📑 Daftar Isi

Ilustrasi larangan penggunaan ChatGPT dan Claude untuk kerja pemerintah Swedia

Swedia Larang ChatGPT dan Claude untuk Kerja Pemerintah, Copilot Tetap Diizinkan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Swedia larang ChatGPT dan Claude untuk kerja pemerintah karena kekhawatiran keamanan data
  • Kedua platform bergabung dengan DeepSeek dalam daftar tools AI yang tidak disetujui
  • Microsoft CoPilot tetap diizinkan dengan kontrol keamanan lebih ketat
  • Review Swedish Transport Administration ungkap penggunaan AI yang "problematic"
  • Sebagian karyawan tetap bisa akses ChatGPT dan Claude lewat "special platform for AI assistants"
  • Swedia sebelumnya juga melarang DeepSeek terkait pelanggaran privasi GDPR

Telset.id – Pemerintah Swedia resmi melarang penggunaan ChatGPT milik OpenAI dan Claude milik Anthropic untuk keperluan kerja pemerintah. Larangan ini diberlakukan karena kekhawatiran terhadap keamanan data, dan menempatkan kedua platform AI tersebut dalam daftar tools yang tidak disetujui bersama DeepSeek.

Kebijakan ini menegaskan bahwa tidak semua platform AI generatif mendapat lampu hijau di lingkungan pemerintahan Swedia. Microsoft CoPilot tetap diizinkan untuk digunakan, tetapi dengan kontrol keamanan yang jauh lebih ketat. Larangan terhadap ChatGPT dan Claude ini menyusul kekhawatiran bahwa informasi sensitif bisa masuk ke platform yang tidak teregulasi.

Platform tidak teregulasi yang dipakai karyawan, atau yang dikenal sebagai Shadow IT, disebut bisa membawa “konsekuensi bagi keamanan informasi Swedia.” Hal itu disampaikan Chief Information Officer (CIO) dan Director of Digitization, Mikael Wettercrantz. Pernyataan tersebut menjadi dasar utama di balik keputusan pelarangan.

Review Ungkap Penggunaan AI yang Problematic

Larangan ini berangkat dari hasil review terhadap tools AI yang digunakan para pekerja di Swedish Transport Administration pada awal tahun ini. Review tersebut mengungkap penggunaan platform AI untuk keperluan pemerintah yang dinilai “problematic.”

Layanan AI yang dipakai untuk tujuan resmi tanpa kontrak enterprise yang benar dan regulasi yang menyertainya berpotensi membuat informasi sensitif yang dimasukkan ke chatbot AI dikembalikan ke pengembang. Informasi itu kemudian disimpan untuk digunakan sebagai bahan pelatihan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan utama di balik larangan ChatGPT dan Claude untuk kerja pemerintah.

Selain itu, tidak adanya perjanjian enterprise juga memunculkan masalah saat audit penggunaan tools AI di dalam organisasi. Persoalan bisa berlanjut ke isu perlindungan data jika data yang seharusnya dilindungi berdasarkan regulasi Eropa berpindah melampaui batas digital Eropa, misalnya ketika informasi diproses di data center di Amerika Serikat.

ChatGPT app

Kasus serupa juga pernah menimpa platform AI lain. Sebelumnya, Swedia melarang penggunaan DeepSeek untuk kerja pemerintah karena kekhawatiran pelanggaran privasi terkait GDPR. Langkah Swedia ini mengikuti banyak negara lain yang lebih dulu membatasi platform AI tertentu di lingkungan pemerintahan.

Di sisi lain, Amerika Serikat bahkan telah melarang seluruh produk dan layanan yang berkaitan dengan DeepSeek. Larangan itu muncul karena kekhawatiran bahwa hukum data China dapat memberi otoritas akses ke server perusahaan. US Department of Homeland Security juga memperingatkan bahwa platform DeepSeek berpotensi mengandung “malware dan kerentanan keamanan lainnya.”

Copilot Tetap Dipakai dengan Kontrol Lebih Ketat

Meski melarang ChatGPT dan Claude, pemerintah Swedia tetap membuka akses Microsoft CoPilot untuk keperluan kerja resmi. Namun, akses tersebut kini diiringi kontrol keamanan yang lebih ketat setelah dilakukan review internal. CoPilot menjadi contoh platform yang dianggap teregulasi dan disetujui sehingga boleh terus digunakan.

Selain CoPilot, sejumlah terbatas karyawan tetap akan memiliki akses ke ChatGPT dan Claude melalui “special platform for AI assistants.” Pemerintah Swedia menyebut jalur khusus itu sebagai satu-satunya cara bagi sebagian pegawai untuk tetap memakai kedua layanan tersebut.

Kebijakan ini menempatkan Swedia sebagai salah satu negara yang paling tegas membatasi penggunaan AI generatif untuk kerja pemerintah. Fokusnya bukan pada pelarangan total, melainkan pada pemisahan antara platform yang teregulasi dan platform yang tidak memiliki kontrak enterprise yang memadai.

Mobile phone displaying a Claude login screen.

Bagi OpenAI dan Anthropic, keputusan ini berarti ChatGPT dan Claude tidak lagi menjadi pilihan default di lingkungan pemerintahan Swedia. Sementara bagi Microsoft, CoPilot justru memperoleh posisi yang lebih kuat sebagai tools AI yang diizinkan, meski dengan pengawasan keamanan yang lebih ketat.

Larangan ini juga memperjelas pola pembatasan AI di sektor publik. Swedia tidak hanya membatasi DeepSeek seperti yang dilakukan banyak negara lain, tetapi juga memperluas cakupan ke platform AI generatif populer seperti ChatGPT dan Claude. Alasannya tetap sama, yakni keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data Eropa.

Untuk mengikuti perkembangan kebijakan AI dan keamanan data, pengguna bisa menelusuri Locked Chats ChatGPT yang membahas fitur penguncian obrolan, serta Pengguna ChatGPT terkait sikap pengguna terhadap layanan AI. Bagi yang tertarik pada sisi pemanfaatan, tersedia pula ulasan ChatGPT-6 Bantu Gamer.

Dengan kebijakan ini, pegawai pemerintah Swedia yang ingin memakai ChatGPT dan Claude harus melalui jalur khusus yang disediakan. Sementara itu, penggunaan CoPilot tetap berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat sebagai konsekuensi dari review internal yang menekankan pentingnya platform AI yang teregulasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.