📑 Daftar Isi

Amnezia VPN logo on black background

Amnezia VPN Kembali Aktif di Rusia Usai Serangan Sensor Massif

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Amnezia VPN berhasil memulihkan layanan Premium di Rusia setelah serangan Roskomnadzor yang memblokir lebih dari 90% server lokal antara 1-15 Juni.
  • Roskomnadzor menggunakan teknik network fingerprinting otomatis dan serangan DDoS, bukan lagi pemblokiran IP sederhana.
  • Anggaran sensor negara Rusia diperkirakan mencapai 70 miliar rubel (Rp 17 triliun) antara 2026-2028.
  • Amnezia merilis protokol AmneziaWG baru untuk melewati sensor dan memberikan kompensasi berupa bulan gratis bagi pelanggan Premium.
  • Layanan Free Amnezia di Rusia dijadwalkan pulih dalam beberapa minggu mendatang.

Telset.id – Amnezia VPN berhasil memulihkan layanan Premium-nya di Rusia setelah mengalami serangan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh badan sensor negara, Roskomnadzor (RKN). Serangan yang berlangsung antara 1 hingga 15 Juni ini berhasil memblokir lebih dari 90% server lokal Amnezia, membuat jutaan pengguna di Rusia kehilangan akses ke internet bebas.

Insiden ini menandai eskalasi dramatis dalam upaya pemerintah Rusia untuk memperketat kontrol digital. Roskomnadzor tidak lagi hanya mengandalkan pemblokiran IP sederhana, melainkan menggunakan teknik network fingerprinting otomatis dan serangan siber terarah untuk memburu infrastruktur VPN. “Praktik seperti ini juga digunakan di negara lain, seperti Iran dan China, tetapi di Rusia dibawa ke tingkat otomatisasi baru: rata-rata, sebuah server diblokir dalam beberapa jam setelah pengguna mulai terhubung,” ujar Mazay Banzaev, pendiri Amnezia VPN.

Meskipun layanan Premium kini telah kembali beroperasi dengan protokol yang diperbarui, Amnezia mengonfirmasi bahwa layanan Free-nya di Rusia baru akan pulih dalam beberapa minggu mendatang. Bagi pengguna internet yang terjebak di balik tembok api “sovereign internet” Rusia, kelangsungan akses ke web bebas menjadi semakin kritis.

Mesin Sensor Senilai Rp 14,5 Triliun

Menurut analisis insiden dari Amnezia, Roskomnadzor telah meninggalkan pemblokiran IP dasar dan beralih ke aturan yang sangat otomatis dan agresif. Dengan menganalisis lalu lintas jaringan, otoritas Rusia tampaknya telah belajar mengidentifikasi “sidik jari jaringan” unik dari protokol VPN tertentu, termasuk protokol proprietary AmneziaWG milik Amnezia.

Begitu sistem sensor dan penyaringan internet RKN (dikenal sebagai TSPU) mendeteksi sidik jari ini, sistem secara otomatis memasukkan alamat IP server ke daftar hitam. Selama serangan Juni lalu, Amnezia mencoba mengganti server mereka, namun alamat IP baru berhasil diblokir dalam hitungan jam. Kemajuan teknologi ini didanai besar oleh negara. Forbes Russia dan Kommersant memperkirakan hampir 60 miliar rubel (sekitar Rp 14,5 triliun) telah dihabiskan untuk memperkuat sistem penyaringan, sementara The Moscow Times memproyeksikan alokasi anggaran RKN yang lebih luas sebesar 70 miliar rubel (setara Rp 17 triliun) antara tahun 2026 dan 2028.

Untuk memperparah serangan teknis, RKN menggabungkan deep packet inspection dengan taktik peretasan tradisional, meluncurkan serangan DDoS aktif terhadap layanan VPN. Gelombang serangan ini bahkan menargetkan situs web Amnezia dan menyebarkan skema phishing terhadap staf penyedia layanan tersebut.

Bangkit Kembali dengan Keamanan Lebih Baik

Meskipun serangan sangat berat, Amnezia mengonfirmasi bahwa tidak ada infrastruktur yang dibobol dan data pengguna tetap aman. Hal ini berkat audit keamanan rutin oleh firma keamanan siber independen, 7ASecurity. Untuk melewati aturan TSPU yang baru, Amnezia telah merilis versi baru dari protokol AmneziaWG. Pembaruan ini menghilangkan fitur spesifik yang memungkinkan sensor mengidentifikasi lalu lintas VPN.

Pengguna wajib memperbarui klien AmneziaVPN mereka untuk memulihkan koneksi, karena penyedia sengaja menonaktifkan versi aplikasi lama yang rentan untuk mencegah serangan berulang. Sebagai kompensasi atas waktu henti, Amnezia juga memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak. Pelanggan Premium dengan paket 6 bulan akan menerima satu bulan layanan tambahan, sementara pelanggan paket 12 bulan akan menerima dua bulan tambahan.

Ke depannya, Amnezia berencana untuk memperluas jaringannya hingga 100 lokasi sambil mengembangkan metode sumber terbuka baru untuk mengakali sensor. Iklan Paling Ikonik di internet mungkin menjadi hiburan, namun bagi pengguna di Rusia, akses ke informasi bebas adalah kebutuhan mendesak. Ketertarikan global untuk menghindari sensor negara terus melonjak, dan Amnezia siap menjadi garda terdepan dalam perlawanan ini. Enterprise Certificate mungkin menjadi isu privasi di tempat lain, namun di Rusia, pertarungannya adalah untuk kebebasan dasar.

Russia flag on the left, VPN icon on smarthpne on the right

Insiden ini menjadi bukti nyata bagaimana negara dengan sumber daya besar dapat mempersenjatai teknologi untuk mengontrol arus informasi. Bagi pengguna VPN di Rusia, setiap pembaruan perangkat lunak kini menjadi garis hidup yang menentukan apakah mereka tetap terhubung dengan dunia luar atau terisolasi di balik tembok digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.