📑 Daftar Isi

YouTube Buka Akses Deteksi Wajah AI ke Semua Kreator 18+

YouTube Buka Akses Deteksi Wajah AI ke Semua Kreator 18+

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – YouTube resmi memperluas akses alat deteksi wajah berbasis AI ke semua kreator yang berusia 18 tahun ke atas dalam beberapa pekan mendatang. Langkah ini memungkinkan pengguna mendeteksi apakah kemiripan wajah mereka telah disalin dan digunakan dalam video AI yang diunggah ke platform tersebut.

Tim YouTube mengumumkan perluasan ini melalui laman komunitas platform. Mereka menjelaskan bahwa tujuannya adalah memberikan ketenangan pikiran lebih kepada pengguna dengan akses mudah untuk meminta penghapusan konten yang tidak sah. Juru bicara YouTube, Jack Malon, kepada The Verge menyatakan bahwa siapa pun sebenarnya dapat menggunakan alat ini, meskipun secara teknis hanya tersedia untuk kreator.

“Dengan perluasan ini, kami memperjelas bahwa baik kreator yang telah mengunggah ke YouTube selama satu dekade maupun yang baru memulai, mereka akan memiliki akses ke tingkat perlindungan yang sama,” kata Malon dalam sebuah pernyataan. Semakin sulit membedakan antara video asli dan AI saat ini, dan ketersediaan alat yang lebih luas dapat membantu orang biasa yang tiba-tiba menemukan wajah mereka digunakan dalam video AI yang berpotensi berbahaya atau menyesatkan. Bagi kreator, ini dapat membantu mereka menangkap merek dan perusahaan yang menggunakan kemiripan mereka tanpa izin untuk mempromosikan produk dan layanan.

Sejarah Peluncuran Fitur

YouTube pertama kali mempratinjau alat ini pada tahun 2024 sebelum meluncurkannya pada akhir tahun 2025. Alat ini awalnya diluncurkan secara eksklusif untuk anggota Program Partner, yaitu kreator yang telah memonetisasi saluran mereka setelah mendapatkan 1.000 pengikut dan mengumpulkan cukup jam tayang atau tampilan Shorts dari publik dalam jangka waktu tertentu. YouTube kemudian menyediakan alat ini untuk jurnalis dan politisi sebelum perluasan saat ini.

Perluasan akses ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan penyalahgunaan teknologi AI. Sebelumnya, Fitur Terbaru ini hanya terbatas pada kalangan tertentu. Kini, kreator pemula pun mendapatkan perlindungan yang sama.

Baca Juga:

Cara Mendaftar dan Menggunakan

Pengguna yang ingin mengakses alat baru ini harus mendaftar dari YouTube Studio di komputer mereka. Prosesnya dimulai dengan membuka “Likeness” di bawah “Content detection”, memindai kode QR dengan ponsel, mengirimkan KTP, dan menyelesaikan verifikasi video selfie. Setelah terdaftar, YouTube akan memindai video yang diunggah untuk mencari kemungkinan kecocokan wajah pengguna. Pengguna akan melihat video apa pun yang berpotensi menggunakan kemiripan mereka di tab yang sama.

Pengguna kemudian dapat meninjau video dan mengirimkan permintaan penghapusan, di mana mereka dapat memberikan informasi kepada YouTube tentang bagaimana kemiripan mereka digunakan. YouTube juga akan menanyakan apakah video tersebut menyalin suara pengguna untuk evaluasi, namun alat itu sendiri tidak dapat mendeteksi berdasarkan suara saja.

Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kasus penyalahgunaan AI. Dalam beberapa kasus, AI Deteksi bahkan digunakan untuk tujuan yang kontroversial. Namun, YouTube berupaya memberikan solusi perlindungan bagi kreatornya.

Perlu dicatat bahwa teknologi deteksi wajah juga memiliki risiko tersendiri jika tidak diimplementasikan dengan hati-hati. Contohnya, AI Salah Deteksi pernah terjadi di luar konteks YouTube, menunjukkan pentingnya akurasi dalam sistem semacam ini.

Dengan perluasan ini, YouTube berharap dapat memberikan perlindungan lebih luas bagi komunitas kreatornya di tengah maraknya konten deepfake. Langkah ini menandai komitmen platform dalam menjaga integritas dan keamanan pengguna di era kecerdasan buatan.

Komentar

Belum ada komentar.