Telset.id – Apple secara resmi menaikkan harga jual berbagai produk utamanya di Australia, termasuk lini MacBook Neo, MacBook Air, iPad, Apple TV 4K, HomePod mini, hingga Vision Pro. Kenaikan harga ini dipicu oleh lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi konsumen Australia yang berencana membeli perangkat Apple, terutama pelajar dan pengguna dengan anggaran terbatas. Kenaikan harga terjadi di tengah musim diskon akhir tahun fiskal (EOFY) dan menjelang gelaran Prime Day, membuat daya tarik produk Apple semakin tertekan.

Peringatan akan kenaikan harga ini sebenarnya sudah disampaikan oleh CEO Apple, Tim Cook, dalam panggilan pendapatan bulan lalu. Cook saat itu menyoroti “biaya memori yang jauh lebih tinggi” dan menyatakan bahwa harga RAM akan “mendorong dampak yang semakin besar” pada produk Apple mulai bulan ini. Kini, peringatan tersebut menjadi kenyataan.
Dampak paling jelas terasa pada MacBook Neo, laptop termurah Apple yang sebelumnya menjadi incaran pelajar. Model dasar MacBook Neo yang sebelumnya dibanderol AU$899 kini naik menjadi AU$1.049. Sementara itu, varian 512GB dengan Touch ID naik dari AU$1.099 menjadi AU$1.249.
Kenaikan serupa juga terjadi pada MacBook Air. Model 13 inci dengan chip M5 melonjak dari AU$1.799 menjadi AU$2.099, sementara varian 15 inci naik dari AU$2.199 menjadi AU$2.499. Kenaikan sebesar AU$300 ini secara signifikan mengurangi daya saing laptop yang selama ini menjadi pilihan utama konsumen.
Untuk lini MacBook Pro, kenaikan harganya bahkan lebih tajam. Model 14 inci dengan chip M5 kini dibanderol mulai AU$3.199, naik AU$500 dari harga sebelumnya AU$2.699. Sementara itu, varian M5 Max 16 inci mengalami lonjakan hingga AU$700, dari AU$6.299 menjadi AU$6.999.
Mac mini menjadi salah satu produk yang paling terpukul. Harga awalnya melonjak 30%, dari AU$999 menjadi AU$1.299. Kenaikan ini sangat signifikan untuk perangkat yang selama ini dikenal sebagai desktop Apple paling terjangkau.
Lini iPad juga tidak luput dari kenaikan harga. iPad Air 11 inci kini dibanderol AU$1.249, naik AU$250 dari harga sebelumnya AU$999. iPad standar naik dari AU$599 menjadi AU$749, sementara iPad Pro 13 inci naik AU$400 menjadi AU$2.599.

Produk lain seperti HomePod mini naik dari AU$149 menjadi AU$199, Apple TV 4K melonjak dari AU$219 menjadi AU$299, dan Vision Pro yang sudah mahal kini naik AU$300 menjadi AU$6.299. Kenaikan ini tentu tidak memperluas daya tarik Vision Pro yang sudah sangat terbatas.
Juru bicara Apple menyatakan, “Industri elektronik konsumen menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perluasan pusat data AI yang pesat telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kenaikan harga bukanlah keputusan yang diambil dengan enteng. Apple selama ini dikenal mampu menyerap tekanan rantai pasokan, namun krisis komponen kali ini dinilai terlalu besar untuk diabaikan.
Yang menarik, lini iPhone, Apple Watch, dan AirPods tidak mengalami kenaikan harga pada putaran ini. Hal ini setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang tidak membutuhkan Mac atau iPad baru.
Pertanyaan besarnya adalah apakah harga-harga ini akan kembali turun jika kelangkaan RAM mereda, atau justru menjadi normal baru. Sayangnya, Apple belum memberikan jaminan akan adanya penurunan harga di masa depan.
Bagi konsumen yang tetap ingin membeli produk Apple dengan harga lebih murah, pengecer lokal mungkin masih menyediakan stok lama dengan harga sebelum kenaikan. Periode diskon EOFY dan Prime Day juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan harga yang lebih baik.





Komentar
Belum ada komentar.