Telset.id – Samsung resmi memperluas dukungan bahasa untuk sejumlah fitur Galaxy AI dan Bixby mulai hari ini. Pembaruan ini awalnya difokuskan pada fitur-fitur yang membantu pengguna menerjemahkan, merangkum, dan mentranskripsi konten. Langkah ini menegaskan posisi Samsung dalam menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih inklusif bagi pengguna di berbagai wilayah, sejalan dengan dinamika pasar perangkat pintar yang terus berkembang.
Dalam siaran persnya, Samsung mengonfirmasi bahwa fitur Galaxy AI seperti Call Assist, Interpreter, Note Assist, dan Transcript Assist akan menambah dukungan untuk bahasa Melayu dan Hungaria. Penambahan dua bahasa ini membuat kemampuan komunikasi lintas bahasa Samsung semakin luas dan relevan untuk pengguna di Asia Tenggara, khususnya penutur bahasa Melayu.
Dengan penambahan dua bahasa baru tersebut, Live Translate kini akan mendukung total 24 bahasa. Fitur Now Nudge milik Samsung juga akan mendapatkan dukungan untuk 8 bahasa baru, sehingga totalnya menjadi 24 bahasa. Ekspansi ini menunjukkan komitmen Samsung untuk memperluas jangkauan fitur AI-nya ke lebih banyak pengguna global.
Perluasan dukungan bahasa ini menjadi kabar penting bagi pengguna Galaxy yang sering berkomunikasi lintas negara atau bekerja dengan dokumen berbahasa asing. Fitur seperti Call Assist dan Interpreter sangat bergantung pada kemampuan menerjemahkan secara real-time, sehingga tambahan bahasa Melayu dan Hungaria memperbesar cakupan pengguna yang bisa memanfaatkannya.
Bixby Kini Dukung Bahasa Polandia, Thailand, dan Vietnam
Sementara itu, Bixby akan menambah dukungan untuk bahasa Polandia, Thailand, dan Vietnam. Dengan tambahan tersebut, total bahasa yang didukung Bixby menjadi 12. Berbeda dengan fitur Galaxy AI, bahasa baru untuk Bixby sudah tersedia mulai hari ini.

Adapun dukungan untuk fitur-fitur Galaxy AI akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Perbedaan jadwal ketersediaan ini penting dicatat pengguna, karena tidak semua fitur akan langsung aktif di perangkat begitu pembaruan diumumkan.
Baca Juga:
Ekspansi bahasa ini juga menjadi bagian dari strategi Samsung dalam memperkuat ekosistem Galaxy AI di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Perusahaan terus mendorong adopsi fitur berbasis kecerdasan buatan ke lebih banyak perangkat dan wilayah, seiring dengan dinamika pasar yang terus berubah.
Bagi pengguna di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, penambahan bahasa Melayu menjadi sinyal positif. Bahasa ini memiliki kedekatan dengan bahasa Indonesia, sehingga fitur terjemahan dan transkripsi Samsung berpotensi lebih akurat dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pekerjaan.
Dengan total 24 bahasa untuk Live Translate dan Now Nudge, serta 12 bahasa untuk Bixby, Samsung memperluas cakupan fitur AI-nya secara signifikan. Pembaruan ini menyentuh fitur-fitur inti yang paling sering digunakan pengguna, mulai dari menerjemahkan panggilan hingga merangkum catatan dan mentranskripsi rekaman suara.
Pengguna yang ingin memanfaatkan fitur-fitur ini disarankan memperhatikan jadwal peluncuran bertahap, terutama untuk fitur Galaxy AI. Sementara Bixby dengan bahasa Polandia, Thailand, dan Vietnam sudah bisa digunakan mulai hari ini, fitur Galaxy AI dengan bahasa Melayu dan Hungaria akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan.
Langkah Samsung ini menegaskan bahwa dukungan bahasa menjadi salah satu medan kompetisi penting di industri perangkat pintar. Semakin banyak bahasa yang didukung, semakin luas pula basis pengguna yang bisa merasakan manfaat fitur AI dalam aktivitas harian mereka.
[ META_DESCRIPTION]
Samsung memperluas dukungan bahasa Galaxy AI dan Bixby mulai hari ini. Live Translate kini dukung 24 bahasa, termasuk bahasa Melayu dan Hungaria.





Komentar
Belum ada komentar.