📑 Daftar Isi

Panggung Real World AI Stage di TechCrunch Disrupt 2026

TechCrunch Disrupt 2026 Tambah Real World AI Stage

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • TechCrunch Disrupt 2026 memperluas panggung AI menjadi dua tahap dengan menambahkan Real World AI Stage
  • Acara berlangsung 13-15 Oktober 2026 di Moscone West, San Francisco dengan lebih dari 10.000 peserta
  • Real World AI Stage membahas AI di dunia fisik: ruang publik, medan perang, rumah, hingga de-ekstinsi
  • Pembicara utama: Nate Michael (Shield AI), Ben Lamm (Colossal Biosciences), Dr. Ali Agha (FieldAI), Michelle Lee (Medra), John Mackey (MBRYONICS), Boris Sofman (Bedrock Robotics), Adrian Macneil (Foxglove)
  • Sesi membahas kesiapan sistem AI, AI di edge tanpa cloud, dan tantangan prototipe ke produksi
  • Diskon USD 100 tersedia untuk pendaftaran sebelum 7 Agustus 11:59 malam PT

Telset.id – TechCrunch Disrupt 2026 memperluas panggung AI menjadi dua tahap, menambahkan Real World AI Stage yang baru untuk membahas persinggungan antara dunia digital dan fisik. Acara ini akan digelar pada 13 hingga 15 Oktober 2026 di Moscone West, San Francisco, dengan lebih dari 10.000 pemimpin startup, teknologi, dan VC yang diprediksi hadir.

Real World AI Stage menjadi sorotan utama karena menyoroti bagaimana teknologi AI tidak lagi terbatas pada layar atau cloud, tetapi mulai merambah ke ruang publik, medan perang, rumah, hingga upaya menghidupkan kembali spesies yang punah. TechCrunch Disrupt 2026 menghadirkan pembicara dari Shield AI, Colossal Biosciences, FieldAI, Foxglove, dan masih banyak nama lain yang akan diumumkan kemudian.

Sesi Unggulan di Real World AI Stage

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Building AI Systems When Failure Is Not an Option” bersama Nate Michael, CTO Shield AI. Sesi ini membahas tantangan terbesar bagi founder hard tech: bagaimana mengetahui kapan sistem AI siap digunakan secara aman di dunia nyata. Ketika AI masuk ke dunia fisik, konsekuensi kegagalan berubah drastis—kesalahan bisa menyebabkan pesawat gagal terbang, kendaraan mengalami kecelakaan, atau misi pertahanan terganggu. Para pemimpin yang membangun kendaraan otonom, teknologi pertahanan, dan sistem industri akan berbagi cara menciptakan budaya keselamatan, menguji dan memvalidasi AI, serta menavigasi hambatan regulasi.

Sesi menarik lainnya adalah “Can We Engineer Nature’s Comeback?” bersama Ben Lamm, CEO Colossal Biosciences. Perusahaan ini telah mengubah de-ekstinsi dari fiksi ilmiah menjadi bisnis bernilai miliaran dolar. Dalam sesi ini, Lamm akan membahas teknologi yang digunakan untuk menghidupkan kembali spesies punah, peran AI dalam biologi modern, serta perdebatan apakah merekayasa alam merupakan terobosan konservasi atau justru mengalihkan perhatian dari perlindungan spesies yang masih ada.

AI di Edge dan Tantangan Produksi

Sesi “Operating at the Edge: How AI Works When the Cloud Doesn’t” menghadirkan Dr. Ali Agha (CEO FieldAI), Michelle Lee (CEO Medra), dan Aidan Madigan-Curtis (partner Eclipse Ventures). Mereka akan membahas bagaimana AI bekerja di lingkungan tanpa koneksi cloud yang andal—di mana latensi menjadi masalah kritis, konektivitas terbatas, dan kegagalan bukanlah pilihan. Para pemimpin dari sektor pertahanan, luar angkasa, dan AI industri ini akan berbagi pelajaran praktis tentang prinsip arsitektur, keputusan desain, dan trade-off yang membuat sistem AI bekerja di dunia nyata.

Sesi “From Prototype to Production: Can it scale in reality?” menghadirkan John Mackey (CEO MBRYONICS), Boris Sofman (CEO Bedrock Robotics), dan Adrian Macneil (CEO Foxglove). Sesi ini mengangkat fakta bahwa prototipe yang berfungsi bukanlah produk, dan produk yang dikirim bukanlah bisnis yang berskala. Kesenjangan antara tahap-tahap tersebut adalah tempat sebagian besar startup deep tech gagal. Para founder yang telah melewati tantangan ini di bidang hardware luar angkasa, robotika humanoid, dan sistem otonom akan berbagi kesalahan yang mereka buat, hal yang seharusnya mereka lakukan lebih awal, serta perjalanan dari prototipe ke produksi ketika realitas rantai pasokan dan manufaktur menggantikan kondisi laboratorium.

Panggung Lain di Disrupt 2026

Selain Real World AI Stage, TechCrunch Disrupt 2026 juga menghadirkan sejumlah panggung lain. Disrupt Stage menampilkan pembicara utama dari Replit, Amazon, Tether, dan lainnya. AI Stage akan membahas celah keamanan dan pergeseran model bisnis yang dipaksakan AI pada setiap perusahaan SaaS. Smart Money Stage mencakup stablecoin, pembayaran instan, dan peran AI dalam kepercayaan finansial. Smart Systems Stage membahas terobosan fusi dan ketegangan jaringan listrik yang mendukung dekade berikutnya bagi AI. Builders Stage memberikan pandangan taktis bagi founder dan investor tentang pendanaan, perekrutan, dan penskalaan bisnis.

Bagi mereka yang tertarik menghadiri acara ini, tersedia potongan harga tambahan sebesar USD 100 jika mendaftar sebelum 11:59 malam waktu Pasifik pada 7 Agustus. TechCrunch Disrupt 2026 menjanjikan tiga hari penuh wawasan, Startup Battlefield, networking tanpa tanding, serta akses ke semua panggung dan lantai pameran.

Perkembangan AI yang semakin cepat juga terlihat dari berbagai inovasi lain di industri ini. Beberapa perusahaan terus mengembangkan teknologi AI untuk berbagai sektor, menciptakan ekosistem yang semakin matang dan saling terhubung. TechCrunch Disrupt 2026 menjadi ajang bagi para pelaku industri untuk berbagi pengetahuan dan membangun kolaborasi baru.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.