Telset.id – Apple meminta pengecualian kepada pemerintahan Trump untuk membeli chip RAM dari CXMT, perusahaan China yang masuk daftar hitam Pentagon karena terkait dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan pada rantai pasokan Apple di tengah melonjaknya harga RAM dan penyimpanan.
Menurut laporan Financial Times, kenaikan harga RAM dan penyimpanan yang signifikan telah mendorong Apple menaikkan harga hampir semua produknya pekan ini. Oleh karena itu, Apple mencari sumber alternatif untuk mengamankan pasokan chip dengan biaya lebih terkendali.
Secara hukum, Apple sebenarnya tidak dilarang membeli chip dari CXMT. Namun, menjalin bisnis dengan perusahaan yang terkait dengan militer China akan membawa risiko reputasi serius bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.
Baca Juga:
CXMT sendiri sebelumnya masuk dalam daftar usulan tambahan ke “Entity List” oleh Departemen Perdagangan AS, tetapi penundaan terjadi karena Gedung Putih sedang dalam proses negosiasi dagang dengan China. Ada kemungkinan CXMT masih bisa menjadi target kontrol ekspor karena dianggap melemahkan keamanan AS.
Belum jelas apakah pemerintahan Trump akan memberikan restu kepada Apple. Tim Cook, CEO Apple, telah menghabiskan banyak waktu untuk membangun hubungan dengan pemerintahan Trump, termasuk memberikan patung-patung mewah kepada presiden dan menghadiri pemutaran film Melania yang disutradarai oleh Brett Ratner, seorang yang dituduh melakukan pemerkosaan.
Namun, jika Gedung Putih memberikan izin kepada Apple, keputusan tersebut kemungkinan akan menghadapi reaksi balik yang signifikan. John Moolenaar, ketua Komite China DPR dari Partai Republik, mengatakan kepada Financial Times bahwa:
“Apple memilih untuk bermitra dengan perusahaan militer China akan menjadi kesalahan besar… Membantu Partai Komunis China berhasil dalam rencananya untuk mendominasi rantai pasokan kritis akan membuat industri teknologi dan ekonomi negara kita lebih bergantung pada China di saat kita harus membangun rantai pasokan teknologi yang aman dengan sekutu kita.”
Langkah Apple ini menunjukkan betapa besarnya tekanan yang dihadapi perusahaan teknologi AS dalam mengamankan pasokan komponen di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan China. Kenaikan harga RAM yang didorong oleh permintaan AI telah memaksa Apple untuk mencari opsi pasokan yang lebih terjangkau.
Sebelumnya, Apple telah menaikkan harga berbagai produknya termasuk Mac dan iPad. Namun, iPhone dan Apple Watch disebut-sebut aman dari kenaikan harga tersebut. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel tentang kenaikan harga produk Apple.
Keputusan Apple untuk mendekati CXMT juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar tidak selalu memiliki banyak pilihan dalam rantai pasokan semikonduktor global. Meskipun ada risiko reputasi, tekanan biaya dan ketersediaan pasokan sering kali menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Tim Cook terus berupaya menjaga hubungan baik dengan pemerintahan Trump. Namun, dalam kasus ini, kepentingan bisnis Apple mungkin berbenturan dengan kebijakan keamanan nasional AS.
Jika Apple akhirnya mendapatkan izin, perusahaan tersebut harus siap menghadapi kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota Kongres AS yang khawatir tentang ketergantungan pada China. Di sisi lain, jika izin ditolak, Apple harus mencari solusi lain untuk mengatasi kenaikan harga RAM yang terus berlanjut.
Perkembangan ini menjadi perhatian bagi industri teknologi global, mengingat Apple adalah salah satu pembeli chip terbesar di dunia. Keputusan pemerintah AS terkait permintaan Apple bisa menjadi preseden bagi perusahaan teknologi lain yang menghadapi dilema serupa.
Bagi konsumen, situasi ini bisa berdampak pada harga produk Apple di masa depan. Jika Apple berhasil mendapatkan akses ke chip yang lebih murah dari CXMT, mungkin tekanan kenaikan harga bisa berkurang. Namun, jika tidak, konsumen harus siap menghadapi harga yang terus naik.
Apple sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai permintaan pengecualian ini. Perusahaan biasanya enggan berkomentar tentang negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemerintah.
Keputusan akhir ada di tangan pemerintahan Trump, yang harus mempertimbangkan antara kepentingan ekonomi dan keamanan nasional. Apapun keputusannya, langkah Apple ini telah membuka diskusi tentang kompleksitas rantai pasokan teknologi di era ketegangan geopolitik.





Komentar
Belum ada komentar.