Telset.id – Henrico County, Virginia, Amerika Serikat, meminta seluruh pegawai pemerintah daerahnya untuk menghemat energi listrik. Permintaan ini muncul di tengah lonjakan tarif listrik yang signifikan, yang disebut-sebut terkait langsung dengan pesatnya pembangunan pusat data atau data center, khususnya yang mendukung kecerdasan buatan (AI).
Manajer Henrico County, John Vithoulkas, telah mengirimkan surat elektronik (email) kepada seluruh pegawai, termasuk yang bekerja di sekolah dan layanan sosial. Dalam email tersebut, ia meminta mereka untuk mematikan lampu dan komputer yang tidak terpakai, menggunakan tirai untuk mengurangi panas, serta membatasi atau menghentikan penggunaan peralatan berat seperti pemanas ruangan (space heaters).
Langkah penghematan ini bukan tanpa alasan. Henrico County dan sejumlah pemerintah daerah lain di Virginia yang tergabung dalam badan pembelian kolektif bernama VEGPA akan menghadapi kenaikan tarif listrik sebesar 24,9% mulai bulan depan. Kenaikan ini memaksa setiap instansi pemerintah untuk menekan pengeluaran operasional seminimal mungkin.
Krisis Energi di Pusat Data Dunia
Virginia Utara dikenal sebagai kawasan dengan konsentrasi data center tertinggi di dunia. Saat ini, terdapat lebih dari 400 instalasi data center yang beroperasi di wilayah tersebut, dan ratusan lainnya masih dalam tahap perencanaan pembangunan. Kedekatan wilayah ini dengan Washington, DC, serta banyaknya kabel bawah laut yang berlabuh di Virginia Beach, menjadikannya lokasi ideal untuk penyimpanan data dalam jumlah besar. Kawasan ini bahkan dijuluki sebagai “Datacenter Alley”.
Mayoritas data center di Virginia dilayani oleh Dominion Energy. Pada tahun 2023, perusahaan listrik tersebut memasok 26% dayanya ke pusat data. Angka ini dipastikan telah meningkat secara substansial sejak saat itu, seiring dengan menjamurnya pembangunan data center berskala besar.
Dominion Energy terus memperluas infrastrukturnya untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Namun, biaya pembangunan yang mahal ini dinilai oleh banyak pihak telah dibebankan kepada rumah tangga, meskipun data center berada dalam kelas tarif yang terpisah.
Beban di Pundak Warga
Meskipun Dominion Energy mengklaim kenaikan harga disebabkan oleh biaya bahan bakar, infrastruktur, dan pemeliharaan yang meningkat, para pemilik rumah dan kelompok advokasi konsumen memiliki pandangan berbeda. Warga Virginia Utara telah melihat tagihan listrik mereka naik berkali-kali dalam tiga tahun terakhir, menimbulkan kemarahan, terutama di musim dingin.
Situasi ini semakin diperparah dengan keputusan untuk membebankan biaya pembangunan fasilitas penyimpanan gas baru senilai $1,47 miliar kepada konsumen. Seorang peneliti dari Energy and Policy Institute meyakini bahwa pembangunan pembangkit gas baru tersebut tidak akan diperlukan jika bukan karena permintaan yang didorong oleh data center.
Seorang perwakilan dari Virginia Energy Consumer Alliance berpendapat bahwa biaya bahan bakar tambahan sepenuhnya dibebankan kepada pelanggan. Dominion Energy memang berargumen bahwa data center membayar lebih banyak di muka, namun sulit untuk tidak melihat adanya “lingkaran umpan balik” di mana jaringan listrik terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan data center yang terus bertambah, sementara warga biasa harus menanggung sebagian besar tagihan yang lebih tinggi.
Dampak Lebih Luas dari AI
Kasus di Virginia ini bukanlah insiden terisolasi. Di tempat lain, dampak serupa juga mulai terasa. Di Maryland, warga dibebani tagihan upgrade jaringan listrik sebesar $2 miliar untuk data center AI yang berada di luar negara bagian. Sementara itu, Denmark bahkan telah menekan tombol “pause” untuk koneksi jaringan listrik baru bagi data center karena total permintaan yang masuk mencapai 60 GW.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri AI yang pesat memiliki konsekuensi nyata dan langsung terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk kenaikan biaya hidup dan tekanan pada infrastruktur energi publik. Permintaan listrik yang sangat besar dari data center AI telah menciptakan ketegangan antara kebutuhan industri teknologi dan kesejahteraan masyarakat umum.

Pembangunan infrastruktur energi baru, seperti pembangkit listrik tenaga gas, seringkali dipicu oleh permintaan dari data center. Namun, biaya pembangunan dan operasionalnya pada akhirnya harus ditanggung bersama oleh seluruh konsumen listrik di wilayah tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan keberlanjutan dari model bisnis industri AI saat ini.

Warga Virginia kini berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, mereka menyaksikan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang dibawa oleh industri teknologi. Di sisi lain, mereka harus menanggung beban biaya yang semakin berat akibat dari pertumbuhan tersebut. Langkah penghematan yang diminta oleh pemerintah daerah menjadi simbol ironis dari situasi ini: warga diminta untuk berhemat, sementara konsumsi energi raksasa data center terus melonjak tanpa hambatan.






Komentar
Belum ada komentar.