📑 Daftar Isi

Robot bawah air AI mengamati gelembung penyelam di danau untuk deteksi laju pernapasan

Robot AI Bawah Air Bisa Deteksi Napas Penyelam Lewat Gelembung

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Peneliti University of Minnesota latih robot AI bawah air untuk deteksi napas penyelam lewat gelembung ekshalasi.
  • Sistem HREyes bekerja dengan kamera biasa, tanpa sensor tambahan pada penyelam.
  • Robot kategorikan napas: di bawah normal (<14/menit), normal, di atas normal (>20/menit).
  • Studi uji coba di danau Minnesota dan Karibia dengan berbagai kondisi visibilitas.
  • Sistem belum bisa diagnosa stres atau darurat, hanya indikator pembacaan tidak biasa.
  • Riset selanjutnya akan gabungkan data pernapasan dengan analisis gerakan penyelam.

Telset.id – Peneliti University of Minnesota berhasil melatih robot bawah air bertenaga AI untuk memperkirakan laju pernapasan penyelam hanya dengan mengamati gelembung yang keluar saat ekshalasi. Sistem tanpa kontak ini, yang dirinci dalam studi peer-review yang diterbitkan di The International Journal of Robotics Research, bekerja dengan rekaman kamera biasa. Artinya, penyelam tidak perlu menambahkan sensor lain ke perlengkapan mereka yang sudah padat.

Perubahan pola pernapasan pada akhirnya bisa memperingatkan robot penyelam rekanan ketika ada sesuatu yang tidak beres. Namun, pada tahap ini, sistem hanya mengukur respirasi dan menyerahkan keputusan kepada manusia untuk menafsirkan arti dari pembacaan tersebut. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam pengembangan asisten robotik bawah air yang lebih cerdas.

Cara Robot Membaca Gelembung

Robot ini menggunakan kamera untuk mengamati semburan gelembung yang dihasilkan setiap kali penyelam menghembuskan napas. Perangkat lunaknya kemudian mengidentifikasi setiap semburan gelembung dan mengubah polanya menjadi perkiraan jumlah napas per menit. Proses ini memungkinkan pemantauan kondisi fisiologis penyelam secara real-time tanpa kontak fisik.

Namun, melatih sistem ini bukanlah tugas yang mudah. Para peneliti tidak bisa hanya mengarahkan kamera ke dalam air dan berharap gelembung-gelembung tersebut bekerja sama. Mereka secara manual memberi label pada ribuan gambar bawah air dan mencocokkan rekaman tersebut dengan audio dari embusan napas regulator. Proses ini mengajarkan sistem apa yang dianggap sebagai satu kali napas.

Tim peneliti mengumpulkan video dan audio di danau-danau Minnesota dan Karibia, menguji metode ini dalam berbagai kondisi suhu dan visibilitas. Hal ini memastikan sistem dapat bekerja secara akurat di lingkungan yang berbeda, mirip seperti bagaimana pelatihan AI membutuhkan data yang beragam dan berkualitas.

Baca Juga:

Apa yang Ditunjukkan Robot kepada Penyelam

Selama uji coba lapangan, sistem yang disebut HREyes ini mengelompokkan pembacaan ke dalam tiga kategori. Kurang dari 14 napas per menit dihitung sebagai di bawah normal, sementara lebih dari 20 napas per menit dihitung sebagai di atas normal. Robot kemudian dapat menampilkan status tersebut kepada penyelam.

Sistem ini lebih berfungsi sebagai indikator pembacaan yang tidak biasa daripada alarm darurat yang terbukti. Ia dapat mendeteksi ketika pernapasan bergerak di luar kisaran yang diharapkan, tetapi gelembung-gelembung tersebut tidak akan menjelaskan penyebabnya. Dengan kata lain, robot dapat memberi tahu bahwa ada yang berbeda, tetapi tidak dapat mendiagnosis masalahnya.

Nature, Outdoors, Water

Apa yang Masih Perlu Dibuktikan

Studi ini membandingkan perkiraan robot dengan analisis manusia. Namun, studi tersebut belum menetapkan apakah pembacaan itu dapat secara andal mengidentifikasi stres atau memperingatkan bahwa keadaan darurat sudah dekat. Validasi klinis lebih lanjut masih diperlukan sebelum sistem ini dapat diandalkan untuk keselamatan.

Para peneliti selanjutnya berencana untuk menggabungkan pengukuran pernapasan dengan analisis pergerakan penyelam. Sinyal fisik kedua ini dapat memberikan lebih banyak konteks kepada robot. Sampai saat itu tiba, sistem ini hanya dapat memberikan informasi laju pernapasan, bukan diagnosis medis. Ini adalah langkah awal yang penting, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.