Ilustrasi antarmuka pengaturan aturan notifikasi kustom pada Android 17 dengan opsi bisukan dan blokir.

Android 17 Siapkan Fitur Aturan Notifikasi Kustom, Bisa Blokir Panggilan Spesifik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Google dikabarkan tengah mengembangkan fitur ā€œaturan notifikasiā€ (notification rules) yang canggih untuk Android 17. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat aturan kustom untuk notifikasi dari aplikasi atau kontak tertentu, termasuk opsi untuk secara spesifik membisukan atau memblokir notifikasi panggilan dari seseorang tanpa harus memblokirnya sepenuhnya.

Laporan dari media teknologi Android Authority pada 2 April 2026 mengungkap bahwa kode untuk fitur ini telah ditemukan dalam pembaruan Android 17 Beta 3. Fitur ini memberikan lima pilihan tindakan preset yang dapat diterapkan pengguna: Bisukan (Silence), Blokir (Block), Bisukan & Gabungkan (Silence & Bundle), Sorot (Highlight), dan Sorot & Ingatkan (Highlight & Remind).

Fitur aturan notifikasi ini dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih granular. Pengguna dapat memilih kontak atau aplikasi tertentu—dengan dukungan pencarian dan pilihan massal—lalu menetapkan bagaimana notifikasi dari sumber tersebut ditangani. Salah satu skenario penggunaan praktisnya adalah mengisolasi gangguan dari kontak tertentu. Misalnya, pengguna bisa memblokir notifikasi panggilan atau pesan dari seseorang yang mengganggu, tanpa perlu memblokir nomornya sepenuhnya atau mengaktifkan mode jangan ganggu secara global yang memengaruhi semua notifikasi.

Selain opsi dasar ā€œBisukanā€ dan ā€œBlokirā€, terdapat opsi ā€œBisukan & Gabungkanā€ yang diperkirakan dapat menggabungkan notifikasi terkait untuk mengurangi kekacauan di bilah notifikasi. Di sisi lain, opsi ā€œSorotā€ dan ā€œSorot & Ingatkanā€ ditujukan untuk memastikan informasi penting dari sumber terpilih tidak tenggelam di antara notifikasi lainnya. Meski detail interaksi untuk opsi ā€œSorotā€ belum sepenuhnya jelas, diduga opsi ini mungkin melibatkan pengubahan prioritas pengurutan notifikasi atau penekanan visual.

Yang menarik, kode untuk fungsi serupa juga ditemukan dalam versi bocoran antarmuka Samsung One UI 9. Temuan ini mengindikasikan bahwa fitur aturan notifikasi kemungkinan bukan eksklusif untuk perangkat Pixel milik Google, tetapi berpotensi menjadi fitur standar yang diadopsi secara luas di ekosistem Android. Integrasi awal di kulit kustom seperti One UI menunjukkan komitmen untuk menyediakan alat manajemen notifikasi yang lebih powerful bagi pengguna.

Pengembangan fitur ini sejalan dengan tren kustomisasi Android yang semakin mendalam, di mana pengguna diberikan kendali lebih besar atas pengalaman perangkat mereka. Kemampuan untuk mempersonalisasi perilaku notifikasi merupakan langkah signifikan dalam mengelola overload informasi digital.

Fitur aturan notifikasi yang diusung Android 17 ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi gangguan dengan signifikan. Dengan mengizinkan pengguna untuk menyaring notifikasi berdasarkan konteks dan prioritas, sistem operasi menjadi lebih cerdas dan adaptif terhadap kebutuhan individual. Ini juga membuka peluang untuk integrasi yang lebih baik dengan personalisasi layar kunci dan elemen antarmuka lainnya.

Meski masih dalam tahap beta dan belum diumumkan secara resmi oleh Google, keberadaan kode fungsional ini menandakan bahwa fitur tersebut memiliki peluang besar untuk diluncurkan dalam versi stabil Android 17. Pengguna yang tertarik dengan kontrol sistem yang lebih detail juga dapat menjelajahi opsi melalui launcher Android terbaik yang sering menawarkan fitur kustomisasi tambahan.

Kehadiran fitur semacam ini akan menjadi nilai tambah penting bagi pembaruan sistem operasi utama, mendorong lebih banyak pengguna untuk melakukan upgrade. Ini juga menunjukkan bagaimana Android terus berinovasi dalam aspek fundamental seperti manajemen notifikasi, yang secara langsung memengaruhi pengalaman penggunaan sehari-hari.