Telset.id – Suno resmi meluncurkan keluarga model AI terbarunya, Suno v6, pada Rabu (9/9/2026). Model baru ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya perusahaan melatih sistem AI menggunakan data berlisensi dari label musik besar seperti Warner Music Group, BMG, dan Believe, di tengah tumpukan gugatan hak cipta yang membayangi perusahaan.
Peluncuran Suno v6 terjadi sehari setelah perusahaan mengakui telah melatih model AI sebelumnya menggunakan video dari YouTube. Keputusan untuk beralih ke data berlisensi ini merupakan respons langsung atas tekanan hukum dan upaya untuk membangun ekosistem musik AI yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Tiga Varian Model Suno v6 dengan Keunggulan Berbeda
Suno memperkenalkan tiga varian model dalam keluarga v6 yang masing-masing memiliki karakteristik dan target pengguna berbeda. Varian pertama adalah Suno v6 dasar yang menjadi model flagship andalan perusahaan. Model ini tersedia untuk pengguna berbayar dan diklaim andal, presisi, serta mampu menghasilkan musik yang konsisten dan halus di berbagai genre dan gaya.
Varian kedua adalah Suno v6 wild, sebuah model eksperimental yang juga hanya tersedia untuk pengguna berbayar. Model ini dirancang untuk kebutuhan ideation dan menghasilkan output yang tidak terduga. Jack Brody, Chief Product Officer Suno, menjelaskan bahwa musisi dan produser sering kali tidak mencari satu output terbaik dari model musik, melainkan sesuatu yang membantu mereka berpikir lebih luas tentang musik yang bisa mereka buat.
“Mereka sebenarnya mencari partner brainstorming, dan v6-wild adalah model kami yang paling kreatif sejauh ini,” ujar Brody dalam wawancara dengan TechCrunch dan Engadget.
Varian ketiga adalah Suno v6 mini, versi lebih cepat yang tersedia untuk semua pengguna termasuk akun gratis. Sementara dua varian lainnya memerlukan langganan Pro atau Premier untuk dapat diakses.
Menurut Brody, model-model baru ini lebih cepat dibandingkan pendahulunya, memungkinkan pengguna mendengarkan trek yang mereka hasilkan dalam hitungan detik setelah menulis prompt. Perusahaan juga berencana untuk menarik model-model lama mereka seiring dengan peluncuran keluarga v6 ini.
Perlu dicatat bahwa Suno sebelumnya juga pernah menghadirkan inovasi lain seperti layanan cetak vinyl untuk musik hasil AI.
Fitur Baru dan Kemampuan Multimodal Suno v6
Suno v6 membawa sejumlah peningkatan fitur yang signifikan. Pengguna kini dapat mengedit bagian tertentu dari sebuah lagu menggunakan prompt atau kata dalam lirik tanpa harus membuat ulang seluruh lagu. Kemampuan ini memungkinkan pengguna mengganti satu lirik tanpa harus menghasilkan lagu dari awal lagi.
Model baru ini juga mendukung pembuatan mashup dari berbagai sumber dalam satu permintaan. Sebagai contoh, pengguna dapat meminta model untuk mengambil vokal dari salah satu lagu yang dihasilkan dan drum dari lagu lain, lalu menambahkan lirik baru di atasnya.
Kemampuan sampling juga menjadi lebih presisi. Pengguna dapat mengisolasi instrumen tertentu dari sebuah sampel dan membuat beat baru hanya melalui satu prompt teks. Selain itu, Suno v6 menawarkan pemahaman multimodal yang lebih baik, memungkinkan pembuatan lagu dari audio lain, gambar, hingga video.
Pengguna juga dapat mendeskripsikan perasaan atau emosi yang ingin dibangkitkan oleh sebuah lagu, dan model akan berusaha menciptakan sesuatu yang sesuai dengan emosi tersebut. Fitur ini menjawab kebutuhan kreatif musisi yang selama ini sering kali mencari cara baru untuk mengekspresikan ide mereka.
Brody menolak untuk membagikan detail spesifik tentang cara kerja model baru ini, hanya mengatakan bahwa keluarga v6 dilatih dari awal dengan kumpulan data baru yang berbeda dari model sebelumnya. Data tersebut mencakup data berlisensi dari mitra dan data pengguna, tetapi yang terpenting adalah semua iterasi dan R&D yang telah dilakukan dalam fine-tuning model untuk membuatnya menjadi yang terbaik di pasar.
“Keluarga v6 telah dilatih dari awal dengan kumpulan data baru yang berbeda dari data yang digunakan pada model-model sebelumnya,” jelas Brody. “Itu termasuk data berlisensi dari mitra kami dan data pengguna, tetapi yang paling penting adalah semua iterasi dan R&D yang telah dilakukan dalam fine-tuning model ini.”
