ini mendorong komunitas lokal untuk mengambil sikap tegas, dan dalam banyak kasus, suara mereka berhasil menghentikan atau menunda proyek yang telah direncanakan perusahaan teknologi besar.
Perusahaan AI Melawan dengan Gugatan Hukum
Menghadapi gelombang penolakan ini, pengembang data center AI tidak tinggal diam. Mereka mulai menggugat otoritas lokal yang memberlakukan larangan dan pembatasan pembangunan. Bahkan, muncul laporan bahwa perusahaan intelijen swasta membuat dan menjual dokumen rahasia tentang para kritikus AI dan data center untuk membantu perusahaan serta regulator menghadapi gerakan perlawanan yang berkembang ini.
Salah satu contoh kemenangan pengembang terjadi di Hill County, Texas. Wilayah ini menjadi salah satu county pertama di negara bagian tersebut yang memberlakukan larangan pembangunan data center di area pedesaan selama satu tahun. Namun, pengembang data center mengajukan gugatan dan akhirnya aturan tersebut dicabut.
Argumen utama para pengembang berpusat pada pertanyaan mengenai kewenangan pemimpin lokal dalam menentukan bagaimana dan di mana data center dibangun. Meski demikian, belum jelas apakah gugatan serupa akan berhasil melawan larangan dan moratorium tingkat negara bagian, seperti yang diumumkan Gubernur Texas Greg Abbott lebih dari seminggu lalu.
Moratorium Texas tersebut menghentikan pembangunan sekitar 1.800 data center hingga audit dampaknya terhadap komunitas lokal, sistem air, dan jaringan listrik Texas selesai dilakukan. Selain itu, belum diketahui apakah pendukung AI di pemerintah federal akan mengambil sikap terhadap pembatasan data center AI di tingkat negara bagian.

Presiden Donald Trump menyebut data center sebagai hal yang “sangat hebat”. Namun, meskipun terjadi perpecahan antara pemilih Republik dan Demokrat, keduanya memiliki kebencian bipartisan terhadap data center AI. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi para pemimpin yang mendukung pembangunan infrastruktur tersebut saat pemilihan ulang tiba.
Dampak Nyata di Lapangan
Terlepas dari hasil di pengadilan, tampaknya perusahaan AI belum akan memenangkan opini publik dalam waktu dekat. Data center memang memiliki dampak negatif langsung yang serius dengan keuntungan yang relatif terbatas.
Di sisi positif, pekerja konstruksi bisa mendapatkan peningkatan pendapatan selama proyek dibangun. Beberapa pekerja lokal mungkin menerima pekerjaan jangka panjang untuk membantu mengelola fasilitas, dan data center dapat mendatangkan pendapatan pajak yang tinggi relatif terhadap ukurannya.
Namun, konstruksi pada akhirnya akan selesai. Pekerjaan jangka panjang di lokasi cenderung terbatas karena banyak manajemen yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Pendapatan pajak juga membutuhkan keuntungan yang berkelanjutan.
Contoh dampak negatif nyata sudah terjadi di berbagai tempat. Meta mencemari sistem air Cheyenne dengan bakteri. Tagihan listrik publik disebut meningkat hingga $23 miliar akibat operasional data center. Sebuah data center di Michigan mendapat masalah karena menghasilkan polusi suara luar biasa selama 24 jam, yang digambarkan salah satu warga seperti “penyiksaan dengan suara di dalam sel”.

Survei IPSOS Juni 2026 menunjukkan 55% warga Amerika tidak menentang pembangunan data center baru secara umum. Namun, 59% responden akan secara aktif menolak jika pusat data dibangun dalam radius 10 mil dari rumah mereka.
Kekhawatiran lain muncul dari potensi gelembung AI. Meskipun kinerja keuangan data center AI saat ini solid, banyak pihak khawatir keuntungan yang dijanjikan akan berakhir lebih cepat dari perkiraan. Dalam skenario terburuk, bangunan-bangunan ini bisa menjadi terbengkalai, membuat warga lokal menghadapi masalah bertahun-tahun tanpa pernah melihat imbalan apa pun.
Ketika antusiasme terhadap AI belum mereda, diperkirakan akan semakin banyak rencana pembangunan data center bermunculan. Bersamaan dengan itu, semakin banyak pula komunitas yang menolak kehadiran infrastruktur tersebut di lingkungan mereka. Pertarungan antara kepentingan industri dan kekhawatiran warga diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.