Ilustrasi model AI mobil otonom SafeDrive dari Seoul National University yang terpilih di CVPR 2026

SafeDrive: AI Mobil Otonom Korea Tembus CVPR 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tim peneliti Seoul National University (SNU) mengembangkan AI mobil otonom bernama SafeDrive
  • SafeDrive terpilih sebagai highlight paper di CVPR 2026, hanya 3% makalah yang meraih predikat ini
  • Ini adalah makalah end-to-end otonom buatan Korea pertama yang meraih posisi tersebut
  • SafeDrive menggunakan Fine-grained Safety Reasoning untuk menghasilkan beberapa lintasan dan memilih yang paling aman
  • Model ini mengatasi kelemahan sistem end-to-end saat ini dalam hal keamanan dan explainability
  • SafeDrive telah diintegrasikan ke dalam model EAD yang didukung Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea
  • Tim peneliti sedang menguji SafeDrive di kendaraan nyata bersama perusahaan otonom domestik
  • Target jangka panjang adalah komersialisasi penuh dengan data yang dikumpulkan sendiri

Telset.id – Tim peneliti dari Seoul National University (SNU) berhasil mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) bernama SafeDrive yang mampu membuat keputusan berkendara secara lebih aman dan dapat dijelaskan. Inovasi ini langsung mendapat pengakuan internasional dengan terpilih sebagai highlight paper di konferensi bergengsi CVPR 2026, sebuah pencapaian yang hanya diraih oleh sekitar 3% dari seluruh makalah yang masuk.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi industri AI Korea Selatan. Seperti dilaporkan oleh TechXplore, ini adalah pertama kalinya sebuah makalah tentang sistem otonom end-to-end buatan Korea berhasil meraih posisi highlight di CVPR, yang merupakan salah satu konferensi visi komputer dan AI terbesar di dunia. Hal ini menandakan bahwa Korea tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah persaingan ketat antara Amerika Serikat dan China dalam pengembangan mobil tanpa pengemudi.

Lantas, apa yang membuat SafeDrive berbeda dari model AI mobil otonom lainnya? Kebanyakan model end-to-end saat ini bekerja dengan mempelajari data berkendara nyata dalam jumlah besar dan mencoba meniru reaksi manusia di jalan. Metode ini memang efektif dalam situasi normal, namun seringkali gagal memberikan penjelasan mengapa suatu jalur dipilih dibandingkan jalur lainnya. Kegagalan ini menjadi masalah serius ketika menyangkut keselamatan.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Jun Won Choi dari Departemen Teknik Elektro dan Komputer menemukan solusi untuk masalah tersebut. Mereka membangun sebuah mekanisme yang disebut Fine-grained Safety Reasoning. Alih-alih hanya memilih satu jalur dan langsung mengikutinya, SafeDrive menghasilkan beberapa kemungkinan lintasan. Lintasan-lintasan ini kemudian digabungkan dengan data dari sensor mobil dan setiap opsi dinilai berdasarkan tingkat keamanannya. Mobil kemudian akan memilih lintasan dengan skor keamanan tertinggi.

Pendekatan ini terdengar sederhana, tetapi secara langsung mengatasi dua kelemahan terbesar dari sistem end-to-end saat ini: keamanan dan kemampuan untuk dijelaskan (explainability). Dengan sistem ini, keputusan yang diambil oleh AI tidak lagi menjadi “kotak hitam”, melainkan dapat dilacak dan diverifikasi.

Baca Juga:

SafeDrive tidak hanya berhenti sebagai proyek penelitian di laboratorium. Model ini telah diintegrasikan ke dalam EAD, sebuah model referensi yang didukung oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea. Saat ini, tim Profesor Choi sedang bekerja sama dengan perusahaan otonom domestik untuk menguji SafeDrive pada kendaraan nyata.

snu-self-driving-model

Profesor Choi menyatakan bahwa rencana selanjutnya adalah terus menyempurnakan model dengan kumpulan data yang lebih besar. Target jangka panjangnya adalah mendorong SafeDrive menuju komersialisasi penuh dengan menggunakan data yang dikumpulkan sendiri oleh tim peneliti.

Meskipun pengembangan AI otonom terus berlanjut, isu keamanan siber juga menjadi perhatian. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengungkapkan kerentanan pada model AI, termasuk risiko model AI yang mudah diracun oleh pihak tidak bertanggung jawab. Hal ini menjadi pengingat bahwa pengembangan teknologi keselamatan juga harus diimbangi dengan perlindungan terhadap serangan siber.

Dengan pendekatan yang lebih aman, transparan, dan telah diakui secara internasional, SafeDrive memberikan harapan baru bagi masa depan mobil tanpa pengemudi yang tidak hanya pintar, tetapi juga dapat dipercaya.

Machine, Wheel, Car

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.