Keputusan Suno untuk melatih model dengan data berlisensi tidak lepas dari konflik hukum yang panjang. Pada 2024, sekelompok label rekaman besar termasuk Warner Music menggugat Suno dan Udio, menuduh perusahaan melakukan pelanggaran hak cipta dalam skala besar. Pada 2025, Warner mencabut gugatannya terhadap Suno dengan imbalan perjanjian lisensi yang memberikan artis “kontrol penuh” atas bagaimana suara dan musik mereka digunakan dalam trek yang dihasilkan AI.
Brody menyebut v6 sebagai awal formal dari hubungan perusahaan dengan label seperti Warner dan BMG. “Sejak hari diluncurkan pada 9 September, kemitraan ini mulai menghasilkan pendapatan bagi mitra kami,” katanya. “Ini memungkinkan pengalaman produk baru dikembangkan dengan artis dan mitra kami yang memungkinkan orang menciptakan musik dan me-remix musik dari artis yang berpartisipasi, yang pada gilirannya akan menciptakan aliran pendapatan tambahan bagi artis yang berpartisipasi.”
Meskipun ada kemajuan ini, Suno masih menghadapi gugatan dari label seperti Sony dan Universal Music Group, serta artis seperti Jason Isbell. Perusahaan juga masih berhadapan dengan tuduhan dari pengguna yang menilai mereka mengabaikan keamanan demi mengejar keuntungan. Sebelumnya, Suno juga pernah mengalami insiden serangan siber yang membocorkan data jutaan pengguna.
Kebocoran data pada 2026 juga mengungkap bahwa perusahaan telah mengambil musik dan podcast selama puluhan tahun dari YouTube, Deezer, dan platform lain untuk melatih model-model sebelumnya. Tidak mengherankan, Suno kini menarik model-model lama tersebut seiring peluncuran keluarga v6.
Suno juga berencana menambahkan fitur baru seperti memungkinkan pengguna me-remix lagu, dengan syarat artis yang bersangkutan memilih untuk berpartisipasi dalam program baru yang sedang disusun bersama label musik. Program ini akan memungkinkan Suno menggunakan lagu-lagu mereka untuk fitur yang dihasilkan AI.
Selain itu, bulan lalu Suno mengumumkan rencana untuk menambahkan watermark pada lagu yang dihasilkan menggunakan platformnya. Perusahaan juga baru-baru ini memperkenalkan batas unduhan baru berdasarkan tier akun pengguna.
Brody menekankan bahwa Suno dapat membantu mengelola tantangan ekosistem yang lebih luas seperti penipuan streaming dan ekspor massal serta unggahan ke distributor yang berniat rendah. “Pada akhirnya, kami pikir terserah distributor dan platform untuk mengatur konten apa yang masuk ke sana,” ujarnya.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang melingkupinya, Suno telah mengumpulkan dana lebih dari USD 819 juta hingga saat ini, berdasarkan data PitchBook. Angka ini menunjukkan keyakinan investor yang kuat terhadap potensi perusahaan di tengah lanskap hukum yang masih belum pasti.
Sebelumnya, Suno juga pernah menjadi sorotan ketika seorang hacker membocorkan detail tentang bagaimana perusahaan mencuri jutaan lagu untuk melatih AI. Meski demikian, beberapa musisi juga telah membuktikan bahwa Suno mampu menghasilkan musik AI yang layak dengar, seperti yang dilakukan 1010Benja.
Baca Juga:
Peluncuran Suno v6 menandai babak baru dalam perjalanan perusahaan menuju legitimasi di industri musik. Dengan model yang dilatih menggunakan data berlisensi, Suno berharap dapat mengatasi kritik utama yang selama ini dialamatkan kepada mereka dan membangun hubungan yang lebih konstruktif dengan para pemangku kepentingan di industri musik.
Bagi pengguna, kehadiran tiga varian model memberikan fleksibilitas lebih besar dalam penggunaan. Pengguna gratis tetap bisa merasakan peningkatan kecepatan melalui v6 mini, sementara pengguna berbayar mendapatkan akses penuh ke kemampuan editing dan kreativitas yang ditawarkan v6 dan v6 wild.
Ke depannya, keberhasilan Suno dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dengan kepatuhan hukum akan menjadi faktor kunci yang menentukan apakah model bisnis musik AI berbasis lisensi ini dapat menjadi standar industri atau justru menghadapi tantangan baru dari label yang masih menggugat mereka.





Komentar
Belum ada komentar.