📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Apple dan OpenAI dalam kasus gugatan rahasia dagang

Apple Beberkan Bukti Dugaan Pencurian Data Karyawan untuk OpenAI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple mengajukan bukti baru berupa laptop Chang Liu yang menunjukkan penggunaan skema sirkuit rahasia untuk OpenAI
  • Liu diduga mengunduh puluhan file rahasia Apple dan menggunakan alat dengan nama identik dengan aplikasi internal Apple
  • Apple menuduh OpenAI mengetahui akses Liu dan membantunya menghancurkan bukti
  • Lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI
  • Apple meminta preliminary injunction dan expedited discovery dalam kasus ini
  • OpenAI membantah semua tuduhan dan menyebutnya "ceroboh, agresif, dan anehnya personal"

Telset.id – Apple kembali memperkuat gugatan rahasia dagang terhadap OpenAI dengan mengajukan bukti baru yang disebut sebagai “shocking evidence”. Bukti tersebut diajukan untuk mendukung klaim bahwa mantan karyawan Apple mencuri data rahasia perusahaan demi kepentingan OpenAI, terutama untuk mendukung bisnis hardware baru perusahaan AI tersebut.

Gugatan ini berpusat pada Chang Liu, mantan senior system electrical engineer Apple yang kini bekerja di OpenAI. Bukti baru terungkap setelah pengacara Liu menyerahkan laptop kerja lamanya untuk diselidiki awal bulan ini. Apple mengklaim bahwa Liu menggunakan skema sirkuit rahasia Apple dalam pekerjaannya di OpenAI, serta menggunakan alat yang memiliki nama identik dengan aplikasi teknik internal Apple.

Kronologi Dugaan Pencurian Data

Apple melakukan investigasi forensik awal terhadap laptop yang digunakan Liu setelah meninggalkan perusahaan. Hasil investigasi tersebut mengungkap bahwa Liu mengetahui aksesnya ke penyimpanan cloud pihak ketiga Apple dan menggunakannya untuk mengunduh “puluhan file rahasia Apple”, termasuk skema sirkuit.

Apple juga mengklaim bahwa Liu menggunakan skema tersebut untuk menjalankan simulasi dalam pekerjaannya untuk OpenAI. Lebih lanjut, laptop tersebut mengungkapkan bahwa Liu “merujuk pada penggunaan alat dan paket perangkat lunak terkait dengan nama yang identik dengan alat teknik internal milik Apple”.

Klaim paling serius datang dari tuduhan bahwa OpenAI “sangat menyadari” akses Liu ke data Apple. Apple bahkan menuduh Liu mengajak rekan kerjanya di OpenAI, Yu-Ting Peng, untuk membantu menghancurkan bukti pada bulan Juni ketika mengetahui bahwa Apple sedang menyelidikinya.

Dalam filing resminya, Apple menyatakan bahwa “MacBook mewakili informasi yang sangat terbatas yang diberikan Para Tergugat sejauh ini (dan hanya setelah penundaan berminggu-minggu), dan menunjukkan bahwa Apple tidak melakukan ‘fishing expeditions’ tetapi rahasia dagangnya digunakan dan bukti sedang dihancurkan.”

Respons dan Bantahan OpenAI

OpenAI sebelumnya telah membela Liu dengan menyatakan bahwa ia hanya mengakses file Apple setelah berhenti bekerja di sana untuk membantu mantan rekannya yang meminta bantuan. OpenAI juga menulis dalam blog post bahwa “Apple sekarang mencoba mengalihkan kesalahan ke ‘residual access,’ tetapi mereka juga tidak mengungkapkan bahwa ini adalah masalah umum dengan Apple yang disebabkan oleh kegagalan mereka dalam mengelola akses sistem dengan benar ketika orang keluar.”

Namun, Apple membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa Liu tetap memiliki akses karena ia “mengeksploitasi bug autentikasi yang langka dan sebelumnya tidak diketahui.” Dalam filing sebelumnya, Apple juga menyertakan pesan teks dari Liu yang menunjukkan bahwa ia sadar masih memiliki akses ke file Apple.

OpenAI merespons tuduhan Apple dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut “ceroboh, agresif, dan anehnya personal,” serta membantah segala kesalahan. TechCrunch telah meminta komentar dari OpenAI terkait tuduhan terbaru Apple ini.

Apple kini meminta preliminary injunction, yaitu perintah pengadilan yang akan memblokir OpenAI dari mengerjakan hardware berdasarkan teknologi Apple selama kasus ini berlangsung. Apple juga meminta expedited discovery, proses percepatan pengumpulan bukti, karena perusahaan menduga lebih banyak mantan karyawan yang mungkin terlibat.

Dalam filing awal Apple, disebutkan bahwa lebih dari 400 mantan karyawan Apple kini bekerja di OpenAI. Gugatan ini merupakan perkembangan terbaru dari kasus rahasia dagang yang diajukan Apple terhadap OpenAI awal tahun ini. Apple sebelumnya telah meminta expedited discovery pada awal Agustus, memperluas cakupan klaimnya menjadi 11 mantan karyawan yang diduga membagikan rahasia dagang dengan OpenAI.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dua raksasa teknologi yang bersaing ketat, terutama di bidang hardware dan kecerdasan buatan. Apple terus memperkuat argumennya dengan bukti-bukti baru, sementara OpenAI membantah semua tuduhan tersebut. Perkembangan kasus ini akan menentukan bagaimana kedua perusahaan bergerak ke depan, terutama dalam hal pengelolaan akses data karyawan dan perlindungan rahasia dagang.

Perlu dicatat bahwa Apple juga tengah menghadapi berbagai perubahan internal, termasuk kabar tentang Apple Watch 12 yang berpeluang hadir dengan casing keramik. Sementara itu, isu pembatalan produk seperti Apple Pencil iPhone Ultra juga menjadi perhatian di tengah dinamika perusahaan.

Kasus ini masih berlanjut dan keputusan pengadilan akan sangat menentukan langkah selanjutnya bagi kedua perusahaan. Apple tampaknya serius dalam upayanya melindungi kekayaan intelektual, sementara OpenAI terus membantah semua tuduhan yang dilayangkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.