Telset.id – Samsung memperkenalkan fitur AI asisten kesehatan terbaru, Samsung Health Assistant, yang kini tersedia dalam versi beta untuk pengguna di Amerika Serikat. Asisten percakapan ini terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Samsung Health dan mampu menganalisis data dari berbagai aspek kebugaran pengguna.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan jawaban personal atas pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran mereka. Dengan kata lain, grafik kesehatan pengguna kini bisa “berbicara” dan memberikan wawasan yang lebih dalam.
Health Assistant bekerja dengan mengolah data dari lima area inti Samsung Health: tidur, aktivitas, nutrisi, kesadaran diri (mindfulness), dan tanda vital. Asisten AI ini dapat mengidentifikasi hubungan antara area-area tersebut, menyoroti pola yang mungkin sulit dideteksi, serta menjelaskan bagaimana satu bagian rutinitas pengguna memengaruhi bagian lainnya.
Dengan kemampuan ini, pengguna tidak perlu lagi membuka layar terpisah untuk melihat data tidur, olahraga, atau metrik lainnya. Cukup dengan mengajukan pertanyaan, pengguna akan mendapatkan panduan berdasarkan gambaran data yang telah digabungkan.
Samsung menambahkan bahwa rekomendasi yang diberikan oleh Health Assistant telah divalidasi oleh dokter dan pelatih kesehatan bersertifikat. Hal ini memberikan lapisan kredibilitas ekstra pada informasi yang disajikan.
Fitur Energy Score tetap membutuhkan data aktivitas, tidur, dan detak jantung semalaman yang dikumpulkan melalui Galaxy Watch atau Galaxy Ring yang kompatibel. Asisten ini juga dapat menggabungkan informasi yang dicatat secara manual atau tersimpan di Samsung Health, termasuk data nutrisi dan mindfulness.
Ke depannya, Samsung berencana untuk membuat asisten ini semakin personal dengan menggunakan Personal Data Engine. Teknologi ini akan memperhitungkan detail seperti acara di kalender, rutinitas harian, dan preferensi individu pengguna. Perusahaan juga sedang menjajaki layanan pelatihan berbasis tujuan (goal-based coaching) dan layanan seperti manajemen berat badan.
Baca Juga:
Samsung mendeskripsikan Health Assistant sebagai asisten kesehatan pribadi berbasis AI yang “terintegrasi penuh” pertama. Dengan demikian, fitur ini bersaing langsung dengan layanan serupa seperti Google Health Coach.
Google Health Coach menggabungkan data dari Fitbit atau Pixel Watch dengan informasi tidur, kebugaran, nutrisi, dan rekam medis. Sistem ini mengandalkan Gemini untuk menjawab pertanyaan dan membuat rencana personal, namun aksesnya memerlukan langganan Google Health Premium seharga USD 9,99 per bulan.
Contoh lainnya adalah Oura Advisor, yang menggunakan informasi biometrik dan tren jangka panjang yang dikumpulkan oleh Oura Ring untuk memberikan jawaban personal tentang tidur, aktivitas, kesiapan, dan ketahanan tubuh. Layanan ini membutuhkan keanggotaan Oura yang aktif.
Meskipun persaingan semakin ketat, Samsung belum mengumumkan apakah Health Assistant pada akhirnya akan memerlukan pembayaran atau mengungkapkan perangkat Galaxy mana yang memenuhi syarat untuk beta saat ini. Belum jelas pula kapan fitur ini akan tersedia di luar Amerika Serikat.
Perusahaan telah menegaskan bahwa fitur ini tidak akan memberikan nasihat medis, diagnosis, atau rekomendasi pengobatan. Fungsinya murni untuk membantu pengguna memahami tren kesehatan mereka dengan lebih mudah.

Dengan hadirnya Health Assistant, Samsung memberikan solusi bagi pengguna yang kewalahan dengan banyaknya data yang dihasilkan oleh perangkat wearable. Dariba pada Galaxy Watch atau Galaxy Ring, pengguna kini bisa mendapatkan ringkasan yang mudah dipahami tanpa harus memeriksa beberapa layar secara terpisah.
Langkah Samsung ini juga menunjukkan komitmennya untuk bersaing di pasar AI kesehatan yang semakin ramai. Dengan validasi dari tenaga medis profesional, perusahaan berusaha membangun kepercayaan pengguna terhadap teknologi AI dalam pengelolaan kesehatan pribadi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk terbaru Samsung, Anda bisa membaca artikel tentang Galaxy Z Fold 8 Wide yang baru-baru ini dirilis.
Sementara itu, perkembangan teknologi layar Samsung juga patut diperhatikan. Perusahaan baru saja mengirimkan panel OLED Tandem 1400 nits ke beberapa produsen laptop ternama.
Secara keseluruhan, Samsung Health Assistant menawarkan cara baru yang lebih intuitif bagi pengguna untuk berinteraksi dengan data kesehatan mereka. Meskipun masih dalam tahap beta dan terbatas di AS, fitur ini menjanjikan pengalaman yang lebih personal dan mudah dipahami di masa depan.
Pengguna yang tertarik untuk mencoba fitur ini dapat mendaftar untuk program beta, asalkan mereka memiliki perangkat Galaxy yang kompatibel dan berada di wilayah Amerika Serikat. Samsung belum memberikan timeline pasti kapan fitur ini akan dirilis secara global.





Komentar
Belum ada komentar.